![]() |
| Camat Wawo saat memimpin Rakor |
WARTA BIMA,- Pemerintah Kecamatan Wawo Kabupaten Bima menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting dan Evaluasi Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan oleh tiga Dapur SPPG di Kecamatan Wawo, Kamis (30/4).
Rakor yang dihelat di Aula Kantor Camat Wawo tersebut dihadiri oleh Danramil Wawo, Kapolsek, Korwil Dikbudpora, para kepala sekolah, kepala desa dan kepala KUPT. Termasuk tiga pemilik SPPG MBG yang tersebar diwilayah Kecamatan Wawo. Diantaranya, SPPG RIZKI Wawo Kambilo, pimpinan Sri Rahmatiar, SPPG Uma Lengge pimpinan H. Kasnun dan SPPG Arumi.
Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar, S. Sos mengatakan, Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk mensinergikan program percepatan penurunan Stunting dengan implementasi nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, Rakor untuk sinergi program Stunting dan MBG ini melibatkan para stakeholder terkait seperti, Puskesmas, Kader PKK dan pihak BGN dalam melakukan sinkronisasi, agar program MBG secara spesifik menyasar kelompok beresiko stunting yakni, Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita.
Selain itu, rapat koordinasi ini dalam rangka untuk mengevaluasi dan pemantauan pada seluruh desa di Kecamatan Wawo, terkait capaian distribusi makanan serta mengatasi hambatan logistik di lapangan. Disamping itu, Rakor ini juga adalah bagian dari optimalisasi anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN), yang mengingatkan pentingnya efisiensi bahan baku makanan sesuai standar gizi yang ditetapkan guna memastikan kualitas bagi para penerima manfaat.
Camat Syarif mengaku, sesuai instruksi dari Pemerintah Pusat, pihaknya selaku kepala wilayah mulai saat ini akan bertugas memimpin koordinasi pendataan sasaran MBG agar tepat sasaran, terutama bagi warga yang membutuhkan gizi tambahan. Tidak hanya itu, pihaknya akan membangun sinergitas sekaligus menghubungkan satuan pelayanan seperti SPPG dengan kader-kader di desa untuk kelancaran distribusi rutin MBG.
"Saya harap kepada seluruh karyawan SPPG khususnya yang ada di Wawo ini, agar bisa bekerja dengan disiplin dan profesional. Jangan main-main karena anggaran negara yang digelontorkan untuk program MBG ini sangat besarlah," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Camat Wawo juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama para penerima manfaat dari makanan MBG, agar tidak sembarangan mengeluarkan kritikan dan hujatan yang berkaitan dengan kualitas menu MBG yang disajikan oleh setiap Dapur SPPG. "Kalau ditemukan ada makanan yang tidak sesuai standar gizi ataupun kondisinya sudah basi dan lainya, silakan ajukan keberatan sesuai mekanisme. Tapi pada intinya, setiap menu yang disajikan oleh para pengelola SPPG itu tidak perlu diprotes lagi, karena semuanya telah diolah sesuai standar gizi yang ditentukan oleh pihak BGN," pungkasnya.
![]() |
| Peserta Rapat Koordinasi |
Sementara itu, salah seorang pemilik Dapur SPPG di Kecamatan Wawo, H. Kasnun Ahmad dalam Rakor tersebut mengungkapkan bahwa selama ini, SPPG yang dinakhodainya selalu mengikuti peraturan dari Badan Gizi Nasional (BGN) RI, terutama yang berkaitan dengan kualitas menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan pada seluruh penerima manfaat seperti siswa mulai dari TK hingga SMA, guru-guru dan Posyandu di Kecamatan Wawo.
H. Kasnun mengaku, selama ini SPPG yang dikelolanya tidak pernah memberikan makanan sembarangan kepada para penerima manfaat. Kalaupun ada masyarakat yang keberatan dengan menu makanan tidak sesuai aturan dari BGN, silakan menyampaikan masukan bahkan teguran, karena itu akan dijadikan motivasi sekaligus bahan evaluasi bagi manajemen SPPG yang dipimpinnya.
"Pada prinsipnya, kalau ada yang merasa keberatan dengan pelayanan yang diberikan, terutama dalam hal menu MBG, silakan disampaikan langsung pada kami selaku pengelola SPPG Uma Lengge. Karena kami sangat terbuka dan senang hati menerima segala masukan dan kritikan dari masyarakat, terutama dari pihak Sekolah dan Posyandu selaku penerima manfaat MBG," tandas H. Kasnun. (WB-01)


