Firmansyah


BANJARMASIN,- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bima, Firmansyah bersama ribuan wartawan di seluruh Indonesia termasuk tiga perwakilan dari PWI Kota Bima, menghadiri acara perayaan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-79 tahun 2025, yang berlangsung di kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Ahad (9/2).

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, Gubernur Kalsel, H Muhidin, Kapolda Kalsel, Ketua Umum PWI Pusat, Hendri CH Bangun, Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmi dan anggota PWI seluruh Indonesia.

Ketua PWI Kabupaten Bima, Firmansyah menyebutkan, seluruh rangkaian acara HPN 2025 di Kalsel, dari seminar nasional hingga bakti sosial telah diikutinya mulai dari 7 hingga hari ini 9 Februari 2025. Berbagai penghargaan diberikan kepada para tokoh, yakni berupa Penghargaan Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang diraih para jurnalis radio, cetak, televisi hingga media online.

Selain itu, dalam acara puncak HPN ini juga telah diberikan pin emas kepada kepala daerah dan pemberian kartu anggota kehormatan PWI. "Gubernur Kalsel H Muhidin diberikan penghargaan pena emas atas jasa-jasanya untuk kepentingan Pers," pungkas Firman.

Pemberian Penghargaan para Tokoh pada puncak HPN


Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Hendri CH Bangun dalam laporan pertanggungjawaban pelaksanaan HPN menyampaikan bahwa peserta HPN 2025 di Kalsel lengkap, dari ujung Barat hingga ujung Timur Indonesia.

Hendry memuji panitia lokal di Kalsel yang dinilai telah memberikan pelayanan terbaik selama pelaksanaan HPN 2025. Peringatan HPN di Bumi Seribu Sungai ini juga sengaja mengambil tema Pers mengawal ketahanan pangan untuk kemandirian bangsa. Tema tersebut seiring dengan sejarah PWI dari awal merah putih. "Kongres pertama PWI adalah, wartawan wajib menjaga kedaulatan bangsa,” ujar Hendri.

Menurutnya, PWI mengambil tema tersebut bersama komponen lainnya demi kemaslahatan dan kemajuan rakyat. Karena PWI itu lahir bersama komponen bangsa untuk kemaslahatan dan kemajuan bangsa. "Peran PWI dalam program ketahanan pangan ini adalah mengawal, mengedukasi serta mengkritisi pelaksanaan program yang telah dicanangkan oleh negara," imbuhnya.

Disamping itu lanjut Hendry, PWI tidak hanya memikirkan soal bangsa, tetapi juga memikirkan nasib para wartawan. Saat ini hampir 90 persen media massa sudah tidak mampu lagi membiayai diri sendiri. Hal inilah salah satu yang dibahas dalam seminar nasional kemarin. "PWI sudah lama lupa dengan jati diri, makanya PWI ingin kembali dengan marwahnya. Kita tidak mengekor pemerintah, tapi kita tetap menyampaikan kritik yang membangun,” pungkas Ketua PWI Pusat, Hendry CH. Bangun.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan dalam sambutanya yang disampaikan oleh Sekda Provinsi Kalsel, HM. Syarifuddin menyampaikan rasa bangga atas kehadiran peserta para wartawan se Indonesia.

Pihaknya berkomitmen terus mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab. Dan Pemprov Kalsel selalu mendukung pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). “Kami siap bekerjasama dan rangkul semua untuk memajukan dunia pers. Saya berharap pers menjadi sarana untuk membangun hubungan baik antara pemerintah dengan masyarakat,” pungkas Syarifudin. (WB-01).













WARTA BIMA,- Untuk mengatasi masalah banjir, Wali Kota Bima terpilih, H. Arahman H. Abidin, SE, langsung bergerak cepat dengan mengunjungi Kementerian Sosial RI di Jakarta, Jum,at pagi (7/2).

Pertemuannya dengan pihak Kemensos RI tersebut adalah tindak lanjut dari diskusi sebelumnya dengan Direktur Kebencanaan Kemensos. Saat itu,  H. Arahman telah menyampaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi Kota Bima akibat banjir.

Dihadapan jajaran Kemensos RI, Wali Kota Bima terpilih yang akrab disapa Aji Man ini, menyampaikan pentingnya dukungan dari pemerintah pusat dalam upaya pemulihan dan penanganan banjir di daerah. Seperti kondisi terkini di Kota Bima yang membutuhkan bantuan demi meringankan beban masyarakat terdampak.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Sosial bergerak cepat dengan segera menyalurkan bantuan untuk penanganan darurat. Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan dasar, seperti makanan anak, selimut, perlengkapan keluarga, tenda gulung, sandang anak, peralatan dapur, serta beberapa unit veltbed, genset powerbank, toilet portable, dan tenda keluarga portable.

Seluruh bantuan akan dikirim pada Jumat hari ini 7 Februari dari Gudang Sentra Patamitha Mataram menuju lokasi bencana di Kota Bima melalui Dinas Sosial setempat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga terdampak dalam menghadapi situasi darurat akibat banjir.

H. Arahman menyampaikan terima kasihnya atas respons cepat dari Kemensos RI dan menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi terbaik demi pemulihan Kota Bima pasca-banjir. "Kami akan terus berikhtiar agar Kota Bima bisa pulih dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan normal. Terima kasih kepada Kementerian Sosial yang telah memberikan perhatian besar terhadap kondisi warga kami. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan pemulihan pasca-banjir bisa berjalan lebih cepat," pungkasnya. (WB-01)







WARTA BIMA,- Setelah mendampingi kunjungan Pj. Gubernur NTB dua hari lalu. Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE.M.IP, kembali mengunjungi warga yang terdampak bencana banjir di Desa Nangawera Kecamatan Wera Kabupaten Bima, Jum,at (7/2).

Dalam kunjunganya tersebut, Bupati Bima yang juga Wagub NTB terpilih ini didampingi Kapolres Bima Kota AKPB Didik Putra Kuncoro, S.I.K, M.Si Sekda, para Kepala OPD dan Wakapolres Bima Kota. Selain itu tampak para Pejabat Utama Polres Bima Kota, Kabag lingkup Sekretariat Daerah, Camat Wera, Camat Ambalawi, Muspika setempat dan Kades Nangawera Umar, SH.

Pada kesempatan itu, Bupati Bima juga melaksanakan kegiatan Jum,at khusyu bersama warga desa setempat di Masjid Al-Mujahidin Dusun Banta Desa Nangawera.

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE.M.IP, dalam sambutannya usai melaksanakan ibadah Sholat Jumat mengatakan, musibah adalah bentuk kecintaan Allah SWT kepada hambanya agar senantiasa ditinggikan derajatnya.

Kepada seluruh masyarakat Wera, Bupati IDP menghimbau agar menjaga kelestarian lingkungan. "Tidak ada kata terlambat untuk menjaga alam, supaya alam juga bisa menjaga kita. Mohon untuk tidak menebang semua pohon yang besar, karena akar pohon itu yang menahan air," harap Umi Dinda.



Sementara itu, Kapolres Bima Kota AKBP Didik menyatakan bahwa institusi kepolisian yang dipimpinnya mengusung visi "Polisi baik". Polisi harus dekat dengan semua elemen masyarakat, dengan demikian kehadirannya harus memberikan manfaat. Itulah prinsip polisi baik yang digalakkan.

Selain itu lanjut Didik, Polres Bima Kota juga berkomitmen untuk mendukung semua kebijakan yang dicanangkan oleh pemerintah Kabupaten Bima.

Khatib shalat Jum,at, Ipda Lalu Solihin dalam khotbahnya menyampaikan pondasi iman yang mencakup keridhoan hamba atas musibah dan takdir, pentingnya keutamaan sabar dan berbaik sangka kepada Allah SWT. (Red)




 



WARTA BIMA,- Sebagai wujud kepedulian pada masyarakat, terutama terhadap para korban yang tertimpa musibah banjir bandang di Kecamatan Wera dan Ambalawi.

Bupati dan Wakil Bupati Bima terpilih, Ady Mahyudi bersama dr. Irfan, Jum,at pagi tadi (7/2), menemui Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo dan Direktur Bencana Alam, Cece di Kantor Kementrian Sosial RI Jakarta. Pertemuan tersebut membahas penyaluran bantuan untuk para korban banjir di Kecamatan Wera dan Ambalawi, termasuk bantuan PKH untuk sejumlah warga yang terdampak bencana dimaksud.

Bupati Bima terpilih yang juga Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, Ady Mahyudi usai pertemuan tersebut mengaku bersyukur dan bahagia. Karena perjuangan dan niat baiknya untuk membantu warga terutama para korban banjir sudah direspon dengan cepat oleh pihak Kemensos RI. Bahkan rencananya bantuan akan langsung didistribusikan hari ini juga.

Dengan adanya kepastian bantuan dari Kemensos RI tersebut, Bupati Bima terpilih yang akan dilantik pada pertengahan Pebruari 2025 ini, menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Menteri Sosial RI dan seluruh jajaran yang telah merespon cepat permintaannya.

"Semoga bantuan dari Pak Menteri ini bisa meringankan beban para korban yang terdampak banjir, terutama di wilayah Kecamatan Wera dan Ambalawi Kabupaten Bima," pungkas Ady Mahyudi. (WB-01)
















 

Peringatan HPN Tahun 2025


KOTA BANJARMASIN,- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry CH Bangun mengajak seluruh insan Pers untuk menjaga dan mengawal program kedaulatan bangsa yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikan Ketua PWI Hendry CH Bangun, saat Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2025 yang dipusatkan di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, Jum’at pagi (7/2).

Kegiatan yang digelar di Ballroom Hotel Neptunus Galaxy Kota Banjarmasin tersebut, dirangkaikan dengan seminar nasional yang mengusung tema Pers mendorong terwujudnya ketahanan pangan nusantara.

Hendry yang juga penanggung jawab HPN 2025 ini menyusun seminar peran pers dalam ketahanan pangan. “Ada yang nyeletuk, urusan apa.pers dalam ketahanan pangan," ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Menurutnya, PWI adalah organisasi kewartawanan tertua di Indonesia. Saat pendirian pertama kali, para senior membahas tentang kedaulatan Indonesia. Ketika Presiden Prabowo bercita-cita Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, maka mulai Januari 2025 ini sudah tidak ada lagi impor beras.

“Sebagai pers, mari kita kawal program kedaulatan bangsa,” imbuhnya.

Hendry menyebut, Pers memiliki peran penting dalam urusan ketahanan pangan. Maka peran pers juga sangat penting dalam membantu menjelaskan program-program pemerintah. "Tugas pers menginformasikan, mengedukasi sekaligus mengkritisi dan mengontrol terhadap hal-hal yang tidak baik,” cetusnya.

Rombongan PWI Kab dan Kota Bima yang mengikuti kegiatan HPN

Selain itu lanjut Hendri, pers juga memberikan tempat dan sekaligus sebagai forum dalam mendiskusikan program-program tersebut. Media memberikan ruang kepada setiap stakeholder untuk berdiskusi dan media juga berperan menyemangati pelaksanaan program.

“Tema yang diangkat dalam kegiatan ini, menunjukan kesungguhan kami mengembalikan jati diri PWI yang dicanangkan para pendahulu kami demi kedaulatan bangsa dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Hadir dalam acara ini antara lain, perwakilan Kementerian Pertanian RI, pengurus PWI seluruh Indonesia dan stakeholder lain di Kalimantan Selatan. (WB-01)













WARTA BIMA,- Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Wera dan Ambalawi Kabupaten Bima pada 2 dan 4 Pebruari 2025 kemarin, telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

Akibat bencana tersebut sebanyak 471 jiwa menjadi korban. Terbukti hingga saat ini jumlah terdampak banjir di Kecamatan Wera mencapai 218 jiwa dan Ambalawi sebanyak 253 jiwa.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima hingga Kamis sore (6/2), jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 3 orang, hilang ataupun belum ditemukan 5 orang dan 12 jiwa mengungsi.

Selain itu, sebanyak 28 rumah mengalami rusak berat dan 260 rusak ringan. Sementara infrastruktur 9 jembatan rusak berat, 7 bendungan rusak berat serta 400 meter irigasi sudah jebol.

Hingga kini, tim gabungan bersama K9 masih terus melakukan pencarian korban yang hilang. Pemerintah daerah bersama BPBD juga telah melakukan penimbunan jalan di Nangawera agar akses bantuan bisa berjalan lancar.

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. M.IP menyampaikan terima kasih atas bantuan dari berbagai pihak, baik sembako, pakaian, hingga makanan siap saji yang telah disalurkan. Diharapkan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.

"Mari bersama bergotong royong untuk memulihkan wilayah yang terdampak dan membantu saudara-saudara kita yang ditimpa musibah ini," pungkas Umi Dinda sapaan akrab Bupati Bima. (Red)







Pj. Gubernur NTB saat menyerahkan bantuan untuk korban banjir


WARTA BIMA,- Bencana banjir bandang melanda Kecamatan Wera dan Ambalawi, yang terjadi pada Minggu akhir pekan lalu mengundang simpati sekaligus rasa prihatin dari berbagai pihak, salah satunya Pj. Gubernur NTB.

Pj. Gubernur NTB, Hasanuddin didampingi 20 orang pejabat teras pemerintah Provinsi NTB melakukan kunjungan ke lokasi banjir melalui jalur jalan dari Kota Bima-Kecamatan Sape yang menuju kearah Kecamatan Wera, Rabu (5/2).

Perjalanan Pj. Gubernur dan rombongan melewati jalur Kecamatan Wawo dan Sape tersebut terpaksa dilakukan, akibat putusnya jembatan yang menghubungkan ruas jalan Provinsi antara Kecamatan Ambalawi dan Wera.

Saat tiba tiba di posko induk tanggap bencana yang berlokasi di Desa Nangawera dekat Polsek Wera, Pj. Gubernur NTB, menyerahkan secara simbolis bantuan tanggap darurat kepada para korban banjir kepada Camat Wera, H. Ilham S.Sos, sekaligus melihat dari dekat pengoperasian dapur umum di posko induk tersebut.


Rombongan Pemprov NTB kemudian bertolak menuju jembatan Nangawera dan disambut oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE.M.IP. Saat melakukan peninjauan di lokasi banjir, Bupati IDP menjelaskan kondisi kerusakan infrastruktur jalan, jembatan dan lahan pertanian warga yang diterjang banjir bandang beberapa hari lalu.

Setelah mengunjungi rumah duka warga yang hanyut, Pj. Gubernur, Bupati Bima  bersama para pejabat terkait melakukan peninjauan sejumlah kerusakan infrastruktur yang berada di sepanjang ruas Jalan yang menghubungkan Kecamatan Ambalawi dan Wera Kabupaten Bima. (Red)







Ismail, S.Pd didampingi anggota PGRI Wawo, saat menyerahkan bantuan pada warga korban banjir


WARTA BIMA,- Jajaran Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Wawo, Kamis siang (6/2), telah menunjukan rasa kepedulian sosial yang tinggi terhadap para korban terdampak banjir bandang yang meluluhlantakan Desa Nangawera Kecamatan Wera Kabupaten Bima pada Minggu akhir pekan lalu.

Bentuk kepedulian yang tunjukan oleh jajaran PGRI Kecamatan Wawo tersebut berupa, pemberian bantuan uang tunai sebesar, Rp. 10 juta dan Beras sebanyak 100 Kilogram kepada para korban yang tertimpa musibah banjir, khususnya di Desa Nangawera. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Ketua dan beberapa orang Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Wawo kepada para korban yang terdampak banjir dimaksud.

Ketua PC. PGRI Kecamatan Wawo, Ismail, S.Pd usai menyerahkan bantuan tersebut, mengaku sangat prihatin dan berduka cita atas musibah yang dialami oleh warga Kecamatan Wera, lebih khusus kepada para keluarga korban yang meninggal dunia dan rumahnya hanyut akibat terseret arus banjir di Desa Nangawera. 

"Untuk itu, sebagai bentuk solidaritas kami terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah, kami hanya bisa memberikan bantuan sealakadarnya hari ini, berupa uang senilai,Rp. 10 juta dan Beras 100 Kg," ujarnya.

Ismail yang juga Korwil Dinas Dikbudpora Kecamatan Wawo ini, sangat berharap bantuan yang diberikan tersebut dapat meringankan beban masyarakat, sekaligus bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ditengah kesulitan akibat bencana banjir yang melanda Kecamatan Wera dan sekitarnya.

 "Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu saudara ataupun keluarga kita yang terkena musibah, terutama para korban yang terdampak banjir. Saya harap kedepan kondisi ini bisa segera pulih seperti pada hari-hari sebelumnya," pungkas Ismail. (WB-01)























Bupati Bima saat memimpin Apel


WARTA BIMA,- Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.,M.IP, Selasa pagi (4/2), memimpin Apel Kesiapan Personil untuk pencarian korban banjir bandang di Desa Nangawera Kecamatan Wera Kabupaten Bima.

Dalam pencarian para korban banjir yang belum ditemukan ini, sebanyak 200 personil gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Tagana Kabupaten Bima dan Dinsos Kota Bima turut berpartisipasi.

"Dari tujuh korban hanyut, baru dua yang ditemukan. InsyaAllah pencarian akan terus dilakukan untuk menemukan lima korban lainnya," harapnya.

Bupati IDP menyebutkan, selain fokus pada pencarian korban, alat berat juga dikerahkan untuk memperbaiki akses jalan yang terputus. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan agar bantuan dapat lebih cepat tersalurkan.



Bupati Bima yang juga Wagub NTB terpilih ini menghimbau kepada warga masyarakat yang tidak terdampak banjir, agar turut memberikan dukungan moril dan material kepada para korban. "Kita hadir di sini sebagai relawan, harus menunjukkan rasa kemanusiaan tanpa saling menyalahkan. Semoga pencarian korban berjalan lancar dan memberikan hasil yang terbaik," pungkasnya. (Red)












WARTA BIMA,- Pos SAR Bima mencatat delapan orang dinyatakan hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kecamatan Wera Kabupaten Bima, Minggu sore (2/2). 

Tiga dari delapan orang yang dilaporkan hilang tersebut, saat ini sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara sisanya masih dalam proses pencarian. "Tiga orang sudah ditemukan, sisanya lima orang masih dalam pencarian," ujar Koordinator Pos SAR Bima Muhammad Darwis, Senin (3/2).

Darwis menyebut, dari delapan korban tersebut, enam orang merupakan warga Desa Nanga Wera dan satu orang warga Desa Wora, para korban ini terseret arus banjir. Sementara satu orang lainnya warga dari Desa Nunggi tertimbun tanah longsor.

Adapun nama-nama korban yang sudah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa tersebut yakni, Aisah umur 5 tahun asal Dusun Karuwu Desa Nanga Wera, Harmawati (40) asal Desa Wora dan Burhan (50) asal Desa Nunggi Kecamatan Wera Kabupaten Bima.

Satu nama terakhir ditemukan tertimbun tanah longsor di kebun Jagung So. Mila Desa Nunggi. (Red)












 



WARTA BIMA,- Ribuan massa yang tergabung dalam forum honorer R2 dan R3 PPPK paruh waktu menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor DPRD Kabupaten Bima. Massa menuntut agar status paruh waktu mereka dijadikan penuh waktu.


Dalam orasinya, para demonstran meminta kepada anggota Dewan Kabupaten Bima untuk menemui dan mendengarkan aspirasi mereka, dan mendesak pemerintah untuk tidak menerbitkan SK Bupati kepada honor baru.


Selain itu, massa aksi menuntut pihak Pemerintah Daerah agar mengambil sikap yang tegas dan memberikan sanksi kepada para pejabat, apabila menerima para honorer baru menggunakan jalur mahar maupun unsur politik.

Pemerintah juga diminta agar dapat mengupayakan manajemen ASN untuk mengakomodir para non-ASN yang ada di database BKN (R2 dan R3) P3K menjadi penuh waktu (Full-time).


Setelah melakukan orasi, para pendemo akhirnya diterima oleh Ketua DPRD Kabupaten Bima, Diah Citra Pravitasari.


Ketua Dewan yang akrab disapa Dae Dita ini berjanji bahwa sejumlah tuntutan sesuai dengan keinginan para pejuang R3 PPPK Kabupaten Bima tersebut akan terus dikawal sampai tuntas. "Saya dan rekan-rekan komisi 1 beberapa waktu lalu telah melakukan komunikasi lebih awal dengan dinas terkait dan mengkonsultasikan hal ini. Insya Allah tuntutan teman-teman akan kami bantu," cetusnya.


Pada kesempatan itu, Dae Dita membacakan poin-poin penting tuntutan dari massa aksi, sekaligus ditandatangani oleh pihaknya sebagai bentuk keseriusan dalam menangani persoalan dimaksud. (Red)












WARTA BIMA,- Pasca bencana banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Wera dan Ambalawi pada Minggu sore kemarin (2/2), Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE.M.IP langsung menggelar Rapat Koordinasi Virtual melalui aplikasi zoom meeting Tanggap Darurat Bencana Banjir, Senin (3/2).


Rakor tersebut diikuti Sekda Kabupaten Bima, Adel Linggi Ardi, SE Kadis PUPR Suwandi ST.MT, Kabid Anggaran BPKAD, Para Kabid Terkait BPBD, Dinas Sosial, Camat Wera H. Ilham SH, Camat Ambalawi A. Muis, S.Sos dan Kepala Puskesmas Wera.


Mengawali arahannya, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada para keluarga korban banjir, sembari meminta agar seluruh elemen bersama-sama memberikan bantuan penanganan bencana agar masyarakat dapat kembali melaksanakan aktivitas seperti sedia kala.


"Pencarian para korban menjadi fokus penanganan. Camat dan Kades diminta memastikan data korban supaya tim bisa lebih fokus dalam melakukan pencarian dan penanganan para korban terdampak bencana," ujarnya. 


Selain pencarian korban, penanganan akses jalan yang terputus juga harus menjadi prioritas supaya bisa difungsikan kembali sebagaimana biasanya. Sesuai aspirasi Camat Wera, pengerahan alat berat dan penimbunan ruas jalan yang terputus bisa segera dilakukan agar infrastruktur tersebut bisa difungsikan.


"Saya minta, Kepala Dinas PUPR bisa berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai dan Balai Jalan dan Jembatan, agar penanganan infrastruktur jalan dan jembatan yang tergerus banjir," imbuhnya. 


Untuk memastikan penanganan warga, Bupati IDP juga menginstruksikan Kepala Dinas Sosial, terhitung mulai Senin ini agar segera mendirikan dapur umum pada lokasi yang memungkinkan untuk mengantisipasi terjadinya musibah susulan. Selain itu, Kepala Puskesmas Wera juga diminta untuk mendirikan Pos Pelayanan Kesehatan dan konseling psikologi kepada warga terdampak.


Terkait mobilisasi bantuan pencarian korban dan penanganan bencana, Bupati Bima meminta Sekretaris Daerah untuk segera berkoordinasi dengan Tim SAR, TNI dan Polri serta pihak terkait lainnya agar penanganan tanggap darurat pasca bencana lebih optimal. (Red)







MARI themes

Diberdayakan oleh Blogger.