Tampilkan postingan dengan label Corona. Tampilkan semua postingan

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah. (credit : ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram, tabaca.my.id.- Sebanyak 69 tenaga kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sebelumnya terpapar positif COVID-19 kini dinyatakan sembuh.

"Kami mendapatkan kabar baik. Kabar baiknya adalah, kemarin pasien sembuh berjumlah 76 orang, dan alhamdulillah 69 di antaranya adalah tenaga kesehatan," kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah saat rapat evaluasi penanganan COVID-19 di Pendopo Wagub di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan, kurva jumlah pasien sembuh dengan jumlah pasien yang dirawat menunjukkan hasil baik. Walaupun demikian, ia menyatakan penanganan wabah COVID-19 ini harus ditingkatkan, kekompakan harus tetap dijaga agar wabah ini hilang dari NTB.

"Alhamdulillah dengan kekompakan, 69 tenaga kesehatan di NTB sembuh dari COVID-19, wabah COVID-19 ini semakin baik lagi," ujarnya.

Rohmi, menyampaikan bahwa protokol kesehatan COVID-19 adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh masyarakat NTB, mengingat protokol kesehatan adalah salah satu jalan untuk menekan angka penularan wabah COVID-19.

"Berbicara COVID-19 sampai dengan ditemukannya vaksin nanti, yang paling penting bagaimana kita hidup dengan protokol kesehatan, maka dari itu, edukasi harus terus kita laksanakan," ujar Rohmi.

Mengingat tingginya angka posotif orang tanpa gejala (OTG) di NTB, Wagub meminta kepada seluruh petugas, utamanya tenaga kesehatan untuk mengedukasi pasien OTG agar melaksanakan isolasi mandiri dengan menjalankan aturan isolasi mandiri yang benar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi menegaskan, hingga saat ini total pasien COVID-19 sebanyak 857 orang, 485 orang sembuh, dan yang meninggal berjumlah 29 orang.

"Tingkat kesembuhan melonjak tinggi yang dimana pada hari Senin tanggal 8 Juni 2020 hanya mencapai 34 orang, sedangkan pada hari Selasa tanggal 9 Juni 2020 pasien sembuh mencapai 76 orang," ujarnya.

Untuk meningkatkan penanganan wabah COVID-19, Nurhandini menyampaikan bahwa pemerintah provinsi melaksanakan kegiatan berupa disinfeksi dan sosialisasi terkait protokol kesehatan di tempat-tempat umum.

Selain itu, respons penanggulangan yang dilaksanakan oleh pemerintah, di antaranya melakukan pelacakan kontak pasien, pool test di tiga gili (Trawangan, Air dan Meno), yakni sosialisasi dan pelaksanaan, penambahan tenaga kiriman dari Kemenkes, melengkapi alat, bahan/reagen, dan operasional. Selain itu, juga turut diberikan 500 TCM untuk RSUP, RS Manambai, RS Kota Mataram dan ditambah lagi dengan RRS Selong.

"Selain itu pemerintah juga berencana melaksanakan pool test di daerah beresiko seperti pasar, daerah resiko tinggi, pesantren, dan sekolah," katanya. (LKBN)



Mataram, tabaca.my.id, Sempat melandai sejak akhir Mei, jumlah kasus baru positif Covid-19 di NTB kembali melambung secara drastis, per Jum’at Tanggal 5 Juni 2020 ini.

Jumlahnya mencapai 52 orang sehingga totalnya menjadi 757 kasus menempatkan NTB di urutan provinsi ke-10 kasus terbanyak secara Nasional. Tepat berada di bawah Papua.

Tambahan kasus positif ini diketahui berdasarkan hasil tes 562 sampel yang diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratroium PCR RS Unram, dan Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark.

“Hasilnya sebanyak 498 sampel negatif, 12 sampel positif ulangan, dan 52 sampel kasus baru positif COVID-19," kata Ketua Pelaksana Harian Tim Gugus Tugas COVID-19 NTB, HL Gita Ariadi dalam rilisnya.

Kota Mataram mendominasi dengan 25 orang, disusul Kabupaten Lombok Tengah 13 orang, Lombok Barat sembilan orang, Lombok Utara tiga orang, dan Lombok Timur serta Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masing-masing satu orang.

Namun yang melegakan, melambungnya jumlah kasus baru ini diikuti pula dengan banyaknya jumlah pasien sembuh sebanyak 24 orang, setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif. Masing-masing Kota Mataram 10 orang dan Kabupaten Dompu delapan orang, dan Lombok Tengah enam orang.

Sementara, kasus kematian baru bertambah 3 orang, yakni pasien nomor 587 inisial B, laki-laki berusia 47 tahun, penduduk Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, pasien nomor 589 inisial T, laki-laki berusia 65 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, dan pasien nomor 754 inisial A, perempuan berusia 43 tahun, penduduk Kelurahan Getap Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

"Dengan adanya tambahan 52 kasus baru terkonfirmasi positif, 24 tambahan sembuh baru, dan tiga kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif COVID-19 di Provinsi NTB sebanyak 757 orang, dengan perincian 323 orang sudah sembuh, 21 meninggal dunia, serta 413 orang masih positif dan dalam keadaan baik," terang Gita.

Ia juga mengingatkan terkait banyaknya kasus COVID-19 yang menjangkiti bayi dan balita, agar  masyarakat lebih waspada terhadap penularan penyakit tersebut karena kelompok usia tersebut rentan terhadap penularan penyakit.

“Untuk itu orang tua harus lebih perhatian terhadap kesehatan. Bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian," harapnya.

Penulis : Aden
Editor : Aden



Mataram, tabaca.my.id.- Kasus Positif Covid-19 di NTB dalam sepekan terakhir mulai melandai hari ini, Selasa, 2 Juni 2020.

Berdasarkan pemeriksaan 179 sampel di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, hasilnya 161 sampel negatif, 3 (tiga) sampel positif ulangan, dan “hanya” 15 sampel kasus baru positif Covid-19.

Kelimabelas kasus positif tersebut didominasi oleh warga Lombok Barat sebanyak 6 orang (dua diantaranya Balita usia 2 bulan dan 7 bulan). Disusul Lombok Utara 4 orang,  Mataram 2 orang, Lombok Timur 2 orang, dan Lombok Tengah 1 orang  

Selain tambahan kasus positif baru, terkonfirmasi 5 pasien sembuh, serta 1 meninggal.

“Dengan adanya tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif, 5 (lima) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (2/6/2020) sebanyak 685 orang, dengan perincian 297 orang sudah sembuh, 14 meninggal dunia, serta 374 orang masih positif dan dalam keadaan baik.” Beber Sekda NTB selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, HL Gita Ariadi dalam rilisnya.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.309 orang dengan perincian 600 orang (46%) PDP masih dalam pengawasan, 709 orang (54%) PDP selesai pengawasan/sembuh.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.874 orang, terdiri dari 448 orang (8%) masih dalam pemantauan dan 5.426 orang (92%) selesai pemantauan.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 6.853 orang, terdiri dari 2.583 orang (38%) masih dalam pemantauan dan 4.270 orang (62%) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 61.267 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 4.059 orang (7%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 57.208 orang (93%).

Penulis : Mustamin M. Nur
Editpr : Mustamin M. Nur



Kota Bima, tabaca.my.id.- Sejak Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bima secara resmi mencanangkan Pembatasan Sosial Berbasis Kelurahan (PSBK) sejak Tanggal 11 Mei lalu, tuahnya tak hanya mampu membendung penyebaran Covid-19. Namun juga mampu mencuramkan tren kasus Pencurian Bermotor (Curanmor).
Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono, S.I.K., S.H.

Disampaikannya, dari jumlah laporan kasus curanmor, khusus wilayah Kota Bima hanya mencapai 10 persen. Menurunnya jumlah tersebut karena personil gabungan TNI-Polri serta instansi lain yang sering melakukan patroli keliling di sekitar Kota Bima selama pemberlakuan status PSBK.

 “Jika dibandingkan sebelum penerapan PSBK, jumlah laporan curanmor sangat banyak, dan setelah diberlakukan kebijakan ini terlihat sangat jelas penurunan kasus curanmor di Kota Bima”. Ungkap Kapolres.

Selain petugas gabungan yang patroli keliling, lanjut Kapolres, tim Opsnal dari berbagai satuan di Polres Bima Kota antara dari Sat Reskrim, Sat Narkoba dan Sat Intelkam setiap hari tetap melakukan mobile terutama memantau tempat yang dianggap rawan di Wilkum Polres Bima Kota.

Untuk mencegah tindak kriminal lain, Kapolres juga mengimbau agar pos kamling di tiap kelurahan tetap diaktifkan dan masyarakat tetap melakukan koordinasi serta kerjasama dengan Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas di kelurahan masing-masing.

Dengan demikian, tindak kriminal akan bisa diatasi dan tidak memberi ruang bagi para pelaku untuk menjalankan aksinya. Karena lingkungan terus dijaga dan dipantau.

“Perketat penjagaan disetiap pintu masuk di kelurahan masing-masing untuk meminimalisir terjadinya kriminal” Imbau Kapolres.

Untuk diketahui, Penerapan PSBK di 5 Kecamatan di Kota Bima sebagaimana tertuang dalam Peraturan Walikota Nomor 24 Tahun 2020 dan dilakukan perubahan pada Perwali Nomor 28 Tahun 2020 tentang PSBK di Kota Bima, hingga kini masih berlaku. 

Mengutip rilis Bagian Humas dan Protokol Kota Bima, Tanggal 29 Mei lau, penerapan PSBK tersebut akan berlaku hingga masa tanggap darurat bencana nasional Covid 19 dicabut.

Penulis : Jedo
Editor : Mustamin M. Nur


KSB, tabaca.my.id.- Penyebaran Covid-19 lewat klaster Magetan kian meluas. Awalnya, klaster yang tergolong baru ini pertama teridentifikasi Tanggal 24 April lalu, lewat Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas, NTB mengkonfirmasi satu kasus positif pertama yang menjalar dari Klaster tersebut.

Semenjak itu klaster yang sama, kian luas memapar warga NTB.

Terkini, Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengumumkan dua kasus positif baru di KSB. Yakni seorang Kepala Puskesmas dan anak  tahun.

Dua pasien positif itu terpapar dari klaster Magetan yang pertama kali muncul di KSB yang dibawa oleh MA (15) asal Desa Beru.

Dalam rilis gugus tugas provinsi disebutkan bahwa MLH terpapar dari pasien nomor 384 NTB atau 05 KSB yakni Ny I (42) yang tak lain adalah ibu kandungnya.

Sementara IBSG terpapar dan pernah kontak dengan pasien nomor 385 NTB atau pasien 06 KSB yaitu Tn S (54). I dan S merupakan orang tua dari MA.

“MLH itu adik bungsu dari MA, sementara Tuan IBSG merupakan salah satu tenaga medis yaitu Kepala Puskesmas BrangRea,” katanya, seperti dikutip LKBN Antara Mataram.

masih menukil lansiran yang sama, dari tambahan dua orang ini maka tercatat di KSB sudah 12 kasus positif covid-19, di antaranya satu meninggal dunia dan satu sembuh, sementara 10 pasien saat ini dirawat di rumah isolasi khusus.

Sebelum dikonfirmasi positif, Kedua pasien ini dilakukan swab bersama 13 orang lainya dengan hasil 11 orang negative dan dua orang pasien positif ulangan yaitu M dan AF.

“Saat ini kondisi semua pasien positif di KSB dalam keadaan baik-baik saja tanpa gejala yang signifikan,” jelasnya.

Sampai saat ini jumlah pelaku perjalanan tanpa gejala di KSB adalah 6.680 orang, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 139 orang, orang tanpa gejala 150 orang dan orang dalam pengawasan yaitu 9 orang di antaranya satu orang dalam pengawasan dan 8 orang selesai dalam pengawasan.

Penulis : Mustamin M. Nur
Editor : Mustamin M. Nur


Petugas Ambulans RSUD Kota Depok berdiri di depan ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Selasa (3/3). (Foto credit :  Irfan Adi Saputra/kumparan)
Surabaya, tabaca.my.id.- Jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Timur yang kian membludak sampai membuat jumlah ruang isolasi tidak cukup lagi menampung jumlah pasien per Senin (1/5/20) yang menembus angka 2.633 orang.

“Ketersediaan ruang isolasi untuk pasien positif virus corona di RS rujukan terbatas. Apalagi jumlah kasus positif di Surabaya yang mencapai 2.633 orang, sehingga jumlah ruang isolasi tidak cukup lagi.” Ungkap Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi, mengutip kumparan.com.

"Di Surabaya memang kasusnya begitu besar antara rumah sakit yang tersedia dengan jumlah PDP dan confirm itu (ruang isolasi) tidak cukup lagi," kata Joni lagi

Menukil laman yang sama, Joni tidak menjelaskan berapa banyak ruang isolasi yang tersedia di RS rujukan di Jatim. Meski demikian, memang tidak semua pasien positif dan PDP harus dirawat di RS rujukan. Untuk mengatasi ketersediaan ruang isolasi, Pemprov Jatim membangun RS darurat untuk menampung pasien dengan gejala ringan dan yang tidak bisa isolasi mandiri di rumah.

"Di pedoman tata laksana COVID-19 Kemenkes, kalau gejalanya ringan bisa isolasi di rumah dengan monitor ketat oleh Nakes. Kalau (gejala klinisnya) sedang baru ke rumah sakit," terangnya.

"Untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan, kita juga menghubungi agar yang gejala klinisnya ringan atau sudah membaik bisa di-refer (rujuk) ke RS darurat," pungkasnya.

Jumlah kasus positif virus corona di Jatim per 1 Juni mencapai 4.920 orang. 3.775 orang pasien masih dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, ada 6.687 PDP yang 3.202 orang dalam pengawasan, 2.848 orang selesai diawasi, dan 637 orang meninggal dunia. ODP ada 2.4736 orang yang di antaranya 4.058 orang dipantau, 20.576 selesai dipantau, dan 103 orang meninggal dunia.

Penulis : Mustamin M. Nur
Editor : Mustamin M. Nur



Mataram, tabaca.my.id.- Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, HL Gita Ariadi, kembali mengkonfirmasi penambahan 18 kasus positif Covid-19 baru di NTB, per Senin, Tanggal 1 Juni 2020,

Dari 125 sampel yang diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, hasil lainnya 103 sampel negatif, 4 (empat) sampel positif ulangan.

Sementara 18 sampel kasus baru positif Covid-19 tersebut masih didominasi oleh warga Lombok tengah, yakni 8 orang, disusul Mataram 4 orang, Sumbawa Barat 2 orang, dan msaing-masing 1 orang warga Lombok Barat dan Lombok Timur.

 Sedangkan 1 lainnya merupakan warga luar provinsi, yakni penduduk Desa  Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.

“18 orang pasien Covid-19 baru saat ini sedang dalam perawatan dan berada dalam kondisi yang baik,” ujar HL Gita Ariadi, yang juga merupakan Sekda NTB dalam rilisnya.

Selain adanya penambahan kasus baru, 2 orang pasien Covid-19 juga dinyatakan meninggal dunia, yakni, Pasien nomor 561, an. Tn. H, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Desa Bugbug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat; dan Pasien nomor 669, an. Ny. J, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Dengan adanya tambahan 18 kasus baru terkonfirmasi positif, tidak ada tambahan sembuh baru, dan 2 kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai Senin (1/6/2020) sebanyak 670 orang, dengan perincian 292 orang sudah sembuh, 13 meninggal dunia, serta 365 orang masih positif dan dalam keadaan baik.
  
“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.” Pungkas Sekda.

Lebih lanjut Sekda merinci, Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.290 orang dengan perincian 582 orang (45%) PDP masih dalam pengawasan, 708 orang (55%) PDP selesai pengawasan/sembuh.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.856 orang, terdiri dari 459 orang (8%) masih dalam pemantauan dan 5.397 orang (92%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 6.786 orang, terdiri dari 2.810 orang (41%) masih dalam pemantauan dan
3.976 orang (59%) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 60.940 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 3.950 orang (6%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 56.990 orang (94%).

Penulis Mustamin M. Nur
Editor : Mustamin M. Nur



Mataram, tabaca.my.id.- Penambahan kasus positif harian Covid-19 di NTB dalam sepekan terakhir ini teramat signifikan. Terhitung Mulai Tanggal 21 Mei hingga 28 Mei ini, Total kasusnya mencapai 197. Sementara total kasus sepekan sebelumnya “hanya” sejumlah 46.

Per Kamis, 28 Mei 2020 ini sendiri, NTB mencatat tambahan kasus baru sebanyak 28 kasus (tiga diantaranya balita), berdasarkan hasil pemeriksaan 254 sampel di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark.

“Dari pemeriksaan 254 sampel, dengan hasil 213 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 28 sampel kasus baru positif Covid-19.” Rinci Sekda NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si dalam siaran persnya yang diterima media ini.

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

Pasien nomor 563, an. Tn. BB, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

Pasien  nomor  564,  an.  Tn.  LBNI,  laki-laki,  usia 25  tahun, penduduk  Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

Pasien nomor 565, an. Tn. N, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

Pasien nomor 566, an. Tn. AFI, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

Pasien  nomor  567,  an.  Tn.  IGOWN,  laki-laki,  usia  41  tahun,  penduduk  Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;

Pasien  nomor  568,  an.  Ny.  YT,  perempuan,  usia  59  tahun,  penduduk  Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 431. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 569, an. Tn. MSS, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 465. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 570, an. Tn. RW, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;

Pasien  nomor  571,  an.  Ny.  N,  perempuan,  usia  40  tahun,  penduduk  Desa  Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 422. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

Pasien nomor 572, an. Ny. B, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 465. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 573, an. Ny. S, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 465. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 574, an. Ny. NLSWP, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 575, an. An. LH, perempuan, usia 1,6 tahun, penduduk Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;

Pasien nomor 576, an. Tn. AH, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 534. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;

Pasien nomor 577, an. An. MPA, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Bali. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;

Pasien nomor 578, an. An. A, perempuan, usia 2 bulan, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;

Pasien nomor 579, an. An. LAH, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;

Pasien nomor 580, an. Ny. M, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 394. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;

Pasien nomor 581, an. Tn. M, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Saudi Arabia. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;

Pasien nomor 582, an. Tn. INS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;

Pasien nomor 583, an. Ny. BEN, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;

Pasien  nomor  584,  an.  Ny.  JANS,  perempuan,  usia  45  tahun,  penduduk  Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;

Pasien nomor 585, an. Tn. LAR, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;

Pasien  nomor  586,  an.  Tn.  MFB,  laki-laki,  usia  45  tahun,  penduduk  Desa  Sandik, Kecamatan  Batulayar,  Kabupaten  Lombok  Barat.  Pasien  tidak  pernah  melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;

Pasien nomor 587, an. Tn. B, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB  dengan kondisi baik;

Pasien nomor 588, an. Ny. M, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB  dengan kondisi baik;

Pasien nomor 589, an. Tn. T, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 590, an. Ny. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

Selain itu terdapat penambahan 3 (tiga) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu:

Pasien nomor 146, an. Tn. MM, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan  Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;

Pasien nomor 308, an. Ny. SAKSW, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;

Pasien nomor 441, an. Tn. F, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

“Dengan adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif, 3 (tiga) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (28/5/2020) sebanyak 590 orang, dengan perincian 276 orang sudah sembuh, 10 (sepuluh) meninggal dunia, serta 304 orang masih positif dan dalam keadaan baik.” Pungkas Sekda.

Penulis : Mustamin M. Nur
Editor : Mustamin M. Nur

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa. (Foto: ANTARA News/Nirkomala)

Mataram, tabaca.my.id.- Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan seorang bayi laki-laki usia sembilan bulan berinisial FH yang terkonfirmasi positif COVID-19, meninggal dunia.

"Bayi yang berasal dari Lingkungan Karang Rundun, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya tersebut meninggal pada 23 Mei 2020, namun hasil uji swab positifnya baru keluar tadi malam," kata Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Kamis.

Dikatakan, meskipun hasil swab positif COVID-19 baru keluar Rabu malam (27/5), namun proses pemakaman FH yang meninggal pada 23 Mei 2020, tetap dilakukan dengan protokol COVID-19.

"FH terkonfirmasi positif COVID-19, nonklaster, dan sampai saat ini belum diketahui FH telah kontak dengan siapa sehingga bisa terpapar," katanya.

Menurut Swandiasa, dengan meninggalnya FH tersebut, maka jumlah pasien positif COVID-19, yang meninggal di Kota Mataram secara kumulatif menjadi empat orang.

Sementara, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram pada Rabu (27/5) pukul 20.00 Wita, jumlah pasien positif COVID-19 secara kumulatif tercatat sebanyak 207 orang. Dengan rincian 106 orang dalam perawatan, 97 orang sembuh dan empat orang meninggal dunia.

Dari data itu, tercatat juga jumlah orang tanpa gejala sebanyak 443 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 224 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 19 orang.

Dia berharap masyarakat dapat membantu pemerintah dalam upaya menekan kasus COVID-19. Karenanya, masyarakat diimbau tetap tenang, menerapkan sosial dan physical distancing dengan menghindari keramaian dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Selain itu, masyarakat wajib menggunakan masker saat keluar rumah, rajin cuci tangan dengan sabun, tetap menggunakan "hand sanitizer" dan melakukan pola hidup bersih dan sehat.

"Hal itu dimaksudkan agar penanganan penyebaran COVID-19, yang diupayakan pemerintah bisa berjalan efektif," katanya.

Sumber : Kantor Berita Nasional Antara Mataram

nSekda NTB HL Gita Ariadi didampingi Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, Gde Putu Aryadi, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr HL Hamzi Fikri dan Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi saat memberikan keterangan pers penanganan COVID-19 di NTB, Rabu (27/5/2020). (Foto : ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram, tabaca.my.id.- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan 67 tenaga kesehatan di daerah itu positif terpapar COVID-19.

"Sampai dengan saat ini ada 67 orang atau 11,9 persen tenaga kesehatan kami yang positif COVID-19 dan 64 masih dirawat," kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Nurhandini Eka Dewi saat memberikan keterangan pers di Mataram, Rabu.

Ia menjelaskan, 67 tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 tersebut tersebar di enam rumah sakit dan satu puskesmas di NTB. Mereka ini terdiri dari dokter delapan orang, perawat 54 orang, apoteker tiga orang, tenaga gizi dan radiologi masing-masing satu orang. Sementara jika dilihat dari jenis kelamin terbanyak tenaga medis perempuan dengan jumlah 38 orang dan laki-laki 29 orang.

"Kenapa lebih banyak terkena perempuan, karena memang perawat kami lebih banyak perempuan daripada laki-laki. Bahkan, di antara tenaga kesehatan ini sudah ada yang menulari keluarganya," ujarnya.

Para tenaga kesehatan yang dinyatakan positif COVID-19 tersebut, kata Nurhandini Eka Dewi, ada yang terpapar karena kontak dengan pasien positif dan kontak sesama tenaga kesehatan.

"Mereka ini sudah memakai alat pelindung diri (APD) level II dan III masih juga tembus. Apalagi masyarakat yang tidak menggunakan APD atau pun tidak menerapkan protokol COVID-19, seperti menggunakan masker, cuci tangan dan menerapkan physical distancing dan tetap di rumah," kata Nurhandini Eka Dewi atau akrab disapa Dokter Eka.

Eka menyatakan, jika melihat kasus yang terjadi para tenaga kesehatan ini terbanyak tertular pada bulan Mei.

"Bulan Mei ini satu per satu tenaga kesehatan kami bertumbangan, meski ada yang bisa pulih kembali," ujarnya didampingi Sekda NTB HL Gita Ariadi, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Gde Putu Aryadi dan Direktur RSUD Provinsi NTB dr HL Hamzi Fikri.

Menurut Eka, untuk mencegah penularan seluruh tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 saat ini sudah diisolasi untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Asrama Haji NTB, sedangkan, yang belum terpapar langsung diliburkan. "Contoh dalam satu regu yang terdiri dari 10 sampai 15 orang, terdapat satu orang yang terpapar, maka seluruhnya akan diliburkan dan harus menjalani pemeriksaan uji swab sebanyak dua kali. Nanti tugas mereka digantikan dengan tenaga kesehatan lain," katanya.

"Selain diisolasi dan diliburkan, pihak rumah sakit juga menutup pelayanan poli umum untuk mencegah terjadinya penularan," ucap Eka.

Saat ini, katanya, jumlah tenaga kesehatan yang bertugas menangani COVID-19 di NTB sebanyak 7.648 orang. Mereka ini tersebar di seluruh rumah sakit dan puskesmas di seluruh NTB.

Eka menambahkan, terkait banyaknya petugas kesehatan yang terpapar COVID-19, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol COVID-19 dengan tidak keluar rumah, memakai masker, mencuci tangan dan menerapkan physical distancing. Selain itu juga diharapkan masyarakat tidak menganggap remeh COVID-19 maupun abai terhadap anjuran pemerintah. Hal ini tidak lain untuk mencegah lebih banyak lagi masyarakat yang terpapar COVID-19.

"Ini peringatan bagi kita semua, tenaga kesehatan saja yang pakai APD lengkap hingga level II dan III bisa kena, apalagi masyarakat yang tidak melindungi dirinya. Makanya itu mari bersama ikuti imbauan/anjuran demi kebaikan bersama," katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi NTB dr HL Hamzi Fikri mengakui, di antara tenaga medis yang terpapar COVID-19 bertugas di rumah sakit tersebut dan saat ini pihaknya sudah melakukan contact tracking terhadap seluruh petugas kesehatan di tempat itu. Hal ini untuk mencegah penularan terhadap petugas kesehatan lainnya, termasuk kepada pasien lain.

"Alhamdulillah kondisi tenaga kesehatan kita semuanya dalam kondisi baik, meski positif dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Asrama Haji, sedangkan yang belum, kama lakukan uji swab sebanyak dua kali untuk memastikan dari COVID-19," kata Hamzi Fikri.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan sejumlah upaya, salah satunya pengurangan pasien rawat inap dan membatasi pengunjung rumah sakit serta menutup poli umum. Kebijakan lain wajib menggunakan masker bagi pasien, physical distancing selama berada di kawasan rumah sakit, termasuk meliburkan tenaga perawat yang bertugas bersama dengan tenaga kesehatan yang positif selama 14 hari serta melakukan uji swab.

"Kami juga meniadakan jam besuk bagi keluarga pasien dan kalaupun ada pembesuk cukup satu orang dan kami melakukan scraning lebih ketat terhadap siapa saja di kawasan rumah sakit," katanya.

Disamping itu, seiring meningkatnya jumlah pasien maupun tenaga kesehatan yang positif COVID-19, pihaknya juga tak henti-henti mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol COVID-19, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, diam di rumah. Pesan itu disampaikannya mengingat terbatasnya ruangan yang dimiliki rumah sakit.

Diketahui, hingga Selasa (26/5) jumlah pasien positif COVID-19 di Provinsi NTB sebanyak 537 orang, dengan perincian 272 orang sudah sembuh, sembilan meninggal dunia, serta 256 orang masih positif dan dalam keadaan baik. 

Sumber : Kantor Berita Nasional, Antara Mataram

Foto : Ilustrasi kepulangan PMI (net)

Mataram, tabaca.my.id.- Sekda NTB, selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, mengingatkan kepada masyarakat agar jangan lengah.

Kata dia, meski NTB tengah mencatat Laju Kesembuhan Kasus Indeks yang jauh lebih tinggi daripada angka Laju Kesembuhan Indeks Nasional dan Angka Laju Fatalitas Kasus Indeks NTB yang juga jauh lebih rendah dibandingkan Angka Laju Fatalitas Kasus Indeks Nasional.

  
Namun, masyarakat diminta agar jangan terbuai oleh “prestasi” tersebut. Terlebih, ungkap Sekda, pada periode Mei hingga Juni 2020 ini, sejumlah 4.202 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi NTB diperkirakan akan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan kontrak kerjanya di 13 negara penempatan.

Sekda sendiri tidak secara gamblang menyatakan kepulangan 4 ribu lebih PMI itu sebagai sebuah ancaman yang berpotensi mengimpor Covid-19 dari Negara penempatannya.

Dikatakannya, guna mengantisipasi kepulangan  para PMI di tengah kondisi pandemi ini, UPT BP2MI Wilayah Mataram-NTB telah menerapkan protokol pelayanan kepulangan PMI di setiap pintu masuk atau debarkasi.

“Mengantisipasi kepulangan para PMI, UPT BP2MI akan bersinergi dengan KKP Kelas II Mataram, Satgas Pencegahan COVID-19 Pemda, KP3 area debarkasi, Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Badan Kesatuan Bangsa dan Poldagri Provinsi NTB,  Disnakertrans Provinsi NTB dan Disnaker kabupaten/kota,” papar Sekda dalam rilisnya yang diterima media ini.

Penulis : Mustamin M. Nur
Editor : Mustamin M. Nur


Mataram, tabaca.my.id.-  Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, mengkonfirmasi adanya tambahan 6 kasus positive Covid-19 di NTB, per Kamis, Tanggal 14 Mei 2020 kemarin. DImana 2 diantaranya adalah warga Kabupaten Bima.

Dengan adanya tambahan 2 kasus baru ini, khususnya untuk Kabupaten Bima, kini total pasien terinfeksi berjumlah 19 orang, termasuk yang sudah sembuh sebanyak 15 orang dan yang masih dirawat 4 orang.

Adapun 6 kasus positif baru tersebut, yakni :

Pasien nomor 351, an. Tn. AN, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak  erat dengan pasien Covid-19 nomor 218. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;

Pasien nomor 352, an. Ny. N, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Labuan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 156. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;

Pasien nomor 353, an. Ny. F, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan  Sandubaya,  Kota Mataram.  Pasien  tidak  pernah  melakukan  perjalanan  ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 312. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 354, an. Ny. A, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 309. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 355, an. Nn. U, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Sai, Kecamatan Suromandi, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Tangerang Banten. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik;

Pasien  nomor  356,  an.  Tn.  MEE,  laki-laki,  usia  22  tahun,  penduduk  Desa  Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Ponorogo Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 809 orang dengan perincian 422 orang (52%) PDP masih dalam pengawasan, 387 orang (48%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.299 orang, terdiri dari 354 orang (7%) masih dalam pemantauan dan 4.945 orang (93%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 4.840 orang, terdiri dari 2.295 orang (47%) masih dalam pemantauan dan 2.545 orang (53%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 56.847 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 5.004 orang (9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 51.843 orang (91%).

Penulis : Mustamin. M.Nur
Editor : Mustamin M. Nur



Mataram, tabaca.my.id.- kita patut mengapresiasi penanganan COVID-19 yang terus diupayakan  oleh Pemerintah Provinsi NTB. Adanya trend lonjakan jumlah pasien Covid-19 yang terus melonjang beberapa hari belakangan, menjadi salah satu indicator keberhasilan Pemprov dalam penanganan pasien dan membendung penyebaran virus yang sudah menginfeksi lebih dari 4 juta orang di dunia in.

“Alhamdulillah, dari hari ke hari jumlah pasien sembuh lebih tinggi dari jumlah kasus baru,” syukur Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi dalam rilisnya, Kamis kemarin.

Data Per Kamis, Tanggal 14 Mei 2020, jumlah pasien sembuh sebanyak 33 orang (23 orang di antaranya adalah dari Kabupaten Dompu). Dan ini adalah angka tertinggi yang pernah tercatat, sementara jumlah kasus baru yang bertambah “hanya” 6 orang (2 diantaranya warga Kabupaten Bima)

Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan 233 sampel swab yang diuji di Laboratorium RSUD Provinsi NTB, Laboratorium RS Unram, dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark. Hasilnya, 211 sampel negatif, 16 sampel positif ulangan, dan 6 (enam) sampel kasus baru positif Covid-19.

Sekedar informasi, jika di hari Rabu, Tanggal 13 Mei 2020, gugus tugas COVID-19 mengumunkan 24 orang pasien sembuh baru, maka hari ini terjadi lonjakan lebih besar pasien yang sembuh baru sebanyak 33 orang sehingga jumlah angka kesembuhan sampai hari ini sebanyak 183 orang atau telah mencapai 51,4 persen dari total pasien positif covid 19 sebanyak 356 orang

Adapun penambahan  33  orang  yang  sembuh  dari  Covid-19  setelah  pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

Pasien nomor 44, an. Ny. R, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;

Pasien nomor 121, an. Tn. JH, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 122, an. Tn. AH, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 124, an. Tn. K, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 125, an. Tn. S, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 127, an. Tn. A, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Soriutu, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 128, an. Tn. S, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 130, an. Tn. A, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 131, an. Tn. M, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Kapasi Meci, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 135, an. Tn. A, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 136, an. Tn. AS, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 137, an. Tn. L, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 138, an. Tn. R, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 140, an. Tn. S, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 141, an. Tn. KJ, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 142, an. Tn. F, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 154, an .Tn. M, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;

Pasien nomor 178, an. Tn.S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;

Pasien nomor 183, an. Tn. I, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 184, an. Tn. R, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;

Pasien  nomor  185,  an.  Tn.  J,  laki-laki,  usia  30  tahun,  penduduk  Desa  Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu;

Pasien  nomor  186,  an.  Tn.  W,  laki-laki,  usia  39  tahun,  penduduk  Desa  Nangakara, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 187, an. Tn. J, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 188, an. Tn. RH, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 189, an. Tn. MSR, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 190, an. Tn. APR, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Doromelo, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;

Pasien nomor 215, an. Tn. AA, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;

Pasien nomor  218,  an.  Ny.  E,  perempuan,  usia  40  tahun,  penduduk  Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;

Pasien nomor 283, an. An. MYK, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;

Pasien nomor 285, an. An. MRM, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;

Pasien nomor 310, an. Tn. M, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;

Pasien nomor 311, an. Ny. T, perempuan, usia 80 tahun, penduduk Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;

Pasien  nomor  339,  an.  An.  RH,  laki-laki,  usia  10  tahun,  penduduk  Desa  Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

“Dengan adanya tambahan 6 (enam) kasus baru terkonfirmasi positif, 33 tambahan sembuh baru dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (14/5/2020) sebanyak 356 orang, dengan perincian 183 orang sudah sembuh, 7 (tujuh) meninggal dunia, serta 166 orang masih positif dan dalam keadaan baik.” Beber Sekda. 

Penulis : Mustamin. M. Nur 
Editor : Mustamin, M. Nur


MARI themes

Diberdayakan oleh Blogger.