18 Kelompok Tani di Kecamatan Wawo Dapat Bantuan Bibit Jagung Varietas MAXXI


KUPT Pertanian Wawo saat menyerahkan bantuan bibit Jagung pada petani


WARTA BIMA,- Sebanyak 18 Kelompok Tani (Poktan) yang tersebar pada berbagai desa diwilayah Kecamatan Wawo, saat ini kembali mendapat bantuan bibit (benih) Jagung dengan varietas yang tergolong baru bagi masyarakat Wawo. Bibit jagung dengan merek Maxxi 1 tersebut diterima oleh 18 ketua Poktan di halaman Kantor BPP Kecamatan Wawo, Rabu kemarin (24/6).

Kepala UPT Pertanian dan Perkebunan Kecamatan Wawo, Iwan Purnamawan, SP didampingi Koordinator Penyuluh (Korluh), Emi Kusrini, S.ST usai pembagian bibit mengatakan, benih jagung hibrida varietas Maxxi 1 tersebut diperuntukan kepada 18 Kelompok Tani yang tersebar di seluruh desa se-Kecamatan Wawo, kecuali Desa Riamau.

"Jumlah keseluruhan benih jagung yang kita salurkan pada 18 Poktan ini sebanyak 2.715 kilogram, dengan luas lahan mencapai 181 Hektar (Ha)," ujarnya.

Iwan menyebut, bibit jagung Maxxi yang sudah diterima oleh 18 Poktan di Kecamatan Wawo tersebut, nantinya akan dipergunakan untuk Musim Kemarau dua (MK-2) atau MT-3, dengan jadwal tanam dimulai pada bulan Juli hingga September 2026 mendatang.

Emi Kusrini saat menunjukan bibit Jagung yang disalurkan ke 18 Poktan 


Sementara itu, Kepala BPP Kecamatan Wawo yang kini sudah berubah nama menjadi Koordinator Penyuluh (Korluh), Emi Kusrini, S.ST mengungkapkan, selain mendapat bibit jagung, sejumlah Kelompok Tani yang tersebar diberbagai wilayah Kecamatan Wawo juga akan mendapat program bantuan Irigasi Pompa Air (Irpom) dari Pemerintah.

"Pelaksanaan program Irpom ini dipastikan akan dimulai pada awal Juli 2026 mendatang," ujarnya.

Emi Kusrini menyebut, Kelompok Tani yang mendapat program Irpom tersebut berjumlah sebanyak 9 Poktan yang terdiri dari 4 Poktan di Desa Raba dan masing-masing 1 Poktan di Desa Kombo, Tarlawi, Kambilo, Maria Utara dan Desa Ntori. "Program ini nantinya akan dikerjakan oleh ketua dan anggota Poktan di desanya masing-masing. Bahkan anggaranya pun langsung masuk melalui rekening kelompok yang bersangkutan," terangnya.

Tidak hanya itu, pada pertengahan tahun 2026 ini, sebanyak 28 Kelompok Tani di Kecamatan Wawo juga akan mendapat program Optimalisasi Lahan (Oplah) dari Pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, dengan luas lahan mencapai 231 Hektar (Ha).

"Tujuan program Oplah ini untuk menanam Padi bagi masyarakat, dari satu kali setahun bisa meningkat menjadi tiga kali dalam setahun atau dari IP 2 ke IP 3," imbuhnya.

Emi Kusrini menambahkan, pada tahun 2026 ini juga, tiga desa di Kecamatan Wawo dipastikan akan mendapat program Bor Air Sumur Dalam. Tiga desa tersebut yakni Desa Kombo, Kambilo dan Desa Ntori. "Pada intinya, semua program yang masuk di Kecamatan Wawo, seperti Irpom, Oplah dan Bor Air ini tujuannya untuk meningkatkan Swasembada Pangan sesuai yang ditargerkan oleh Pemerintah Pusat," pungkasnya. (WB-01)