![]() |
| Sejumlah anggota Kordes saat melakukan penyegelan |
WARTA BIMA,- Setelah sempat viral dengan tragedi kelam saat kampanye Pilkada 2024 lalu. Kini, gedung SMPN 2 Wawo kembali digegerkan dengan munculnya sebuah aksi spontanitas berupa penyegelan ruangan seorang pimpinan pada sekolah setempat.
Liputan langsung sejumlah awak Media di lokasi kejadian, Sabtu (25/7). Aksi penyegelan khusus pada ruangan orang nomor 1 di lingkup SMPN 2 Wawo tersebut, dilakukan oleh sejumlah mantan anggota Koordinator Desa (Kordes) Raba dan Kombo yang tergabung dalam Tim Pemenangan Ady-Irfan saat Pilkada 2024 lalu.
Salah seorang eks Ketua Timses Desa Raba (Kordes), M. Yusuf mengungkapkan bahwa tindakan penyegelan pada sebuah ruangan di SMPN 2 Wawo tersebut, murni sebagai bentuk penolakan terhadap kehadiran Kepala Sekolah atas nama Sri Hartati, S.Pd yang baru saja dilantik oleh Bupati Bima pada Rabu kemarin (22/7).
Ia bersama anggota Kordes lainya mengaku sangat kecewa dengan keputusan Bapak Bupati yang mengangkat kembali Ibu Sri Hartati sebagai Kepala SMPN 2 Wawo. Karena sebelum pelantikan, Kepsek yang bersangkutan tidak tercantum sama sekali namanya dalam daftar (lis) calon Kepsek yang diusulan oleh Ketua Tim Kecamatan maupun Kordes Raba dan Kombo.
"Patut dipertanyakan, kenapa bisa satu nama misterius ini mendadak muncul saat pelantikan kemarin. Aneeh," ujarnya.
Oleh karena itu, Yusuf bersama seluruh anggota tim pemenangan Ady-Irfan yang tersebar di Desa Raba dan Kombo Kecamatan Wawo, saat ini meminta dengan hormat kepada Bupati Bima Ady Mahyudi, agar menempatkan Kepala SMPN 2 Wawo bernama Sri Hartati tersebut, sesuai dengan data yang diusulkan oleh Kordes dan ketua tim kecamatan kepada Bupati maupun pihak BKD Kabupaten Bima beberapa waktu lalu.
Yusuf menambahkan, aksi penyegelan pada sebuah ruangan kepala sekolah tersebut untuk memberikan teguran (Somasi) kepada pihak terkait, terutama Kepsek yang baru dilantik, agar tidak masuk dulu di SMPN 2 Wawo sebelum adanya tindak lanjut dan keputusan yang resmi dari Bupati Bima terkait persoalan tersebut.
"Intinya, kami segel ruangan ini dengan membawa dua tuntutan utama untuk dipertimbangkan oleh bapak Bupati Bima. Pertama, menolak kehadiran Sri Hartati sebagai kepala sekolah baru di SMPN 2 Wawo dan yang kedua meminta kepada Bupati Bima untuk menempatkan Kepala SMPN 2 Wawo sesuai data yang diusulkan," pungkas Yusuf.
![]() |
| Anggota Kordes saat menyampaikan tuntutan |
Aksi penyegelan yang berlangsung aman dan damai tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan Polsek Wawo dan sejumlah personil Satuan Pol. PP Kecamatan Wawo. (WB-01)


