Sebagian Proyek Irigasi BBWS Belum Rampung, PPK OP SDA Wilayah Bima Panggil Pelaksana Kelompok P3A


Ir. Syamsuddin, ST.,MT


WARTA BIMA,- PPK Operasi dan Pemeliharaan (OP-SDA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I wilayah kerja Bima dan Dompu, Ir. Syamsuddin, ST.,MT, Jum,at (23/10), memanggil sejumlah ketua kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang melaksanakan proyek pembangunan Jaringan Irigasi di wilayah Bima.

Pemanggilan itu dilakukan menyusul belum rampungnya pekerjaan jaringan irigasi, terutama pada 9 lokasi kelompok P3A yang tersebar di wilayah Kecamatan Sape, Wera dan Woha Kabupaten Bima.

Saat memanggil sejumlah kelompok P3A di Aula Kantornya, PPK Ir. Syamsuddin, ST.,MT menekankan pada seluruh ketua kelompok yang belum menyelesaikan pekerjaan, agar secepatnya bisa dituntaskan. Selain itu, pihaknya mengingatkan kepada sejumlah ketua kelompok supaya bisa melaksanakan pekerjaan sesuai perencanaan, sehingga kedepan hasil dari pembangunan jaringan irigasi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, terutama bagi para petani yang tersebar di desanya masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Syamsuddin juga memberikan ultimatum pada 9 kelompok yang belum menyelesaikan pekerjaan agar secepatnya bisa dituntaskan, mengingat batas waktu kontrak pekerjaan proyek jaringan irigasi ini sudah berakhir pada September 2026 kemarin. "Sampai saat ini masih ada kelompok P3A yang belum merampungkan pekerjaannya. Makanya, saya telah mengingatkan kepada para ketua kelompok yang bersangkutan supaya secepatnya bisa diselesaikan," ujar Syamsuddin usai pertemuan dengan sejumlah ketua kelompok tersebut. 

Ia menyebut, hasil pekerjaan proyek irigasi yang dilaksanakan oleh 9 kelompok P3A tersebut sebenarnya sudah dilakukan pemeriksaan dan pengukuran (Opname) beberapa hari yang lalu. Akan tetapi volume pekerjaannya dinilai masih kurang, sehingga untuk 9 kelompok tersebut diminta agar segera memenuhi kekurangan volume sesuai gambar dan RAB yang telah ditentukan.

"Memang ada berbagai macam alasan dari ketua kelompok tersendatnya proyek ini, seperti kelangkaan Semen, tidak ada tenaga kerja (Tukang) dan lainya. Tapi saya menilai alasan-alasan semacam ini sangat tidak logis, karena proyek sudah berjalan sejak tiga bulan yang lalu, bahkan waktu kontraknya pun sudah habis sekarang," ungkapnya.

Syamsuddin mengaku geram dengan sikapnya para ketua kelompok P3A yang mengulur waktu penyelesaian proyek tersebut, bahkan sebagian pekerjanya dinilai tidak sesuai spek, sehingga hasil pekerjaannya terpaksa diulang lagi walaupun kontraknya sudah selesai saat ini. "Yang perlu dikerjakan ulang ini terutama perbaikan pada sejumlah titik jaringan irigasi yang masih kurang volumenya setelah diopname," imbuhnya.

Salah satu hasil proyek jaringan irigasi yang sudah rampung


Syamsuddin menambahkan, meskipun pembangunan jaringan irigasi tersebut, bersumber dari dana hibah melalui Pokir anggota DPR RI Dapil Pulau Sumbawa, H. Mori Hanafi. Namun penggunaan anggaranya tidak luput dari pemeriksaan BPK RI. Oleh karena itu, pihaknya sekali lagi mengingatkan kepada seluruh kelompok P3A selaku pelaksana proyek, terutama beberapa kelompok yang belum menyelesaikan pekerjaannya, agar secepatnya bisa dituntaskan di lokasinya masing-masing.

"Saya ingatkan kepada para ketua kelompok, terutama yang belum rampung pekerjaannya, jangan main-main dengan proyek irigasi ini kalau tidak ingin berurusan dengan hukum," pungkasnya.

Seperti diketahui, proyek pembangunan jaringan irigasi yang bersumber dari APBN tahun 2026 ini berjumlah sebanyak 144 paket, dengan lokasinya tersebar diberbagai desa dan kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima.  Total dana yang digelontorkan oleh negara untuk membiayai proyek ini mencapai puluhan milyar, dengan rinciannya, setiap kelompok pelaksana mendapat anggaran masing-masing sebesar, Rp. 195 juta per kelompok P3A dimaksud. (WB-01)