![]() |
| H. Kasnun saat menunjukan ruangan pengolahan menu MBG yang terpisah dengan Gudang |
WARTA BIMA,- Ketua Yayasan Peduli Umat Mbojo sekaligus pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Uma Lengge Desa Kambilo Kecamatan Wawo, H. Kasnun Ahmad menegaskan bahwa Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelolanya saat ini tidak berada satu atap dengan gudang penyimpanan Jagung.
Pernyataan H. Kasnun tersebut untuk mengklarifikasi laporan masyarakat melalui Media, yang menuding dapur SPPG Uma Lengge dinilai tidak memenuhi standar higienis lantaran berada satu atap dengan gudang penyimpanan Jagung hasil panen.
Dalam keteranganya kepada sejumlah Wartawan, Senin sore (13/4), H. Kasnun mengungkapkan bahwa tidak benar Dapur SPPG yang dimilikinya satu atap dengan gudang Jagung. Karena antara area pengolahan makanan MBG dengan gudang itu sudah dibatasi dinding pemisah yang cukup rapat, bahkan sudah disekat permanen supaya semua ruangan khusus untuk pengolahan menu MBG dijamin tetap steril dari gangguan apapun.
"Gudang yang saya bangun ini memang terlihat sangat luas dan panjang. Tapi untuk ruangan pengolahan MBG sudah dirancang khusus terpisah dari gudang supaya bisa steril," ujarnya.
H. Kasnun mengaku, dalam sebuah gudang ini tidak ada sama sekali kontak langsung antara area pengolahan makanan dengan tempat penyimpanan jagung. Karena area Dapur SPPG dengan gudang yang berada di sebelah barat sudah ditutup dengan dinding pembatas yang sangat kuat dan kokoh.
"Saking kuatnya bangunan dinding pemisah ini, jangankan hewan seperti tikus, semut, partikel jagung dan hama lainnya, hembusan angin pun tidak bisa masuk di dalam ruangan pengolahan makanan MBG," terang H. Kasnun.
![]() |
Mantan Dirut PDAM Cibinong Bogor Jawa Barat ini menyebut, pembangunan dapur SPPG miliknya sudah memenuhi standar operasional yang ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, dalam menjalankan usaha pelayanan MBG ini, manajemen SPPG Uma Lengge Wawo sangat mengutamakan aspek keamanan pangan. Bahkan didalam lokasi gudang ini, jalur pintu masuk ataupun akses jalan bagi seluruh karyawan dan logistik untuk menu MBG sudah diatur sedemikian rupa, supaya tidak bersentuhan langsung dengan barang-barang maupun peralatan lainya yang masuk di gudang.
"Intinya, dapur SPPG yang kami bangun ini cukup aman dan sangat steril dari gangguan apapun yang bisa merusak kualitas MBG. Dan untuk untuk mencegah terjadinya kontaminasi bahan kimia maupun biologis dengan setiap menu makanan yang disajikan untuk para penerima manfaat, kami sudah mengantisipasinya jauh-jauh hari sebelumnya dibangunnya Dapur SPPG yang kami miliki di Desa Kambilo Kecamatan Wawo ini," pungkas H. Kasnun. (WB-01)


