H. Kasnun Sorot Manajemen PDAM Wawo, Distribusi Air Sering Macet Tapi Tagihannya Lancar


H. Kasnun Ahmad


WARTA BIMA,- Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Wawo tak henti-hentinya mendapat sorotan tajam dari masyarakat, terutama para pelanggan air bersih.

Sorotan pada salah satu Perusahaan Daerah itu kembali muncul di ruang publik. Tak tanggung-tanggung kali ini datang dari salah satu tokoh Wawo yang pernah menjabat sebagai Direktur PDAM Cibinong Bogor Jawa Barat beberapa tahun silam, H. Kasnun Ahmad.

Kepada sejumlah Wartawan, Kamis (23/4), H. Kasnun yang juga salah satu pelanggan setia PDAM di wilayah Desa Maria Kecamatan Wawo ini, sangat mengeluhkan manajemen dan pelayanan yang diterapkan oleh jajaran PDAM Wawo. "Saya menilai, salah satu model pelayanan yang kurang baik, bahkan meresahkan para pelanggan itu terkait pendistribusian air bersih. Seperti contoh, airnya terkadang tidak mengalir selama satu minggu sampai 10 hari. Tapi tagihan pembayarannya rutin tiap bulan," ujarnya.

Oleh karena itu, H. Kasnun mendesak pihak PDAM khususnya bagian Distribusi dan Hubungan Langganan (Hublang), agar melakukan evaluasi pada setiap wilayah pelayanan. Apabila Debit airnya masih kurang untuk dilayani setiap hari terhadap konsumen, buatlah jadwal yang pasti hari apa saja setiap jona jaringan distribusi airnya, supaya para pelanggan (konsumen) bisa menyiapkan tempat penampungan air seperti Tong besar untuk kebutuhan sampai 3 hari.

"Air ini merupakan kebutuhan hidup yang sangat vital bagi manusia. Apalagi sebagian dari masyarakat Kecamatan Wawo ini sangat sulit untuk mendapatkan air bersih," ungkap H. Kasnun.

Salah satu pengusaha tersohor di Daerah Bima ini menegaskan, jika distribusi air tidak lancar, tapi penagihannya tetap rutin seperti saat ini, bisa saja kedepan manajemen PDAM Wawo akan dituntut bahkan dilaporkan ke petugas perlindungan konsumen. "Untuk mengatasi persoalan ini, solusi terbaiknya menurut saya, setiap Dusun khususnya di Desa Maria yang tidak mendapatkan suplay air bersih ini diberikan sumur bor untuk kran umum. Kalaupun dituntut oleh konsumen sudah ada sumber air alternatif yang disediakan. Harap disikapi dengan serius agar terhindar dari tuntutan konsumen," cetusnya.

Selain itu, H. Kasnun menyoroti kualitas air dari pipa PDAM yang berada diatas Kantor Polsek Wawo Dusun Panggalasa. Karena kondisi air yang bersumber dari sungai besar (Sori Na'e) tersebut tampak kotor dan berlumpur, sehingga tidak layak dikonsumsi. Pihaknya berharap kepada jajaran PDAM, terutama bagian Distribusi Tranmisi kalau selesai proses perbaikan, buanglah di Wosaut agar jaringan bersih dulu sisa air perbaikan yang kotor baru dari alirkan kepada para pelanggan (konsuman).

Kalaupun tidak ada Wosautnya, ajukan permohonan kepada Pemerintah Daerah untuk penambahan modal karena wosaut itu sangat penting dan harganya pun tidak mahal. "Usulan saya ini bukan untuk masyarakat Wawo saja, tapi untuk seluruh pelayanan PDAM di wilayah Kabupaten Bima," imbuhnya.

H. Kasnun mengaku, usul saran maupun masukan yang disampaikan tersebut murni untuk kebaikan bersama. Karena dikhawatirkan ada pelanggan PDAM yang kecewa dan mengerti hukum sehingga berujung dilaporkan ke lembaga konsumen, bahkan bisa dituntut juga secara materi seperti yang sering terjadi beberapa kota besar di Indonesia. Imbasnya, PDAM harus membayar kerugian kepada konsumen.

"Salah satu contoh, misalnya tidak ada air lantas beli air galon ataupun pindah tempat tinggal sementara di Hotel dan lainya," pungkasnya. (WB-01)