Empat Siswa SMAN 1 Wawo Dinyatakan Tidak Lulus, Kepsek Berikan Klarifikasi


Irwan, S.Pd


WARTA BIMA,- Nasib apes dialami empat orang siswa SMAN 1 Wawo Kabupaten Bima. Pasalnya, keempat pelajar yang diketahui berasal dari Desa Maria Utara dan desa lainya di Kecamatan Wawo ini dinyatakan tidak lulus Ujian Sekolah tahun ajaran 2025-2026.

Tidak terima dengan keputusan final yang dikeluarkan oleh pihak sekolah tersebut, sejumlah wali murid dan keluarga siswa yang gagal lolos meluapkan kekecewaan melalui Media Sosial. Bahkan sebagian dari mereka melakukan pengaduan dengan cara mendatangi pihak sekolah guna menanyakan secara langsung tentang penyebab dan alasan utama yang mengakibatkan anak mereka dinyatakan tidak lulus sekolah tersebut.

Menanggapi persoalan ini, Kepala SMAN 1 Wawo, Irwan, S.Pd yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (11/5), membenarkan adanya empat orang anak didiknya yang tidak lulus pada tahun pelajaran 2025-2026. Hanya saja masalah ini perlu diluruskan dan diklarifikasi bersama supaya pihak sekolah tidak dijadikan kambing hitam dan diharapkan tidak terjadi kegaduhan dikemudian hari.

Dalam klarifikasinya, Irwan, S.Pd mengungkapkan bahwa faktor utama yang menyebabkan keempat siswa tersebut dinyatakan tidak lulus ujian. Karena mereka tidak memenuhi standar kelulusan akibat tingkat kehadiranya di sekolah dinilai 0,0 persen, terutama selama satu tahun terakhir berada di kelas XII (3).

"Artinya, anak-anak yang tidak lulus ini tidak pernah masuk sekolah 1 kali pun untuk mengikuti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Mereka tiba-tiba hadir saat ujian akhir sekolah saja," ujarnya.

Irwan menyebut, dari keempat siswa yang tidak lulus tersebut, satu orang diantaranya diketahui sudah Menikah sebelum ujian. Sehingga dalam tata tertib dunia pendidikan, perilaku siswa seperti ini tidak diperbolehkan untuk diluluskan pada sekolah yang bersangkutan.

Irwan sangat berharap, seluruh anak didiknya yang mengenyam pendidikan di SMAN 1 Wawo bisa lulus semua. Namun disatu sisi ada beberapa siswa yang tidak hadir mengikuti proses KBM selama setahun sehingga tidak layak diloloskan, seperti dialami para siswanya yang tidak lulus tersebut. "Sebenarnya, kalau siswa itu mau lulus ujian prosesnya tidak sulit, kuncinya hanya satu rajin masuk sekolah meskipun tidak setiap hari. Tapi khusus bagi 4 orang yang tidak lulus ini tidak bisa ditolerir lagi, karena kehadiran mereka di sekolah 0 persen," cetusnya.

Irwan mengaku, untuk menjamin masa depan anak, pihaknya bersama seluruh dewan guru di SMAN 1 Wawo selama ini sudah berupaya maksimal membujuk para siswa yang tidak lulus untuk hadir di sekolah dengan cara melakukan pemanggilan, bahkan langsung dijemput di rumahnya masing-masing. Namun kerja keras yang dilakukan pihak sekolah tersebut hanya berujung sia-sia saja, karena segala daya dan upaya ini tidak pernah diindahkan oleh para siswa yang bersangkutan.

"Kami ingin kehadiran anak-anak di sekolah ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi kami, tapi sayang tidak pernah diindahkan, Akibatnya kami putuskan mereka tidak layak diloloskan, karena tidak memenuhi standar kelulusan," ungkapnya.

Disinggung apakah kedepan keempat siswa tersebut bisa mengikuti ujian ulang (susulan)? Irwan menegaskan bahwa dalam aturan, ujian susulan itu bisa dilakukan dengan catatan para siswa dalam kondisi tertentu seperti gangguan kesehatan (sakit) dan keluar daerah. Sementara kondisi para siswa yang tidak lulus di SMAN 1 Wawo ini semuanya baik dan normal-normal saja, tidak ada yang sakit maupun keluar daerah. Penyebabnya mereka hanya malas masuk sekolah.

"Intinya, tidak ada ujian susulan bagi keempat orang ini, kecuali mereka mau mengulang tahun depan. Kalau tidak sabar menunggu sampai 1 tahun, kami sarankan ikut ujian paket C di SMA terbuka saja yang lebih cepat, karena status Ijazahnya sama dengan di pendidikan formal," pungkas Irwan. (WB-01)