![]() |
| Tampak siswa melaksanakan KBM dalam ruangan beratap dan berdinding Terpal |
WARTA BIMA,- Sejak beberapa tahun yang lalu hingga saat ini, SDN 3 Maria masih memegang rekor siswa terbanyak di Kecamatan Wawo. Namun sayangnya, keberadaan sekolah yang berlokasi di Desa Ntori tersebut ternyata belum dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai, terutama ruang kelas untuk proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa.
Kepala SDN 3 Maria, Samsyiah, S.PdI ketika ditemui awak Media ini, Jum,at (22/5) mengungkapkan bahwa sekolah yang dipimpinnya saat ini memiliki siswa 185 orang, jumlah ini bahkan terbilang paling banyak dari seluruh Sekolah Dasar yang tersebar di wilayah Kecamatan Wawo.
Samsyiah mengaku sangat bersyukur dan bangga dengan antusiasnya para siswa-siswi yang menempuh pendidikan di sekolah setempat. Hanya saja, disatu sisi kondisi tersebut tidak didukung oleh sarana prasarana yang memadai, terutama ruang kelas ataupun Rombongan Belajar (Rombel) yang dinilai sangat terbatas.
Ia menyebut, akibat masih kurangnya ruang kelas yang tersedia di SDN 3 Maria tersebut, proses KBM sebagian siswa terpaksa dialihkan ke gedung lama bekas rumah dinas guru. Bahkan mirisnya lagi ada siswa yang melaksanakan KBM darurat di salah satu gedung tua yang beratapkan bahan Terpal. Selain itu, ruangan lain yang ada di SDN 3 Maria juga sampai saat ini masih dipinjam oleh pihak TK Flamboyan yang sekarang sudah berubah status menjadi TK Negeri.
"Imbasnya, sebagian siswa kami terpaksa belajar darurat pada ruangan eks rumah dinas dan di gedung tua beratapkan terpal, bahkan seluruh jendelannya pun juga ditutup pakai terpal," ujarnya.
![]() |
| Kepala SDN 3 Maria |
Melihat kondisi di lapangan yang cukup memprihatinkan ini, Kepsek Samsiah sangat mengharapkan kepada pihak Pemerintah Daerah, terutama Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, agar memperhatikan kondisi ril yang terjadi di SDN 3 Maria. Paling tidak, bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), lagipula lahan yang tersedia untuk penambahan RKB tersebut saat ini masih sangat luas di lokasi sekolah yang dinakhodainya.
"Untuk mengatasi kekurangan sarana dan prasarana pembelajaran di SDN 3 Maria ini, kami tidak butuh banyak pada Pemerintah, tapi hanya minta tambahan RKB saja, karena kondisi sekolah kami sampai sekarang masih kekurangan 4 ruangan belajar (Rombel)," tuturnya.
![]() |
| Kondisi Ruangan beratap Terpal |
Disinggung soal program Revitalisasi satuan pendidikan tahun anggaran 2026 ini? Samsiah mengaku bahwa SDN 3 Maria sekarang memang sudah dipastikan mendapat bantuan dana revitalisasi dari Pemerintah Pusat. Hanya saja dirinya belum bisa memastikan total anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan gedung sekolah yang dipimpinnya, karena saat ini masih dalam proses.
"Kami berharap, anggaran revitalisasi ini bisa diberikan oleh Pemerintah sesuai kondisi sekolah, terutama untuk bangun RKB dan rehab sejumlah ruangan lainnya yang menjadi prioritas kami di SDN 3 Maria Kecamatan Wawo," pungkasnya. (WB-01)



