![]() |
| SPPG Keysha Sape Parangina |
WARTA BIMA,-Akibat belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Badan Gizi Nasional (BGN) RI saat ini telah menghentikan sementara pengoperasional puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Bima.
Menariknya, ditengah penghentian masal aktivitas SPPG tersebut, salah satu Dapur MBG di Kecamatan Sape bernama SPPG KEYSHA yang berlokasi di Desa Parangina sekarang masih tetap lancar beroperasi, karena SPPG milik salah seorang Konsultan Pajak ternama dari Kecamatan Wawo ini telah memenuhi semua persyaratan yang ditentukan oleh pihak BGN. Salah satunya, Instalasi Pengolahan Air Limbah sebagai syarat mutlak dalam membangun sebuah usaha untuk kelancaran program MBG yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Pemilik SPPG Keysha Desa Parangina Kecamatan Sape melalui Asisten Lapangan (Aslap), Abidin kepada Media ini mengungkapkan, untuk menjamin makanan yang diproduksi dan didistribusikan benar-benar aman, higienis sesuai standar gizi nasional, termasuk keamanan pangan, manajemen SPPG Keysha saat ini telah dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi standar, seperti Grease trap yang berfungsi memisahkan (menyaring) limbah minyak dan lemak dari air buangan dapur. Dengan metode ini maka air yang dialihkan ke lingkungan sekitar tidak berbau dan menimbulkan pencemaran.
"Dalam menjalankan usaha dibidang pelayanan makanan (MBG) ini, kami sangat mengutamakan keamanan pangan dan kebersihan lingkungan. Bahkan limbah yang keluar dari SPPG ini pun kita buang jauh-jauh ke sungai dengan jaraknya mencapai 160 meter dari dapur," ujarnya.
![]() |
| Petugas Aslap, Abidin saat menunjukan IPAL |
Selain itu, untuk menjamin kualitas air yang digunakan dalam seluruh aktivitas dapur, terutama untuk kebutuhan memasak, Abidin mengaku selalu menyiapkan air bersih isi ulang melalui proses sterilisasi dengan jumlah pembelian minimal sebanyak 20 galon per hari. Sementara air untuk mencuci omprengan dan lainnya bersumber dari air bor sumur dalam pada dua titik yang tersedia di halaman SPPG setempat.
Abidin menambahkan, kegiatan operasional SPPG Keysha dibawah Yayasan Berkah Sembilan Bintang Nusantara tersebut baru berjalan sekitar dua bulan, dengan jumlah penerima manfaat MBG hingga saat ini sebanyak 2.299 orang. Dari jumlah tersebut sebagian besar diisi oleh siswa dan sisanya untuk Posyandu seperti ibu hamil dan ibu menyusui sebanyak 351 orang.
![]() |
"Saya pastikan, mulai pekan depan jumlah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis yang dilayani oleh SPPG kami akan bertambah banyak menjadi 2.400 lebih orang. Para penerima manfaat ini berasal dari sejumlah desa yang tersebar di Kecamatan Sape seperti, Desa Parangina, Jia, Boke, Sari, Tanah Putih dan lainya," pungkas Abidin pria kelahiran Desa Maria Utara Kecamatan Wawo ini. (WB-01)



