WARTA BIMA,- Kabar gembira bagi Pemerintah dan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bima. Pasalnya, dalam bulan Agustus 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Bima mendapat dana tambahan alokasi transfer ke daerah (TKD) dengan nilai total sebesar, Rp. 277 Milyar.
Dari angka tersebut sebanyak Rp. 202 milyar merupakan Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan dan sisanya Rp.75 Milyar merupakan Kurang Bayar-Dana Bagi Hasil (KB-DBH).
Bupati Bima Ady Mahyudi mengatakan bahwa dengan masuknya dana tambahan ke daerah tersebut, tentunya memiliki arti yang sangat penting bagi Pemerintah Kabupaten Bima, terutama untuk memenuhi alokasi belanja yang tertuang dalam APBD Tahun Anggaran 2026.
"Hadirnya dana tambahan ini sangat penting untuk kelanjutan pembanguan di daerah Kabupaten Bima," ujar Bupati Bima, Ahad (9/8).
Menurutnya, anggaran sebesar, Rp. 227 milyar tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk merealisasikan belanja prioritas pemerintah daerah yang sebelumnya sudah direncanakan, tapi belum bisa direalisasikan, karena adanya lain-lain pendapatan daerah yang tidak masuk seperti, pendapatan perusahaan tambang yang beroperasi di Provinsi NTB.
Selain itu, dana tambahan ini diharapkan bisa memenuhi belanja jasa Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya tenaga PPPK reguler dan PPPK - PW, sehingga dapat mendorong peningkatan kinerja dan disiplin. Disamping itu, dalam upaya peningkatan kinerja pemerintah desa, anggaran ini secara signifikan penting bagi penambahan belanja wajib (mandatory spending) 10 persen Alokasi Dana Desa (ADD), yang bisa digunakan untuk belanja perioritas pembangunan di Desa.
Bupati Bima menambahkan, dana tambahan ini juga dapat digunakan untuk penambahan belanja iuran BPJS Kesehatan. Peningkatan Kesehatan Masyarakat dalam kerangka cakupan kesehatan semesta/universal health coverage (UHC) yang dititikberatkan pada pencegahan dan pengobatan, mulai dari promosi kesehatan, pencegahan penyakit (seperti imunisasi dan skrining) hingga pengobatan kuratif dan rehabilitatif. Sehingga pada gilirannya akan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian dan membantu menekan angka kematian ibu dan anak serta mengendalikan laju penyakit sejak dini. (Red)

