Humas RSUD Bima, Sri Fujiyati bersama Rita Kartika 


WARTA BIMA,- Untuk menghadapi dan menyukseskan program Selasa Menyapa Bupati dan Wakil Bupati Bima di berbagai desa, lebih khusus di Desa Kombo dan Raba Kecamatan Wawo yang dijadwalkan berlangsung pekan depan 8-9 Juni 2026.

Jajaran RSUD Bima saat ini telah menyiapkan sebuah terobosan baru untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan Donor darah dalam program Selasa Menyapa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bima.

Direktur RSUD Bima melalui staf pada bagian Humas, Sri Fujiyati, Amkl.,ST didampingi Rita Kartika, SKM,M.kes kepada Media ini, Senin (1/6) mengatakan, terobosan baru yang akan dilakukan oleh jajaran RSUD Bima melalui kegiatan Selasa Menyapa tersebut adalah inovasi unggulan berbasis kearifan lokal berupa, Gerakan 1 Tokoh 10 Pendonor.

"Kegiatan ini nantinya terintegrasi dengan acara Ngopi Bareng bapak Bupati dan Wabup Bima bersama masyarakat Desa Kombo dan Raba," ujar Sri Fujiyati.

Wanita tangguh kelahiran Desa Kombo ini menjelaskan, dalam Inovasi berbasis kearifan lokal tersebut, jajaran RSUD Bima akan menempatkan tokoh masyarakat sebagai penggerak utama (agent of change) yang meliputi, Kepala Desa, Kepala Sekolah, tokoh agama dan tokoh pemuda. Setiap tokoh ini diharapkan bisa mengajak minimal 10 orang pendonor. 

"Komitmen ini dibangun melalui momentum kegiatan Ngopi Bareng (H-1) program Selasa Menyapa bersama masyarakat setempat," terangnya.

Humas RSUD Bima yang akrab disapa Bu Fuji ini menyebut, tujuan utama digagasnya sebuah gebrakan baru bertajuk inovasi unggulan berbasis kearifan lokal tersebut antara lain, Meningkatkan jumlah capaian donor darah secara signifikan, Membangun partisipasi masyarakat berbasis keteladanan tokoh, Menguatkan nilai gotong royong sebagai kekayaan lokal daerah serta Mengoptimalkan peran Humas sebagai penggerak komunikasi publik.

"Melalui program Selasa Menyapa ini, kita harapkan target capaian 40 kantong darah per kegiatan, 80 kantong per bulan dan 960 kantong darah dalam 1 tahun," imbuhnya.

Sri Fujiyati menambahkan, inovasi tersebut diharapkan menjadi branding unggulan RSUD Bima dalam mendukung program pemerintah daerah, sekaligus sebagai gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan. "Kami berharap, kegiatan ini juga semakin menguatkan peran komunikasi publik sekaligus dapat peningkatan capaian pelayanan donor darah di RSUD Bima," pungkasnya. (WB-01)





MARI themes

Diberdayakan oleh Blogger.