![]() |
| Kru SPPG saat menyiapkan menu MBG |
WARTA BIMA,- Pihak pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wawo Kambilo Kabupaten Bima, angkat bicara terkait ditemukannya seekor hewan pengerat berupa Tikus yang masih hidup dalam sebuah kantong plastik menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Kambilo Kecamatan Wawo pada Jum,at 27 Perbuari 2026.
Mitra sekaligus pemilik SPPG Wawo Kambilo, Sri Rahmatiar didampingi Asisten Lapangan (Aslap), Anhar kepada Media ini Selasa (3/3) menyebutkan bahwa kejadian munculnya seekor Tikus yang beredar luas dalam video berdurasi sekitar 3 menit di beranda Media sosial Facebook tersebut, sungguh diluar dugaan bahkan tidak diketahui sama sekali oleh dirinya selaku pengelola Dapur MBG.
Dalam klarifikasinya, Sri Rahmatiar menjelaskan bahwa sebelum semua menu untuk kebutuhan makanan gratis (MBG) didistribusikan kepada para siswa penerima manfaat, termasuk untuk Guru dan Posyandu, pihaknya selaku pengelola Dapur (Mitra) didampingi ahli gizi dan petugas Aslap terlebih dahulu melakukan pengecekan, bahkan tetap memeriksa secara teliti setiap menu makanan yang dibagikan pada seluruh penerima manfaat. Termasuk juga pemeriksaan terhadap segala macam gangguan Serangga dan hewan kecil lainya seperti tikus yang terdapat dalam setiap makanan yang disajikan.
"Prosedur dan cara kerja yang kami terapkan di SPPG seperti ini, dalam rangka untuk memastikan semua jenis makanan yang dibagikan dalam kondisi baik dan aman sesuai standar gizi yang ditentukan oleh pihak BGN," ujarnya.
Selain itu, mulai dari proses pemorsian semua menu MBG hingga pendistribusian makanan ke Sekolah-sekolah maupun tempat Posyandu tetap dilakukan pemeriksaan dan diawasi secara ketat. Bahkan dua unit Mobil yang selalu disiapkan untuk membawa makanan pun, setiap hari tetap dicuci bersih dulu sebelum mengangkut MBG ke seluruh penerima manfaat.
"Makanya, yang menjadi pertanyaan kami sekarang, dari mana datangnya seekor Tikus hidup ini kok tiba-tiba bisa muncul dan berkeliaran dalam sebuah kantong plastik berisi Peking 6 porsi MBG untuk guru. Padahal kami sudah periksa semua makanan itu sebelum dibagikan ke sekolah yang bersangkutan. Kejadian ini bagi kami terasa eneh dan janggal," ungkap Rahmatiar.
Oleh karena itu, dirinya menduga kuat ada unsur sabotase yang dimainkan orang-orang tertentu dalam peristiwa tersebut, dengan tujuan ingin menjatuhkan bisnis di bidang jasa pelayanan makanan yang tengah digelutinya saat ini.
Dugaan tersebut tentunya didasari berbagai alasan dan fakta di lapangan. Salah satu contoh, kenapa seekor Tikus mendadak muncul saat makanan sudah tiba di sekolah. Sementara satu kantong plastik merah berisi 6 porsi MBG untuk guru itu sudah dicek dan diperiksa semua di dapur SPPG sebelum diantar ke sekolah, khususnya SDN 1 Kambilo. "Ironisnya lagi, setelah kami melihat plastik berisi makanan untuk guru itu tidak ada satupun yang bocor. Lalu dari mana tikus bisa masuk dalam sebuah kantong plastik tanpa jejak seperti ini," cetusnya.
![]() |
| Sri Rahmatiar bersama karyawan SPPG Wawo Kambilo |
Tidak terima dengan kejadian yang dianggap telah mencoreng nama baik sebuah Dapur MBG yang dinakhodainya, Sri Rahmatiar mengaku telah melaporkan pemilik akun facebook dan orang-orang yang menyebarkan video seekor tikus yang terjebak dalam kantong plastik tersebut kepada pihak TNI, dalam hal ini Kodim Bima untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia.
"Saya menilai, orang-orang yang menyebarkan video tikus itu sengaja mau menggiring opini untuk menjatuhkan saya. Makanya saya lapor ke pihak TNI supaya mereka bisa mempertanggung jawabkan perbuatanya dihadapan hukum," pungkasnya kesal. (WB-01)


