Korwil BGN Instruksikan Bangun Jalur Khusus Menuju Gudang Jagung di SPPG Uma Lengge Wawo, H. Kasnun Siap Gerak Cepat


H. Kasnun, saat menunjukan gudang Jagung yang sudah terpisah dengan ruang Dapur dihadapan Camat Wawo, perwakilan dari Dikes dan Korwil BGN


WARTA BIMA,- Polemik soal keberadaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Uma Lengge SPPG Bima Wawo Maria 3 yang dinilai satu atap dengan gudang penyimpanan Jagung akhirnya menemui titik terang, setelah pemilik SPPG mengundang sejumlah pihak untuk memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut.

Bahkan untuk mencarikan solusi terbaiknya terhadap masalah ini, H. Kasnun Ahmad selaku pemilik SPPG Wawo Maria 3 sekaligus Ketua Yayasan Peduli Umat Mbojo, telah menghadirkan secara khusus Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Bima dan jajaran Dinas Kesehatan. Tidak hanya itu, H. Kasnun juga mengundang Camat Wawo, Kapolsek dan Danramil Wawo termasuk sejumlah awak Media dan para mahasiswa Wawo yang kerap menyoroti kondisi Dapur MBG Uma Lengge satu atap dengan gudang Jagung dimaksud.

Dalam pertemuan yang berlangsung di SPPG setempat pada Selasa sore (5/5), H. Kasnun mengajak seluruh undangan yang hadir untuk melihat dari dekat kondisi seluruh ruangan tempat pengolahan menu makanan MBG yang ada di Dapur SPPG tersebut. Tidak hanya itu, dirinya juga memberikan kesempatan kepada Korwil BGN, pihak Dikes Kabupaten Bima, unsur Muspika Wawo dan para mahasiswa untuk menyaksikan secara langsung kondisi ruangan dalam area gudang jagung yang kerap disorot oleh para mahasiswa dan Media massa tersebut.

Hal ini untuk menunjukan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama para mahasiswa Wawo bahwa keberadaan antara Dapur pengolahan makanan MBG dengan gudang jagung itu tidak satu atap tapi terpisah. Karena kondisi kedua ruangan ini sudah dibatasi dengan sebuah dinding bangunan yang sangat kuat dan kokoh. Bahkan dinding pemisah ruangan dapur dan gudang ini sudah sekat permanen, jangankan Semut angin pun tidak bisa masuk. 

"Pada intinya, saya sangat menghargai perjuangan adik-adik mahasiswa, dan saya tidak alergi dengan kritikan sepanjang kritikan itu sifatnya membangun. Silakan sampaikan aspirasi pada kami, tapi dengan cara yang santun dan beradab," pungkas H. Kasnun.

Korwil BGN saat memerintahkan buat jalur khusus ke gudang Jagung


Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Bima, Bagus Naeni Santoso, S.Pd pada kesempatan tersebut menilai bahwa keberadaan gudang Jagung yang sudah terpisah dengan ruangan pengolahan menu MBG tidak menjadi masalah. Hanya saja dalam hal ini, sarana infrastruktur dan jalur distribusinya yang perlu dibenahi.

"Saya melihat tidak ada masalah di Dapur Uma Lengge SPPG Bima Wawo Maria 3 ini, cuman jalur untuk pendistribusian MBG dan Jagungnya harus dipisahkan. Jangan satu jalur kendaraan seperti ini," ujarnya.

Oleh karena itu, Bagus meminta kepada pihak pengelola SPPG setempat, agar segera membangun dinding pembatas untuk aktivitas bongkar muat jagung bila perlu disekat permanen semua. Dan yang lebih pentingnya lagi, untuk pintu masuk ke gudang ini, buatkan jalur khusus akses jalan di lahan (tanah) yang memang sudah tersedia saat ini di bagian barat lokasi gudang jagung tersebut.

"Intinya, buka jalan baru untuk aktivitas jagung ini, jangan melewati jalur keluar masuk distribusi makanan MBG," imbuhnya.

Bagus Santoso menyebut, aktivitas bongkar muat jagung boleh-boleh saja dilakukan di gudang tersebut, tapi dengan syarat jangan sekali-sekali memasukan Pupuk Bersubsidi seperti UREA dan lainnya. Karena makanan MBG dikhawatirkan bisa terkontaminasi dari pencemaran bahan kimia dalam kandungan pupuk tersebut.

Disisi lain, Korwil BGN Bagus Santoso juga mendesak pengelola Dapur Uma Lengge, agar melakukan pembenahan pada sejumlah ruangan untuk aktivitas pengolahan menu makanan MBG, seperti ruangan untuk Peking harus disekat permanen, fasilitas AC juga harus ditambah karena dirasa cukup pengat. Tidak hanya itu, jalur pencucian Ompreng dengan ruangan yang berhadapan langsung dengan jalur keluar masuknya bahan baku harus ditutup mati, supaya lalat dan hewan kecil lainya tidak bisa masuk di dalam area produksi makanan MBG.


Menanggapi sejumlah permintaan dari Korwil BGN Kabupaten Bima tersebut, pemilik Dapur Uma Lengge SPPG Bima Wawo Maria 3, H. Kasnun berjanji siap gerak cepat untuk merealisasikan sejumlah usulan dari Korwil BGN ini. Bahkan mulai Rabu besok pihaknya akan melakukan eksekusi dengan memerintahkan para tenaga kerja khusus untuk bekerja sesuai arahan Korwil BGN tersebut.

"Pokoknya, mulai besok kami sudah siap bekerja. Paling tidak membuat dinding pembatas antara gudang jagung dengan Dapur MBGnya dulu. Setelah itu baru dilanjutkan pada pembuatan jalan baru menuju gudang dan perbaikan sejumlah ruangan lainya yang ada di SPPG kami," tandasnya. (WB-01)