Bappeda Kabupaten Bima dan Sejumlah OPD Mulai Identifikasi Program Pemenuhan HAM
![]() |
WARTA BIMA,- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bima bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Generasi VI Tahun 2026-2030, Kamis (5/11).
Rakor ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Kepmen HAM Nomor MHA-87.HA.02.01 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Persiapan Penyelenggaraan RANHAM.
Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Hariman, SE.,M.Si mengungkapkan, untuk menghadapi pelaksanaan RANHAM tersebut, pihak Bappeda mendorong OPD untuk mengidentifikasi program dan kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan HAM, termasuk melihat kesiapan dukungan anggaran dalam perencanaan tahun 2027.
Dalam Rakor tersebut, Hariman meminta kepada Bagian Hukum agar menyiapkan kelembagaan Panitia Daerah RANHAM sebagai wadah koordinasi pelaksanaan persiapan RANHAM di Kabupaten Bima. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada setiap OPD agar mengidentifikasi isu HAM yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Bima. Isu yang dipilih nantinya menjadi bahan penentuan prioritas penanganan tahun 2027.
Perhatian khusus diberikan pada pemenuhan hak kelompok rentan, yaitu perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas, serta keterkaitannya dengan pelayanan dasar sesuai tugas masing-masing OPD. Hasil identifikasi OPD selanjutnya dikumpulkan oleh Bagian Hukum dan dikoordinasikan dengan Bappeda untuk diinput ke dalam Sistem Pelaporan Aksi HAM (SAPAHAM). Hasil persiapan ini akan menjadi bagian dari pelaporan B12 Tahun 2026 kepada Kementerian HAM.
Hariman yang juga mantan Inbansus dan Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Bima ini menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bima mulai memetakan isu HAM yang perlu mendapat perhatian dan dukungan program serta anggaran pada tahun 2027. "Saya berharap, upaya pemenuhan HAM di Kabupaten Bima ini tidak hanya menjadi komitmen, tetapi juga diwujudkan melalui program dan kegiatan nyata yang dirasakan oleh masyarakat banyak," pungkasnya. (Red)






















