WARTA BIMA,- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bima bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Generasi VI Tahun 2026-2030, Kamis (5/11).

Rakor ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Kepmen HAM Nomor MHA-87.HA.02.01 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Persiapan Penyelenggaraan RANHAM.

Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Hariman, SE.,M.Si mengungkapkan, untuk menghadapi pelaksanaan RANHAM tersebut, pihak Bappeda mendorong OPD untuk mengidentifikasi program dan kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan HAM, termasuk melihat kesiapan dukungan anggaran dalam perencanaan tahun 2027.

Dalam Rakor tersebut, Hariman meminta kepada Bagian Hukum agar menyiapkan kelembagaan Panitia Daerah RANHAM sebagai wadah koordinasi pelaksanaan persiapan RANHAM di Kabupaten Bima. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada setiap OPD agar mengidentifikasi isu HAM yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Bima. Isu yang dipilih nantinya menjadi bahan penentuan prioritas penanganan tahun 2027.

Perhatian khusus diberikan pada pemenuhan hak kelompok rentan, yaitu perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas, serta keterkaitannya dengan pelayanan dasar sesuai tugas masing-masing OPD. Hasil identifikasi OPD selanjutnya dikumpulkan oleh Bagian Hukum dan dikoordinasikan dengan Bappeda untuk diinput ke dalam Sistem Pelaporan Aksi HAM (SAPAHAM). Hasil persiapan ini akan menjadi bagian dari pelaporan B12 Tahun 2026 kepada Kementerian HAM.

Hariman yang juga mantan Inbansus dan Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Bima ini menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bima mulai memetakan isu HAM yang perlu mendapat perhatian dan dukungan program serta anggaran pada tahun 2027. "Saya berharap, upaya pemenuhan HAM di Kabupaten Bima ini tidak hanya menjadi komitmen, tetapi juga diwujudkan melalui program dan kegiatan nyata yang dirasakan oleh masyarakat banyak," pungkasnya. (Red)








WARTA BIMA,- Untuk memperluas cakupan akses air bersih berkelanjutan bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bima melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), menghadiri agenda Desk Konsultasi Program Penyusunan Rencana Kegiatan (RK) Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bersama Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (PFID) Kementerian Pekerjaan Umum RI di Bandung Jawa Barat, Kamis (5/11).

Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Hariman, SE.,M.Si mengatakan, dalam kegiatan pembahasan konsultasi program tersebut, fokus utama usulan Pemerintah Kabupaten Bima diarahkan pada Bidang Air Minum, khususnya Sub-Bidang Air Minum Tematik Pencegahan dan Penurunan Stunting melalui menu kegiatan Perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). 

Hariman menjelaskan bahwa sesuai alokasi Pagu Transfer ke Daerah (TKD) DAK Fisik Bidang Air Minum Tahun Anggaran 2027, Kabupaten Bima memperoleh alokasi sebesar Rp2.785.446.000,00 (dua miliar tujuh ratus delapan puluh lima juta empat ratus empat puluh enam ribu rupiah). Jumlah pagu ini dialokasikan secara spesifik untuk pekerjaan Peningkatan SPAM pada dua lokasi prioritas di Kabupaten Bima, yakni Desa Maria Kecamatan Wawo dan Desa Naru Kecamatan Sape.

Dalam agenda tersebut, Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (PFID) Kementerian PU, Krisno Yuwono, S.T.,M.T dalam arahanya menegaskan sejumlah poin krusial yang wajib dipedomani oleh pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya kesesuaian penyusunan usulan dengan pagu alokasi anggaran yang ditetapkan serta pemenuhan kelengkapan dan kesiapan teknis (readiness criteria) secara komprehensif sebagai syarat mutlak persetujuan Rencana Kegiatan. 

Pada kesempatan tersebut, Krisno Yuwono sangat mengharapkan kepada jajaran Pemerintah Daerah agar mengoptimalkan forum konsultasi ini untuk penajaman dokumen RK, guna menjamin pelaksanaan fisik di lapangan tepat waktu, tepat spesifikasi teknis serta mencapai output dan target yang terukur.

Selain itu, Kepala PFID Krisno Yuwono mengingatkan agar pengelolaan anggaran DAK Fisik senantiasa mengedepankan prinsip akuntabilitas dan tata kelola keuangan negara yang transparan. Melalui sinkronisasi program ini, penyelarasan usulan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat diharapkan berjalan optimal. 

Keberhasilan penyusunan RK ini ditargetkan menjadi pendorong utama pencapaian akses air minum layak sekaligus akselerasi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bima pada Tahun Anggaran 2027. (Red)






WARTA BIMA,- Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Propinsi NTB, melakukan verifikasi dan penilaian lapangan secara langsung di Posyandu Mawar, Desa Kambilo Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Senin (2/11).

Kedatangan Ketua Tim Penilai Teguh Gatot Yuwono, S.Hut., M.Eng beserta rombongan tersebut disambut atraksi "Mpaa Manca" dan tarian "Wura Bongi Monca" di lapangan Desa Kambilo.

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  (DPMD) Kabupaten Bima Drs. H. Masykur, MM beserta jajaran, para Kepala Perangkat Daerah Pengampu enam pilar SPM, unsur Muspika dan Kepala Desa di Kecamatan Wawo.

Ketua Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Provinsi NTB, Teguh Gatot Yuwono, S.Hut,, M.Eng dalam sambutanya menekankan pentingnya penguatan tata kelola, keakuratan data, dan koordinasi lintas sektor dalam penyelenggaraan pelayanan.

Ia menyebut kehadiran Posyandu Mawar sebagai wakil Kabupaten Bima pada ajang lomba tahun 2026 ini, menjadi wujud apresiasi atas keberhasilan tata kelola kelembagaan dan tingginya partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan dasar terpadu di tingkat desa.

Teguh Gatot Yuwono menyampaikan apresiasi atas peran vital para kader yang menjadi ujung tombak di lapangan. Berkat kerja keras dan dedikasi para kader, angka stunting di wilayah tersebut berhasil ditekan.

"Peninjauan di Posyandu Mawar hari ini menjadi ajang pembuktian bahwa seluruh aspek administrasi yang tersurat maupun komitmen yang tersirat benar-benar terwujud secara nyata, konsisten, dan faktual dalam pelayanan sehari-hari," pungkasnya.

Kades Kambilo bersama Ketua tim penilai lomba


Sementara itu, Kepala Desa Kambilo  Ardiansyah, S.Pd menyampaikan bahwa Posyandu Mawar kini dikembangkan menjadi wadah pelayanan dasar yang terintegrasi dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Melalui integrasi ini, cakupan pelayanan masyarakat diperluas tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibumlinmas) dan sosial.

Ardiansyah mengungkapkan, Pemerintah Desa Kambilo terus berkomitmen mendukung penguatan Posyandu Mawar, sebagai lembaga pelayanan dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan payung hukum dan integrasi ke APBDes, Pelatihan dan pembinaan bersama instansi terkait. Sinergi dengan kecamatan, kesehatan, pendidikan, PU, trantibum, sosial serta keterlibatan masyarakat, transparansi kegiatan dan anggaran. (Red)







 


Bupati Bima saat menyampaikan sambutan pada lomba Posyandu Tingkat Provinsi NTB di Desa Kambilo Wawo


WARTA BIMA,- Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) harus bertransformasi menjadi pusat pelayanan terpadu masyarakat. Tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tapi juga mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Hal tersebut disampaikan Bupati Bima, Ady Mahyudi saat menerima Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 di Posyandu Mawar Desa Kambilo Kecamatan Wawo, Senin (2/11).

Bupati Bima menekankan lima hal penting dalam penguatan Posyandu, yakni pengembangan fungsi pelayanan terpadu, peningkatan kapasitas kader, pelayanan sepanjang siklus kehidupan, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta penilaian berdasarkan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, kader Posyandu harus diperkuat perannya sebagai penggerak, pendata, edukator dan pendamping masyarakat. Sementara pelaksanaan enam bidang SPM membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, tenaga pendidikan serta elemen masyarakat.

"Posyandu yang hebat bukanlah Posyandu yang hanya terlihat bagus ketika dinilai, tetapi Posyandu yang kehadirannya selalu dirasakan dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Ady Mahyudi juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Bima meraih Juara II Penilaian Kinerja Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota Tahun 2026. Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pembina Posyandu, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta para kader.

"Saya berharap, penilaian di Posyandu Mawar ini menjadi momentum evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan, sekaligus mendorong lahirnya praktik baik bagi Posyandu lainnya di Kabupaten Bima," imbuhnya.

Bupati Bima menegaskan, transformasi Posyandu harus terus diperkuat melalui pelayanan yang aktif, inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan demi mewujudkan keluarga sehat, masyarakat sejahtera serta sumber daya manusia Kabupaten Bima yang berkualitas.

Seperti diketahui, dalam lomba Posyandu Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 ini, Kabupaten Bima diwakili oleh Posyandu Mawar Desa Kambilo Kecamatan Wawo. (Red)









WARTA BIMA,- Jajaran Kepolisian Sektor Wawo yang dipimpin Kapolsek baru IPTU Eka Farman, SH ,MH, terus menunjukan keseriusan yang tinggi dalam melakukan pemberantasan peredaran Narkotika jenis Sabu melalui berbagai operasi penangkapan.

Terbukti, dalam sebulan terakhir ini jajaran Polsek Wawo berhasil meringkus para terduga pelaku pengedar barang haram jenis Sabu-sabu di wilayah hukum Kecamatan Wawo. Peristiwa terbaru terjadi tadi malam, Jum,at (30/10) sekitar pukul 21.55 WITA, Tim Opsnal Polsek Wawo kembali mengamankan seorang pria berinisial FI yang diduga memiliki dan menguasai narkotika jenis sabu-sabu.

Proses penangkapan FI tersebut berlangsung di lingkungan RT. 003 RW. 002, Dusun Parawanga Desa Raba Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.

Kapolsek Wawo, IPTU Eka Farman, SH.,MH mengungkapkan, penangkapan terhadap seorang pria berinisial FI tersebut, bermula dari adanya informasi masyarakat mengenai dugaan adanya seseorang yang memiliki dan menguasai narkotika jenis sabu-sabu di lokasi tersebut.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Polsek Wawo yang dipimpin langsung oleh AIPDA Mansyur segera melakukan penyelidikan dan penggeledahan terhadap terduga pelaku. Dari hasil penggeledahan ini, petugas menemukan sejumlah barang bukti (BB) yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Diantaranya, 8 klip berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu-sabu, 3 klip kosong ukuran kecil, 2 klip kosong ukuran sedang, 1 buah dompet warna cokelat dan putih, 2 kartu ATM Bank Mandiri warna hitam dan emas, 1 unit telepon genggam Android merek OPPO A31 warna biru, serta uang tunai sebesar Rp182.000 (seratus delapan puluh dua ribu rupiah).

Selanjutnya, terduga pelaku bersama sejumlah Barang Bukti tersebut diamankan oleh Tim Opsnal Polsek Wawo untuk menjalani proses hukum, dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolsek Eka Farman menegaskan bahwa anggota Polsek wawo akan terus meningkatkan kegiatan patroli, penyelidikan, serta penindakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polsek Wawo. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Wawo untuk bersama-sama memerangi narkoba dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, terutama di lingkungan desanya masing-masing. (Red)





Kepala BAPPEDA, Hariman, SE.,M.Si


WARTA BIMA,- Peningkatan kualitas literasi dan numerasi menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di Kabupaten Bima. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bima, Hariman, SE.,M.Si dalam sambutannya saat kegiatan Workshop Literasi dan Numerasi Jenjang Sekolah Dasar Lingkup Kabupaten Bima, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima berkolaborasi dengan INOVASI dan LPTK Taman Siswa di Aula Sudirman STKIP Taman Siswa Bima, Rabu (28/10).

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 180 guru inti tersebut, Hariman menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, yaitu “Bima Bermartabat yang Berkemajuan, Makmur, Tangguh dan Berkelanjutan".

Menurutnya, literasi dan numerasi tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Akan tetapi juga menjadi dasar bagi peserta didik untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, serta menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, workshop ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas guru inti sebagai penggerak perubahan di sekolah masing-masing, berbagi praktik baik, dan mendampingi guru lainnya dalam menerapkan pembelajaran yang efektif serta berpusat pada peserta didik.


Dari perspektif perencanaan pembangunan daerah, Kepala Bappeda Hariman menekankan pentingnya perencanaan berbasis data, program yang tepat sasaran, penguatan kapasitas guru, serta kolaborasi antara Bappeda, Dinas Dikbudpora, satuan pendidikan, LPTK, INOVASI dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut sangat penting untuk memastikan setiap program pendidikan bisa memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bima. 

"Saya mengajak semua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun masa depan Kabupaten Bima, melalui pendidikan yang berkualitas demi mewujudkan generasi yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing," pungkas Hariman. (Red)









WARTA BIMA,- Pemerintah Kabupaten Bima melalui Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy mengapresiasi dan mendukung penuh program "Polisi Peduli Pengangguran" yang digelar oleh jajaran Polres Bima di Aula Disnakertrans LLK Kabupaten Bima, Jum,at (30/10).

Program ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.

Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy mengatakan bahwa persoalan ketenagakerjaan merupakan tantangan bersama, oleh karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi Polres Bima atas hadirnya program "Polisi Peduli Pengangguran" sebagai wujud sinergi solid TNI-Polri dan Pemerintah daerah dalam membekali generasi muda keterampilan mandiri, meningkatkan daya saing dan menciptakan lapangan kerja baru di daerah.

Dihadapan 96 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut, Wabup Bima mengungkapkan, kondisi Kamtibmas yang kondusif berawal dari masyarakat yang sejahtera dan produktif. Melalui kegiatan ini,  diharapkan para peserta dapat memanfaatkan momentum pelatihan di LLK ini sebaik-baiknya agar memiliki bekal yang cukup untuk membuka usaha mandiri maupun masuk ke dunia kerja.


Sementara itu, Kapolres Bima AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., menjelaskan, program Polisi Peduli Pengangguran tersebut dilaksanakan berdasarkan instruksi dari Kapolri untuk mendekatkan polisi dengan seluruh pencari kerja yang ada di wilayah Indonesia.

"Program ini menjadi atensi Kapolri dimana dengan kehadiran Polisi di daerah bisa membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan. Minimal memfasilitasi seluruh potensi yang ada di wilayah untuk disalurkan pada tujuan pekerjaan," ujarnya.

Kapolres Bima menambahkan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat, Polri bermitra dengan  LLK Disnakertrans dan sektor industri untuk memfasilitasi pelatihan keterampilan serta penyaluran kerja bagi 96 peserta di enam kejuruan strategis, mulai dari operator komputer hingga teknik las guna menekan angka pengangguran dan mencegah potensi tindak kriminalitas. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Kepala Disnakertrans Kabupaten Bima HM. Syaeful Bahri, ST., M.Si, Sekdis Nakertans dan Kepala LLK Bima. (Red)




.






WARTA BIMA,- Pemerintah Kabupaten Bima terus berupaya mendekatkan pelayanan publik dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayahnya. Upaya tersebut diwujudkan melalui program unggulan "Selasa Menyapa" yang digelar di Desa Lewintana dan Desa Bajo Kecamatan Soromandi.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy ini diawali dengan senam pagi bersama warga. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di area Kantor Desa Lewintana, SDN Bajo, dan SMPN 1 Soromandi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

‎Dalam kunjungan lapangan tersebut, jajaran pimpinan daerah meninjau langsung kondisi jembatan yang ambruk di Desa Lewintana. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan jalan pertanian warga setempat.

Selain infrastruktur dan lingkungan, kesehatan anak menjadi fokus utama kegiatan. Pemkab Bima memantau langsung layanan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan dan menyerahkan bantuan telur secara simbolis kepada anak-anak yang terindikasi stunting guna mempercepat penanganan gizi buruk.

Masyarakat Desa Lewintana juga mendapatkan akses berbagai pelayanan kesehatan gratis secara terpadu, mulai dari pemeriksaan tes IVA, pelayanan Keluarga Berencana (KB), hingga aksi donor darah. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy mengimbau warga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan secara rutin sebagai upaya deteksi dini penyakit.

‎Tak hanya sektor kesehatan dan pembenahan fisik, program ini turut menghadirkan layanan pengurusan dokumen kependudukan secara langsung di lokasi. Melalui pendekatan pelayanan terpadu dan terintegrasi ini, Pemkab Bima mempertegas komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga ke tingkat desa.

Pemasangan prasasti program Selasa menyapa oleh Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima di depan Kantor Desa Lewintana dan Bajo menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pada dua desa di Kecamatan Soromandi tersebut. (Red)






‎





WARTA BIMA,- Bupati Bima Ady Mahyudi didampingi Wakil Bupati, dr. H. Irfan Zubaidy bersama rombongan, kembali melaksanakan kegiatan Selasa Menyapa di Desa Lewintana Kecamatan Soromandi, Selasa (27/10).

Program Selasa Menyapa tersebut diawal acara sesi "Ngopi Bareng" di Lapangan Sepakbola Desa Lewintana. 

Bupati Bima Ady Mahyudi dalam sambutanya mengatakan bahwa Kabupaten Bima akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak dan bergelombang pada 191 desa mulai tahun 2026, 2027 hingga 2028 mendatang.  Sebagai informasi, Pilkades serentak gelombang pertama pada 5 Desember 2026 mendatang, termasuk di antaranya Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi.

Bupati Bima yang didampingi Wakil Bupati pada momen tersebut menjelaskan, pada tahun 2026 ini sebanyak 57 desa di Kabupaten Bima akan melaksanakan Pilkades serentak pada 5 Desember 2026. Hasil dari pesta demokrasi ini nantinya akan menentukan siapa yang akan memimpin desa masing-masing.

Oleh karena itu, Bupati Ady Mahyudi berharap, Pilkades serentak dapat ini berjalan dengan baik, aman, tertib dan sukses khususnya untuk wilayah Desa Lewintana Kecamatan Soromandi. Terkait pesta demokrasi di tingkat desa tersebut, Bupati Ady Mahyudi menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawal seluruh tahapan Pilkades.

"Situasi kondusif harus menjadi prioritas utama kita bersama demi kelancaran pembangunan dan kenyamanan warga," pungkasnya.

Bupati dan Wabup Bima saat menyerahkan bantuan Sembako pada warga

‎Sementara itu, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy pada kesempatan tersebut mengajak masyarakat agar menjadikan kontestasi politik tingkat desa ini tidak dijadikan sebagai pemecah belah, melainkan sebagai wadah mempererat rasa kekeluargaan.

"Ajang Pilkades ini hendaknya dijadikan sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi antar warga, bukan sebaliknya saling bermusuhan satu sama lain," ajak Wabup Bima pada acara Ngopi Bareng yang dihadiri para Kepala Perangkat Daerah, Kepala BNN Kabupaten Bima, Camat Soromandi Zulkifli, S.H., M.Hum., unsur Muspika, Ketua BAZNAS Drs. A. Zubair HAR, jajaran Pendidikan, para kepala desa, tokoh masyarakat dan ratusan warga Kecamatan Soromandi tersebut. (Red)








 


WARTA BIMA,- Bupati Bima, Ady Mahyudi, menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Rinjani Tahun 2026 yang berlangsung di Markas Komando (Mako) Polres Bima Kabupaten, Senin (26/10). 

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bima, AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K.,M.H ini digelar untuk mengecek kesiapan personel serta sarana pendukung. 

Kehadiran Bupati Bima menjadi wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Bima terhadap upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayahnya.

Dalam apel tersebut, Kapolres Bima membacakan amanat tertulis dari Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB), Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. 

Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengguna jalan. Oleh karena itu, Operasi Patuh Rinjani 2026 dirancang tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan edukatif serta sosialisasi untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Pendekatan edukatif tetap diutamakan, namun penegakan hukum lalu lintas dilaksanakan secara tegas, profesional, dan proporsional. Langkah ini bertujuan mendisiplinkan pengguna jalan, mencegah pelanggaran berulang, serta menekan angka kecelakaan. Dalam pelaksanaannya, petugas di lapangan diimbau untuk tetap humanis, memberikan pelayanan prima, dan mematuhi SOP.

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bima, Polri, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan operasi ini. Pemerintah Kabupaten Bima menyadari bahwa mewujudkan ketertiban lalu lintas bukanlah tugas kepolisian semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dan kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat. Kepatuhan pengendara terhadap aturan di jalan merupakan faktor penentu dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman.


Melalui Operasi Patuh Rinjani 2026, masyarakat Kabupaten Bima diimbau untuk selalu mematuhi rambu, menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman, melengkapi surat-surat serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara. "Saya harap, tertib berlalu lintas tumbuh sebagai kesadaran dan tanggung jawab bersama demi keselamatan jiwa, bukan sekadar menghindari sanksi," pungkas Kapolres Bima (Red)






Bupati Bima


WARTA BIMA,- Bupati Bima Ady Mahyudi membuka secara resmi Sosialisasi Regulasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang dirangkaikan dengan Kolaborasi dan Kemitraan bersama Bank Dinar, terkait Pembiayaan Usaha Tani serta Beragunan Emas (SI TANI), Senin (26/10).

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Marina Inn Kota Bima tersebut dihadiri oleh Kepala DPMD Kabupaten Bima Drs. H. Masykur, MM, Kabid Pemdes Safriatna, Direktur Utama Bank Dinar Mustaen, Kepala Cabang Bank Dinar Bima dan seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Bima.

Dalam sambutannya, Bupati Bima Ady Mahyudi menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada manajemen Bank Dinar atas peran, dukungan, dan partisipasinya sehingga sosialisasi regulasi ini dapat berjalan dengan lancar. 

Pihaknya berharap sinergi ini dapat terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kapasitas aparatur desa, pengembangan usaha produktif, serta penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bima meminta adanya perubahan cara kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Karena indikator keberhasilan seorang kepala desa tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari seberapa baik amanah dijalankan dan seberapa besar manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Untuk itu, seluruh kepala desa diminta bekerja dengan target yang jelas, perencanaan yang terarah dan hasil yang terukur. 

Selain transformasi cara kerja, pada momen tersebut, Bupati Bima secara tegas mengingatkan seluruh kepala desa untuk selalu mematuhi regulasi serta mengelola keuangan desa secara transparan dan bertanggung jawab. Tidak hanya itu, setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus memiliki dasar hukum yang jelas, di mana pengelolaan APBDes wajib tertib mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan hingga pelaporan dan pertanggungjawabanya.

"Intinya, setiap rupiah uang desa itu adalah amanah masyarakat yang wajib dipertanggungjawabkan secara hukum," imbuhnya. 

Diakhir sambutanya, Bupati Bima menekankan pentingnya disiplin aparatur dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan ekonomi desa juga harus diperkuat melalui optimalisasi BUMDes dan usaha produktif masyarakat, salah satunya memanfaatkan peluang kemitraan pembiayaan yang ada, serta menjadikan setiap prestasi desa sebagai contoh dan motivasi bersama untuk kemajuan Kabupaten Bima.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Bima, Drs. H. Masykur, MM, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi para kepala desa. 

Melalui kerja sama dan kolaborasi dengan Bank Dinar, sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi momentum bersama untuk mengubah pemahaman regulasi sekaligus memperluas akses pembiayaan yang mendukung kesejahteraan para petani dan masyarakat ditingkat desa. (Red)









Dua Calon Kades Kombo


WARTA BIMA,- Jajaran Panitia Pilkades Kombo yang pimpin oleh Muhammad Faisal, S.Km, melaksanakan rapat pleno terbuka pengundian nomor urut calon Kepala Desa Kombo Kecamatan Wawo tahun 2026 di Aula Kantor Desa Kombo, Senin (26/10).

Berdasarkan hasil undian tersebut, calon Kades, Muhammad Yasin, SE meraih Nomor Urut 1. Sementara calon lainya, Ridwan A. Bakar mendapat Nomor Urut 2. Dengan demikian nomor urut 1 atas nama Muhammad Yasin, SE dan nomor urut 2 atas nama Ridwan A. Bakar.

Menarik ditunggu pertarungan dua calon pensiunan ASN dan Kepala Dusun dalam gelanggang politik Pilkades Kombo akhir tahun 2026 ini.

Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar, S. Sos dalam sambutanya mengatakan bahwa nomor urut yang diperoleh dua orang calon Kades Kombo ini bukanlah penentu akhir dari segalanya, melainkan hanya sebuah identitas untuk memudahkan masyarakat dalam memberikan hak pilihnya.

Oleh karena itu, ia mengajak para calon Kades bersama tim sukses dan pendukungnya masing-masing, agar bisa saling menjaga keamanan dan ketertiban demi terwujudnya kontestasi Pilkades yang sehat, jujur, aman, damai dan kondusif.

"Dalam kontestasi politik seperti ini, hal yang paling utama adalah adu visi, misi dan program kerja, bukan untuk menjatuhkan satu sama lain," ujarnya.

Camat Syarif menyebut, perbedaan pilihan merupakan hal yang lumrah, akan tetapi perbedaan tersebut jangan sampai merusak hubungan persaudaraan dan keharmonisan warga, karena dalam setiap pertarungan politik seperti Pilkades ataupun ajang Pemilu lainnya, tentu ada yang menang dan ada yang kalah.

"Saya ingatkan, calon Kades dan para pendukungnya harus berjiwa besar, karena siapun yang terpilih nanti, itulah pemimpin kita bersama untuk membangun dan memajukan desa, lebih khususnya Desa Kombo ini," imbuhnya.

Camat Wawo saat memberikan arahan

Camat Wawo mengungkapkan, untuk menyukseskan penyelenggaran Pilkades serentak tahun 2026, pihaknya selaku kepala wilayah Kecamatan Wawo, bersama jajaran TNI dan Polri berjanji akan terus memantau dan mengawal seluruh tahapan Pilkades, agar nantinya pesta demokrasi khususnya di tingkat Desa Kombo ini dapat berjalan dengan aman, langsung, umum, bebas, rahasia (luber), jujur dan adil.

Diakhir sambutanya, Camat Syarif menitipkan pesan kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Kombo, agar tetap menjaga silaturrahim dan menjalin sinergitas dalam menyongsong dan menyukseskan Pilkades yang digelar awal Desember 2026 mendatang.

"Mari kita memilih calon Kepala Desa sesuai keinginan dan hati nuraninya masing-masing. Dua calon kades ini merupakan putra terbaik dari Desa Kombo, tinggal kecerdasan masyarakatlah yang bisa menilai dan memberikan mandat kepada dua calon pemimpin masa depan Desa Kombo ini," pungkas Camat Wawo.

Sementara itu, Kapolsek Wawo, IPTU Eka Farman, SH.,MH pada kesempatan tersebut menghimbau kepada semua seluruh elemen masyarakat Desa Kombo, terutama pada calon Kades dan para pendukungnya, agar dapat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) selama tahapan Pilkades hingga hari H pemungutan suara dan penetapan calon kades terpilih pada Desember 2026 mendatang.

"Saya tekankan jaga Kamtibmas, dan bagi calon Kades dan para pendukungnya harus berani terima resiko, siap kalah dan siap menang," tegasnya.


Selain itu, jika ada masalah yang muncul Kapolsek Wawo meminta kepada dua calon kades, para pendukung dan simpatisan supaya dapat menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, jangan sebaliknya menciptakan keributan ditengah kehidupan masyarakat. "Intinya, kami akan terus melakukan pengawalan selama proses Pilkades, khususnya di wilayah Desa Kombo Kecamatan Wawo ini," tandas Kapolsek Eka Farman. (WB-01)




MARI themes

Diberdayakan oleh Blogger.