Arena Utama MTQ Tingkat Kecamatan Wawo


WARTA BIMA,- Pemerintah Kecamatan Wawo bersama seluruh jajaran panitia siap menggelar Musabaqah Tilawatil Qur,an (MTQ) Tingkat Kecamatan Wawo tahun 2023 yang akan dimulai Selasa malam (18/7) di lapangan umum Desa Pesa.

Untuk menyukseskan pelaksanaan MTQ Kecamatan Wawo yang ke-XXXVIII tersebut, Camat Wawo bersama seluruh panitia hingga kini terus mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan MTQ, terutama persiapan arena utama (Panggung) MTQ. Bahkan persiapan tersebut saat ini sudah mencapai 95 persen.

Ketua Panitia MTQ yang juga Sekretaris Camat Wawo, Maman A. Kadir, S. Sos saat ditemui awak Media ini Minggu malam (16/7) mengatakan, selama dua pekan terakhir ini, pihaknya bersama seluruh jajaran panitia MTQ dan sejumlah elemen masyarakat Wawo terus berupaya maksimal mempersiapkan segala sesuatu untuk kelancaran dan kesuksesan kegiatan keagamaan tersebut. 

Maman menyebut sejauh ini pembuatan panggung tilawah yang cukup megah sudah hampir rampung, tinggal lampu listrik dan Kuba pada bagian atas panggung yang belum dipasang. Selain itu, pihak panitia yang dibantu oleh beberapa warga dan para pemuda Karang Taruna Muda Mandiri Desa Kombo, kini sedang menyelesaikan proses pengecetan dan penanaman beberapa jenis pohon Bonsai serta bunga-bunga yang indah di sekitar arena utama panggung MTQ tersebut.

"Saya optimis pemasangan Kuba, Lampu, pengecetan dan bunga-bunga ini akan selesai semua pada Senin besok (hari ini-red)," ujarnya.

Diakuinya, untuk menyambut sekaligus menyukseskan iven besar MTQ Tingkat Kecamatan Wawo ini, pihaknya bersama jajaran pemerintah kecamatan dan seluruh panitia lainnya terus bekerja secara marathon mulai pagi hingga malam hari untuk membuat panggung yang megah. Termasuk menyiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan pelaksanaan MTQ dimaksud.

"Alhamdulillah, persiapan itu sekarang hampir rampung semua, dan kami pun sudah siap menggelar MTQ tingkat Kecamatan Wawo yang ke 38 tahun 2023 ini," imbuhnya.

Maman sangat berharap pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Wawo yang dimulai Selasa malam, dapat terlaksana dengan baik, aman, lancar dan sukses. Sehingga bisa melahirkan Qori dan Qoriah terbaik dari Kecamatan Wawo yang nantinya bisa bersaing di tingkat Kabupaten maupun pada jenjang yang lebih tinggi lagi. (WB-01)












Algi Syarif Bersama Puluhan Warganya sedang Pemikul salah satu bagian Rumah yang Dipindahkan


WARTA BIMA,- Warga Desa Ntori Kecamatan Wawo Kabupaten Bima banyak memiliki tradisi yang juga menjadi kearifan lokal daerah. Salah satu tradisi yang masih terjaga sampai saat ini adalah gotong royong memindahkan rumah.

Tradisi yang terbilang unik itu kembali ditunjukan oleh Kades Ntori bersama ratusan warganya ketika memindahkan sebuah rumah kayu milik Andik yang berlokasi di RT. 07 Dusun Mangge To,i desa setempat, Minggu (16/7). 

Kepala Desa Ntori, Algi Syarif, S. Sos usai pemimpin gotong royong pemindahan rumah warga tersebut mengatakan, sebagai wujud kepedulian pada masyarakat, dirinya wajib membantu dan melibatkan diri dalam setiap kegiatan sosial kemasyarakatan. Salah satunya, ikut membantu mengangkat sekaligus memindahkan rumah warga yang berada di Dusun Mangge To,i dimaksud.

Syarif mengaku, untuk memindahkan sebuah rumah kayu sebanyak 12 sampai 16 tiang itu bukanlah perkara mudah. Namun berkat tradisi gotong royong warga Desa Ntori yang sudah berlangsung selama ratusan tahun, rumah milik Andik tersebut akhirnya dapat dipindahkan sejauh sekitar 100 meter dari tempat semula.

"Gotong royong seperti ini sudah sangat melekat di hati kami warga Desa Ntori. Buktinya, ratusan warga baik yang tua maupun muda bahkan anak-anak sekalipun, semuanya ikut terlibat dalam proses pemindahan rumah dan akhirnya pindah rumah itu kini berhasil dan sukses," ujar Syarif.

Rumah Warga yang Mulai Diangkat dan Dipindahkan 

Kades Ntori dua periode ini menyebutkan bahwa sebagai aparatur Pemerintah Desa, dirinya selalu siap untuk membantu dan melayani masyarakat dalam hal apapun yang bernilai positif. Karena membantu sesama itu sudah merupakan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin yang ada ditingkat desa.

"Kesulitan apapun yang dialami oleh warga, termasuk mau pindah rumah itu pasti ada jalan keluarnya kalau kita berkolaborasi dengan baik melalui kebersamaan dan gotong royong seperti ini," pungkas Algi Syarif. (Red)












WARTA BIMA,- Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E. M.IP, Kamis malam (13/7), membuka secara resmi event akbar Hari Jadi Desa.Maria Kecamatan Wawo yang ke-223.

Acara yang dipusatkan di situs budaya Uma Lengge Desa Maria tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima dan para Kabid, unsur Muspika Wawo, tokoh masyarakat dan sesepuh adat Wawo, Korwil Dikbudpora, Kepala UPT, Pengawas Pendidikan,  Kepala Sekolah dan Kepala Desa Se-Kecamatan Wawo. 

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. M. IP dalam sambutannya mengungkapkan, Desa Maria memiliki begitu banyak potensi dan kekhasan budaya yang tentunya bisa menggambarkan keragaman Kecamatan Wawo dan Kabupaten Bima. "Peringatan Hari Jadi seperti ini merupakan yang patut diapresiasi dan dirayakan secara bersama, menjadi tolak ukur pembangunan, evaluasi kinerja kepemimpinan kepala desa yang dipilih langsung oleh rakyatnya"," ujarnya.


Bupati IDP menyebutkan, di usianya yang ke 223 tahun ini, Desa Maria telah menunjukkan eksistensi dan jati dirinya sebagai desa yang lebih awal terbentuk. Desa Maria memiliki akar budaya dan tingkat pemahaman dan  kesejahteraan masyarakat yang seyogyanya harus lebih baik dibanding desa lainnya.


"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya generasi muda yang tetap melestarikan adat dan budaya serta kesenian tradisional yang ada di Desa Maria, terutama keberadaan Uma Lengge yang menjadi ciri khas Desa Maria dan Kecamatan Wawo pada umumnya," imbuhnya.



Untuk mendukung pelestarian warisan budaya Uma Lengge, Bupati Bima dua periode ini secara khusus menginstruksikan Kadis Pariwisata Kabupaten Bima untuk memprioritaskan langkah perbaikan, agar bangunan yang ada tetap lestari dan generasi muda dapat terus belajar dan bangga dengan keberadaan Lengge dimaksud.


Pada momen bersejarah tersebut, Bupati Bima menyerahkan bantuan pribadi kepada panitia pelaksana kegiatan HUT Desa Maria sebesar, Rp.5 juta. Selain itu, Umi Dinda juga menerima cinderamata berupa sarung khas Bima dari ketua Tim Penggerak PKK Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. (Red)
















Bupati Bima


WARTA BIMA,- Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. M.IP, membuka secara resmi perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang ke-XXXII Tingkat Kecamatan Sape, Kamis malam (13/7). Kegiatan keagamaan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Sape tersebut, diikuti sebanyak 651 peserta (Kafilah) dari 18 Desa se-Kecamatan Sape. 

Event Akbar tersebut diawali penampilan grup Kasidah, Marawis, dan tarian serta Pawai Ta'ruf para kafilah yang berasal dari 18 desa, organisasi sosial dan sekolah Se-Kecamatan Sape.


Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. M. IP dalam sambutannya mengatakan, Kecamatan Sape merupakan pintu gerbang Provinsi Nusa Tenggara Barat dari sebelah timur yang memiliki tantangan tersendiri dalam membina generasi muda. Oleh karena itu, aspek yang paling penting bukan hanya menggalakkan baca tulis Al-Quran, Tapi banyak membekali para remaja dan generasi muda, agar memahami isi kandungan ayat suci dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kepada para orang tua, Bupati IDP kembali menghimbau agar terus menanamkan pentingnya pendidikan agama yang baik, berbarengan dengan pendidikan formal dan memastikan para guru mengaji di seluruh TPA dan TPQ yang ada benar-benar mendapatkan perhatian dari orang tua, pemerintah desa dan kecamatan sehingga terus mencetak generasi yang Qurani.

Terkait penyelenggaraan MTQ Ke-32 Kecamatan Sape, di hadapan Camat Sape Muhammad Akbar SP. M.Si, unsur Muspika, para alim ulama dan kepala desa, Bupati Bima mengharapkan agar momen MTQ dapat dijadikan wahana untuk meningkatkan prestasi di bidang keagamaan.
"Khusus Kecamatan Sape, agar tidak puas dengan prestasi yang telah diraih, tetapi harus terus mencetak generasi-generasi Qurani sehingga Qori dari Sape bisa dipastikan mutu dan kemampuannya," ujarnya.


Sebelumnya, Ketua Panitia MTQ, Ustadz Subhan, S.Pdi dalam laporannya menjelaskan bahwa Pelaksanaan MTQ berlangsung selama 8 hari pada 4 Arena yaitu arena utama Aula Kantor Camat Sape, Masjid Besar Al Munawarah, SMP 3 Sape dan SMA 1 Sape.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bima yang akrab disapa Umi Dinda ini menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp. 5 juta dan Ketua DPRD Kabupaten Bima juga memberikan sumbangan Rp. 5 juta untuk penyelenggaraan MTQ. Bantuan lainnya diserahkan yaitu, uang senilai Rp. 40 juta untuk pembangunan salah satu masjid di Kecamatan Sape dan peralatan marawis.

Acara pembukaan MTQ tingkat Kecamatan Sape tersebut dihadiri sejumlah Anggota DPRD Dapil Sape-Lambu, Sekda Drs. H.M. Taufik HAK, M.Si, Asisten II Setda Ir. Syaifudin, Kadis PUPR Suwandi ST, MT, Kadis Kominfostik Kamaluddin, S.Sos, Kadis Lingkungan Hidup Ir. Jaidun, Kalak BPBD Drs. Isyrah, para Kepala Bagian Lingkup Setda dan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bima. (Red) 














Drs. H. Zainuddin, MM


WARTA BIMA,- Jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bima, Kamis pagi (13/7), mendistribusikan bantuan dana hasil Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) kepada delapan Asnaf yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Wawo.

Delapan asnaf yang menerima bantuan di gedung Paruga Na,e Wawo tersebut yakni, Fakir, Miskin, Amil, Mualaf, Gharimin, Riqah, Ibnu Sabil dan Sabilillah.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bima, Drs. H. Zainuddin, MM mengatakan, bantuan yang diberikan kepada delapan asnaf tersebut, bersumber dari hasil Zakat Fitrah, Zakat Mal dan zakat lainnya yang terkumpul dari masyarakat Kecamatan Wawo tahun 2023.

H. Zainuddin menyebutkan, hasil zakat yang terkumpul dari masyarakat Wawo sampai saat ini sudah mencapai, Rp. 240 juta. Dari jumlah tersebut, 75 persen atau sebanyak, Rp. 90 juta dikembalikan lagi kepada masyarakat Wawo, terutama untuk membantu delapan asnaf dimaksud. 

"Pola pembagian hasil zakat yang kami terima dari seluruh kecamatan, termasuk Wawo itu yakni, 50 persen untuk BAZNAS Kabupaten Bima, 30 persen untuk desa dan 20 persen untuk kecamatan masing-masing," ujarnya.

H. Zainudin mengaku sangat bersyukur dan bangga dengan hasil yang dicapai oleh Kecamatan Wawo dalam hal pengumpulan zakat. Karena pada tahun 2023 ini, Kecamatan Wawo mendapat 7 besar dari 18 kecamatan se-Kabupaten Bima. Artinya, sebanyak 60 persen masyarakat Wawo ini sudah melunasi kewajibanya membayar zakat, termasuk zakat mal hasil pertanian Padi dan Jagung.

"Memang sejauh ini masih ada 40 persen masyarakat Wawo yang belum membayar zakat, tapi hasil zakatnya bisa masuk 7 besar. Saya harap masyarakat Wawo bisa melunasi sisa zakatnya ini melalui UPZ kecamatan dan desa masing-masing," imbuhnya.

Mantan Kabag Kesra dan Camat Palibelo Kabupaten Bima ini, menyampaikan terima kasih kepada camat Wawo, para kepala desa, UPZ kecamatan dan UPZ desa yang telah berupaya maksimal  untuk mengumpulkan zakat dari masyarakat yang ada diseluruh wilayah Kecamatan Wawo.

"Saya harap, kesadaran masyarakat Wawo untuk membayar zakat ini kedepan semakin tinggi, dan semoga hasil zakat Kecamatan Wawo dan Kabupaten Bima pada umumnya  semakin meningkat lagi pada tahun-tahun berikutnya," pungkas H. Zainudin.

Suasana Pendistribusian Dana Zakat di Gedung Paruga Na,e Wawo

Sementara itu, Ketua BAZ Kecamatan Wawo melalui Bendaharanya, Andiman A. Kadir, S. Pd menjelaskan, total dana zakat yang digelontorkan untuk membantu 8 asnaf di Kecamatan Wawo tersebut mencapai, Rp. 92 juta, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 260 orang.

Andiman yang juga tenaga pendidik (Guru) di SMAN 1 Wawo ini menambahkan, jumlah bantuan yang diterima oleh para asnaf tersebut masing-masing bervariasi, terutama untuk guru-guru sukarela, siswa dan aparat Masjid. Selain itu, pihak BAZNAS Kabupaten Bima juga memberikan biaya untuk bedah rumah dan bantuan bibit Jagung jenis NK Sumo pada sejumlah asnaf tersebut.

"Biaya bedah rumah ini khusus untuk tiga warga (KK) yang ada di Desa Ntori, Riamau dan Kombo saja. Sementara bantuan bibit Jagung diberikan pada satu orang setiap desa di Wawo, dengan jumlah bibitnya masing-sebanyak 20 Kilogram atau 1 dus per orang," tandas Andiman. (Red)









A. Gani, M. Pd Didampingi Korwil Dikbudpora Wawo dan Para Fasilitator saat Memberikan Sambutan


WARTA BIMA,- Sedikitnya, 100 orang guru dan kepala sekolah yang tersebar pada 17 SD, MI diwilayah Kecamatan Wawo, mengikuti pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Gelombang Pertama di gedung SDN 2 Maria.

Pelatihan IKM yang diselenggarakan oleh Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari yakni, mulai Selasa 11 hingga 14 Juli 2023.

Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima yang diwakili pejabat pada Bidang PTK, Abdul Gani, M. Pd mengatakan, Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum satuan pendidikan baru yang mulai diterapkan di Indonesia. Seiring dengan perubahan tersebut, Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima berupaya menerapkan lebih awal kurikulum merdeka dari yang ditargetkan oleh pemerintah pusat tahun 2024 mendatang.

Menurutnya, salah satu upaya untuk menerapkan kurikulum baru tersebut adalah, mengadakan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) untuk guru-guru dan kepala sekolah, termasuk para pengawas pendidikan, karena pengawas inilah yang mengawasi jalanya proses pembelajaran di sekolah.

"Pokoknya, kita genjot terus pelatihan IKM seperti ini, supaya kita tidak ketinggalan dalam menerapkan kurikulum merdeka, khususnya pada sekolah-sekolah SD dan SMP diwilayah Kabupaten Bima," ujarnya.

A. Gani berharap, seluruh peserta yang mengikuti pelatihan IKM tersebut, dapat memahami dengan baik semua materi yang disampaikan oleh para fasilitator (Narasumber). Dengan begitu, para peserta nantinya bisa membuka sendiri aplikasi yang terkait dengan IKM di sekolah maupun di rumahnya masing-masing.

"Kalaupun ada peserta yang belum paham, silakan tanyakan langsung pada fasilitatornya, jangan diam. Karena harapan besar kami, guru-guru dan Kepsek yang dilatih ini bisa mengimplementasikan kurikulum merdeka lebih awal pada tahun 2023 ini," imbuhnya.

Peserta Pelatihan IKM

A. Gani menghimbau kepada para peserta supaya hasil yang diperoleh dalam pelatihan IKM ini, bisa ditindaklanjuti sekaligus diaplikasikan pada sekolah masing-masing. Pemerintah Daerah melalui Dinas Dikbudpora memliki komitmen yang kuat untuk melaksanakan dan menyukseskan program dari Kementrian Pendidikan RI, berupa IKM dimaksud.

"Hal ini semata-mata bertujuan untuk kemajuan dunia pendidikan, khususnya di Daerah Kabupaten Bima," pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Dikbudpora Kecamatan Wawo, Ismail, S. Pd mengatakan bahwa pelatihan IKM merupakan wahana untuk pengembangan diri sekaligus meningkatkan kompetensi guru.

Tujuan utama dari kegiatan pelatihan ini adalah, untuk memberikan sebuah pembelajaran yang sangat berharga pada para kepala sekolah dan guru-guru dalam hal mengimplementasi kurikulum merdeka. "Saya harap, para guru nantinya bisa paham dengan tugas utamanya, terutama yang berkaitan dengan IKM. Dan semoga ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini bisa diaplikasikan di sekolahnya masing-masing," cetusnya.

Ismail mengaku, animo guru-guru untuk mengikuti pelatihan tersebut cukup tinggi dan sangat luar biasa. Terbukti, jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan ini mencapai 100 orang, padahal yang diundang hanya 80. Bahkan dalam satu sekolah ada yang mengutus 4 sampai 6 orang guru untuk mengikuti pelatihan IKM dimaksud.

"Anggaran untuk pelatihan ini murni swadaya dari guru-guru sertifikasi. Mereka memang wajib memberikan sumbangan, karena kegiatan ini untuk meningkatkan mutu guru itu sendiri, terutama guru-guru yang dapat sertifikasi," pungkas mantan Kepala SDN Tarlawi dan SDN Teta Kecamatan Lambitu ini.


Seperti diketahui, lima fasilitator yang dilibatkan dalam pelatihan IKM tersebut, merupakan orang-orang yang terlatih di aplikasi Plafon Merdeka Belajar (PMB), sekaligus guru penggerak yang sudah lolos seleksi. Kelima fasilitator itu masing-masing berasal dari SMPN 1 Sape 2 orang, SMPN 7 Sape, SMPN 1 Wawo dan seorang pengawas pendidikan dari Kecamatan Sape. (WB-01)











 



WARTA BIMA,- Setelah membuka MTQ Tingkat Kecamatan Lambu sehari sebelumnya, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. M. IP, kembali membuka kegiatan MTQ Tingkat Kecamatan Sanggar, Jum’at malam (7/7). Pada kesempatan tersebut turut hadir Staf Ahli Bupati Bima, Asisten I, Asisten III Setda, Kadis DLH, Kadis Dukcapil, Kadis Perkim dan Kadis Koperasi Kabupaten Bima. 

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M.IP dalam sambutanya, menyampaikan pentingnya peran orang tua dan masyarakat mengawasi putra-putrinya. Para orang tua diharapkan dapat membentengi setiap remaja dan generasi muda dari bahaya Narkoba. Orang tua juga harus mampu menciptakan kehidupan keluarga yang bisa membuat anak-anaknya nyaman belajar.

"Dengan pendidikan keluarga yang baik, maka kita akan mampu membentengi dengan baik generasi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan  daerah yang kita cintai di masa depan," ujarnya.

Selain pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak, Bupati IDP juga menghimbau masyarakat khususnya ASN agar memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif. "Saya juga mengingatkan kepada ASN untuk arif dan bijak menggunakan media sosial dan memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin bagi kemaslahatan," pungkasnya.

Untuk mendukung penyelenggaraan MTQ tingkat Kecamatan Sanggar, pada momen tersebut, Bupati Bima menyerahkan bantuan pribadi senilai Rp. 5 juta kepada panitia pelaksana kegiatan.  Selain itu juga diserahkan paket kitab suci Al-Quran kepada Camat Sanggar. 

Sebelumnya, Ketua Panitia Haryono, S.Pd. M.Si melaporkan bahwa penyelenggaraan MTQ Tingkat Kecamatan Sanggar akan digelar dari tanggal 7 hingga 12 Juli 2023, dengan jumlah mata lomba yang dipertandingkan sebanyak 6 cabang diikuti oleh 139 kafilah. (Red)











Drs. H. Syahrir, M. Si


WARTA BIMA,- Setelah menunaikan ibadah haji selama sebulan penuh di tanah suci Makkah dan Madinah. Sebagian besar Jamaah Haji asal Indonesia saat ini sudah kembali ke tanah air melalui Kloter masing-masing. Lantas bagaimana dengan Jamaah Haji asal Kota Bima NTB?

Kepala Kementrian Agama Kota Bima, Drs. H. Syahrir, M. Si yang dikonfirmasi awak Media mengatakan, sebanyak 195 orang Jamaah Haji asal Kota Bima dipastikan akan kembali ke Kota Bima pada 29 Juli 2023 mendatang.

"Sebenarnya, jumlah Jamaah Haji Kota Bima yang berangkat haji tempo hari sebanyak 196 orang. Tapi 1 orang sudah meninggal dunia akibat sakit, sehingga jumlahnya saat ini tinggal 195 orang," ujarnya.

H. Syahrir menyebutkan, pada saat pulang kembali ke Kota Bima nanti, 195 Jamaah haji asal Kota Bima tersebut tergabung dalam Kelompok terbang (Kloter) 8, dan akan tiba di embarkasi Mataram pada 28 Juli sekitar pukup 15:10 Wita.

Setelah dari Mataram, rombongan Jamaah Haji ini akan kembali ke Kota Bima menggunakan pesawat komersial pada 29 Juli. Keesokan harinya atau 30 Juli 2023 mereka sudah tiba di rumahnya masing-masing. "Saya harap, seluruh Jamaah Haji Kota Bima ini bisa pulang dengan selamat di Kota Bima, sekaligus mendapat haji yang mabrur," pungkas H. Syahrir.

Mantan Kepala Kemenag Kabupaten Bima dan Dompu ini menambahkan, kepulangan 195 Jamaah Haji asal Kota Bima tersebut, tetap didampingi oleh tiga orang petugas dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPIH) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) yang terdiri dari, dua ASN di Kantor Kemenag Kota Bima dan MAN 1 Bima. Termasuk tiga orang TPHD, yakni, Sekda Kota Bima, pegawai Dikes dan satu tokoh agama. 

Seperti diketahui, satu orang Jamaah Haji Kota Bima yang meninggal dunia pada 4 Juli 2023 akibat sakit itu bernama, Nur Apriyati (45) asal Desa Rato Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. (Red)













 


Camat Wawo saat Menyerahkan Tropy pada Para Juara MTQ


WARTA BIMA,- Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar, S. Sos menutup secara resmi kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Desa Kombo yang dihelat di gedung Paruga To,i desa setempat, Kamis malam (6/7).

Pada acara penutupan yang cukup meriah tersebut, Camat Wawo memberikan apresiasi, sekaligus memuji hasil karya nyata yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Kombo dan jajaran panitia dalam menyukseskan kegiatan keagamaan tersebut, terutama dari segi kemegahan panggung MTQ.

Camat Syarif mengaku sangat terinspirasi dengan hasil karya yang dilakukan oleh pihak panitia dan seluruh anggota Karang Taruna Muda Mandiri Desa Kombo tersebut. Karena para pemuda kreatif ini dinilai telah menampilkan suguhan yang sangat menarik dan berbeda dengan desa-desa lainya. "Luar biasa, adik-adik panitia dan Karang Taruna Desa Kombo sudah tampil beda dengan yang lain," ujarnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kecamatan Wawo ini menyebut, Karang Taruna Muda Mandiri telah mampu berinovasi dengan cara mendesain dan merancang sebuah panggung MTQ yang begitu megah. "Untuk itu, saya harap inovasi yang ditunjukan oleh adik-adik karang taruna Desa Kombo ini, bisa menjadi motivasi bagi karang taruna yang ada di desa lain, khususnya diwilayah Kecamatan Wawo," imbuhnya.

Kades Kombo Didampingi Istri Tercinta, saat Menyerahkan Piala pada Perwakilan Juara Umum 

Pada momen tersebut, Camat Wawo juga memuji kepemimpinan Bunyamin, S. Pd dalam hal koordinasi dan komunikasi untuk membangun Wawo dan Kabupaten Bima pada umumnya. Karena Kades Kombo dua periode ini selalu hadir dalam setiap kegiatan rapat dan agenda-agenda lainya yang dilaksanakan di kantor camat Wawo. 

Khusus kepada para kontestan (peserta) yang mendapat juara pada perhelatan MTQ Tingkat Desa Kombo ini, Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar mengingatkan agar tidak cepat puas, tapi harus terus belajar dan mengembangkan diri untuk membaca dan memahami isi kandungan dalam Alqur'an. 

Ia berharap, para peserta ataupun adik-adik yang mendapat juara tersebut, nantinya bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi pada ajang MTQ tingkat kecamatan, dan kabupaten, bahkan sampai di tingkat nasional sekalipun.

"Pada intinya, MTQ ini merupakan wahana untuk mencari bakat dan menggali potensi, agar dikelak nanti mereka menjadi generasi yang Qur'ani," pungkas mantan Kasi Fispra dan Sekcam Wawo tersebut.

Korwil Dikbudpora Kec. Wawo Memberikan Sumbangan sekaligus Menyerahkan Hadiah Kepada Para Juara

Liputan langsung awak Media, juara pertama atau Qori terbaik tingkat dewasa pada MTQ Desa Kombo yang ke-XVI tahun 2023 tersebut berhasil diraih oleh juara bertahan, Wahyuddin, S. Sos, sementara Qori'ah diraih oleh Kalisom, S. Pd. Sedangkan juara umum diraih oleh, Suci Ramadani dan juara umum seluruh mata lomba disabet oleh para kafilah (kontingen) dari Musholah Al-Ikhlas Desa Kombo Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. (Red)














Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. M.IP


WARTA BIMA,- Pemerintah Kabupaten Bima menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bima yang ke-383, Rabu 5 Juli 2023.

Upacara yang digelar di Halaman Kantor Bupati Bima Godo Kecamatan Woha, tersebut antara lain dihadiri Wakil Bupati Bima, Jena Teke (Putra Mahkota) Kesultanan Bima Muhammad Putera Ferryandi S.IP yang juga sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bima. Selain itu, hadir pula unsur FKPD Kabupaten Bima, anggota DPR RI Fraksi PAN H. Syafrudin ST MT, Sekda Kabupaten Bima, para Assisten, Staf Ahli, Kabag dan seluruh Kepala OPD pada lingkup Pemkab Bima.

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. M.IP yang bertindak sebagai Inspektur upacara HUT Bima tersebut mengatakan, hari ulang tahun Bima yang diperingati setiap tanggal 5 Juli merupakan sejarah panjang terbentuknya daerah Kabupaten Bima yang penuh dengan makna spiritual yang kini telah menginjak usia ke-383 tahun.

Menurutnya, seiring dengan perjalanan waktu, moment HUT Bima tahun ini mengambil tema “Sinergi dan Harmoni Meraih Prestasi”. Melalui tema ini, dirinya bersama Wakil Bupati ingin menyampaikan pesan dan mengajak semua komponen di daerah, agar mengedepankan sinergi dan keselarasan (harmoni) dalam mengisi pembangunan dan menjabarkan visi dan misi pembangunan sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bima tahun 2021-2026,. Hal ini sebagai upaya untuk meraih prestasi dan mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan.

"Tahun 2023 ini merupakan tahun ketiga Periode Kedua Kepemimpinan saya dan Wakil Bupati Bima. Untuk itu, kami meyakini bahwa dukungan, kekompakan dan partisipasi aktif semua komponen masyarakat Dana Mbojo, merupakan modal penting dalam menjabarkan visi dan misi yang telah ditetapkan dalam RPJMD tersebut,” ujarnya.


Bupati Bima yang akrab disapa Umi Dinda ini menyebutkan, untuk mencapai target tersebut diperlukan sinergi, baik antara pemerintah daerah, masyarakat dan kalangan wirausaha dan juga kekompakan baik pada aras desa, kecamatan, hingga tingkat kabupaten sebagai sebuah bagian penting yang tidak terpisahkan. Diakuinya, peringatan Hari Jadi Bima tahun ini 2023 memiliki warna yang agak berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena menampilkan nuansa khas Dana Mbojo yang lebih menonjol dengan pemakaian busana adat Bima, sebagai bagian dari sumbangsih para ASN dan elemen masyarakat dalam upaya pelestarian budaya luhur dan Dana Mbojo yang kita cintai.

“Dengan Sinergi sebagai modal awal dan keselarasan sebagai kunci. Maka kita meyakini bahwa kita akan mampu bersama-sama meraih prestasi sebagai warisan penting pada masa kepemimpinan kami dan akan dicatat dalam tinta sejarah daerah ini,” imbuhnya.


Menutup sambutanya, Bupati atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Bima, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus atas dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bima dalam memeriahkan dan menyambut Hari Jadi Bima yang ke-383 tahun. “Terima kasih atas partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Bima yang RAMAH," pungkasnya. (Red)








 

Rumah UPPO yang Dibangun Poktan Mangge Kanda


WARTA BIMA,- Saat ini, Kelompok Tani (Poktan) Mangge Kanda Desa Maria dan Poktan Oi Wuntu Desa Kambilo Kecamatan Wawo, sedang melaksanakan proyek pembangunan rumah Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) yang bersumber dari dana Pokir (Aspirasi) anggota DPR RI Dapil Pulau Sumbawa, H. Muhammad Syafrudin, ST. MM duta PAN dan H. Johan Rosihan, ST dari PKS.

Ketua Kelompok Tani Mangge Kanda Desa Maria, Abidin mengatakan, sejak beberapa pekan yang lalu hingga saat ini, pihaknya sedang membangun sebuah tempat untuk pengolahan pupuk organik atau rumah UPPO di lokasi kebun Mangge Kanda Desa Maria. "Proyek rumah UPPO yang kita bangun ini semuanya bersumber dari Pokir anggota DPR RI tiga periode, Bapak H. Muhammad Syafrudin," ujarnya.

Dalam proyek tersebut, Abidin mengaku sudah membangun rumah UPPO sebanyak dua kamar, membuat kandang Sapi sekaligus dengan penggalian bak vermentasi untuk pengolahan pupuk. Karena memang bahan utama untuk pembuatan pupuk organik bersumber dari kotoran hewan ternak Sapi.

"Setelah rampungnya proyek ini, nanti kita lanjut lagi dengan proses pembuatan pupuk organik. Kita olah sendiri pupuk ini yang penting ada bahan utamanya kotoran sapi tersebut," cetusnya.

Bangunan Kandang Sapi

Selain itu lanjut Abidin, untuk kelancaran pembuatan pupuk organik, pihaknya juga saat ini sudah membeli satu unit Mesin Pencacah Rumput dan sebuah kendaraan roda tiga (Viar) untuk pengangkut rumput. Disamping itu, setelah dicairkanya anggaran tahap kedua nanti, dirinya mengaku akan melakukan pembelian sebanyak 8 ekor Sapi. Hewan ternak yang dibeli ini akan dipelihara bersama dalam satu kandang yang telah dibuat melalui program pembangunan UPPO dimaksud.

"Sejauh ini, proses pekerjaan rumah UPPO hampir rampung, tinggal Sapi saja yang belum kita beli, karena masih menunggu aggaran tahap dua," pungkas Abidin.

Abidin saat Menerima Kendaraan Tiga Roda

Sementara itu, ditempat terpisah, Ketua Kelompok Tani Oi Wuntu Desa Kambilo, H. Mustamin didampingi Bendaharanya, Muliyadin, M. Pd, saat ditemui awak Media di lokasi proyek mengatakan bahwa progres pembangunan rumah UPPO yang bersumber dari dana Pokir anggota DPR RI, H. Johan Rosihan, ST, saat ini sudah 90 persen. Sementara pekerjaan pembuatan kandang Sapi baru mencapai 50 persen.

Mulyadin menjelaskan, proyek rumah UPPO yang dikerjakan oleh Poktan Oi Wuntu tersebut, tidak ada bedanya dengan rumah UPPO yang bangun oleh Poktan Mangge Kanda Desa Maria. Bahkan sumber dananya pun sama-sama dari Pokir anggota DPR RI, yang membedakan hanya orangnya saja, yakni H. Johan Rosihan dan HMS.

Mulyadin, M. Pd saat Berada Depan Rumah UPPO yang Dibangun Poktan Oi Wuntu

"Selain membangun rumah UPPO, kami juga saat ini sudah membeli satu unit mesin pencacah rumput dan kendaraan roda tiga (Viar). Sedangkan untuk Sapi sebanyak 8 ekor nanti akan dibeli setelah cairnya anggaran tahap dua," tandas Mulyadin. (Red)












Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar, S. Sos


WARTA BIMA,- Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar, S. Sos, Minggu malam (2/7), membuka secara resmi kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur,an (MTQ) Tingkat Desa Kambilo yang ke-18 Tahun 2023.

Hajatan keagamaan yang berlangsung di lapangan umum Desa Kambilo tersebut antara lain dihadiri unsur Muspika Wawo, Korwil Dinas Dikbudpora, para kepala desa, kepala sekolah dan tokoh masyarakat serta pemuda yang tersebar di wilayah Desa Kambilo Kecamatan Wawo Kabupaten Bima.

Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar, S. Sos dalam sambutanya mengatakan, MTQ merupakan salah satu wahana bagi para generasi muda untuk mengembangkan diri dalam hal membaca dan memahami seluruh isi kandungan dalam  Alqur'an.

Menurutnya, kegiatan MTQ bukan saja untuk mencari juara dan menghasilkan bibit berkualitas yang akan mewakili desa di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah mencintai Alqur'an dengan selalu membaca dan memahami isi kandungan yang ada didalamnya.

Selain itu, pelaksanaan MTQ tidak semata-mata sebagai wahana untuk berlatih dan berlomba membaca Alqur'an. Akan tetapi ajang seperti ini juga merupakan salah satu cara untuk mengedukasi masyarakat, terutama para generasi muda supaya lebih mencintai sekaligus membumikan Alqur'an.

Camat Syarif berharap, seluruh peserta yang berkompetisi dalam MTQ tingkat Desa Kambilo tersebut supaya tidak selalu mengejar kemenangan. Tapi juga harus memupuk motivasi dan keinginan yang kuat untuk menguasai ilmu-ilmu keagamaan, terutama yang berkaitan dengan Alqur'an. "Tujuan MTQ ini salah satunya untuk mengevaluas pengembangan dan kemajuan TPA, TPQ yang ada di Desa Kambilo. Dan berapa banyak murid yang diutus oleh setiap TPA dan TPQ dalam kegiatan MTQ ini," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Camat Wawo juga mengingatkan kepada sejumlah kepala desa yang belum menggelar MTQ di tingkat desanya masing-masing, agar bisa secepatnya dilaksanakan. Sebab kegiatan MTQ Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2023 dipastikan akan dihelat pada bulan Juni ini. Bahkan panggung untuk MTQ kecamatan tersebut saat ini sedang dibuat dengan megah di lapangan Desa Pesa sebagai tuan rumah.

Sebelumnya, Kepala Desa Kambilo, Ardiansyah, S. Pd dalam sambutanya yang berapi-api, mengajak seluruh masyarakatnya untuk terus menyiarkan Islam di muka bumi, terutama dalam kegiatan MTQ seperti ini. "Saya menginginkan Desa Kambilo ini menjadi pioner dalam menyiarkan nilai-nilai keagamaan di Kecamatan Wawo dan Kabupaten Bima pada umumnya," ujar Ardiansyah.

Salah satu Kades termuda di Kecamatan Wawo ini sangat mengharapkan kepada para peserta, agar bisa mempertahankan prestasi fenomenal yang diraih oleh kontingen Desa Kambilo selama tujuh tahun terakhir. Karena dalam kurun waktu yang cukup lama tersebut, Desa Kambilo selalu menjadi juara umum MTQ Tingkat Kecamatan Wawo. "Prestasi prestisius ini harus kita pertahankan," pungkasnya.

Ketua Panitia, Al Farabi, SE

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Sekretaris Desa Kambilo, Al Farabi, SE melaporkan bahwa pelaksanaan MTQ Tingkat Desa Kambilo tahun 2023 tersebut akan mempertandingkan 6 cabang mata lomba. Diantaranya, lomba Tartil, Tilawah, Tahfis 1 juz, 5 dan 10 juz, fahmil Qur'an, Sahril Qur'an dan Kasidah Rebana. (WB-01)




















MARI themes

Diberdayakan oleh Blogger.