WARTA BIMA,- Sebanyak 64 peserta mengikuti pembukaan Pelatihan empat Unit Kompetensi yaitu Kejuruan Sepeda Motor, Kejuruan Las Listrik, Kejuruan Menjahit dan Kejuruan Mesin Pendingin Kejuruan yang dihelat oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima. 

Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy dalam arahannya di hadapan para peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal untuk merancang masa depan yang lebih cerah. Pelatihan merupakan pintu masuk untuk kesuksesan masa depan, makanya peserta harus bersikap serius selama mengikuti tahapan pelatihan.

Kegiatan Pelatihan ditujukan untuk menurunkan jumlah pengangguran,  menyelaraskan dengan program penciptaan wirausaha baru. Untuk  merealisasikan tujuan tersebut, lanjut Wabup maka pelatihan dan penyelenggarakan harus memiliki standar kompetensi sesuai dengan aturan yang berlaku," ungkapnya. 

Terkait dengan upaya tersebut, Pemerintah daerah akan selalu berusaha untuk membantu, yang penting para peserta serius dan mau memperbaiki Kabupaten Bima,' ucap Wabup yang didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Bima Aries Munandar, ST, MT,  dan Sekretaris Bappeda Kabupaten Bima Dadang Erawan, ME, Sekretaris Disnakertrans Gunawan S.ST dan Pejabat terkait di lingkup Disnakertrans.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Bima Aries Munandar, ST., MT menyampaikan, 64 peserta pelatihan akan dibekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan  selama 160 jam pelajaran. 

Selama 20 hari, mulai tanggal tanggal 20 Oktober  sampai dengan 14 November 2025 di UPT LLK-UKM Bima, para peserta akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan sesuai jurusan.

Pasca pelatihan, diharapkan lahir angkatan kerja yang terampil dan profesional, menurunkan angka pengangguran dan bertambah wirausaha baru yang sesuai dengan permintaan pasar tenaga kerja.

Pengalungan secara simbolis atribut beserta kepada empat orang perwakilan oleh wakil bupati Bima menandai dimulainya latihan tersebut. (Red)






 



WARTA BIMA,- Tim Seleksi Calon Pimpinan (Capim) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bima membuka pendaftaran bagi para calon Pimpinan Baznas Kabupaten Bima periode 2026-2031. Berdasarkan Surat Nomor: 001/Pansel-BAZNAS/X/2025 Tentang Seleksi Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bima, pembukaan pendaftaran dimulai pada tanggal  20 Oktober  sampai dengan 3 November 2025. 

Bagi yang berminat dan memenuhi syarat, berkas/dokumen persyaratan lamaran dikirim melalui pos yang ditujukan kepada Sekretariat Tim Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bima pada Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Kantor Bupati Bima Jalan Soekarno Hatta No. 1 Woha-Bima. 

Ketua Tim Seleksi, Adel Linggi Ardi, SE mengatakan, persyaratan umum yang harus dipenuhi mencakup Warga Negara Indonesia, Beragama Islam, Bertakwa kepada Allah SWT, Berakhlak mulia/tidak melakukan perbuatan tercela, Berusia paling rendah 40 (empat puluh) tahun,  Sehat jasmani dan rohani, Tidak menjadi anggota partai politik dan tidak terlibat politik praktis,  Memiliki kompetensi di bidang pengelolaan zakat, Memiliki sifat amanah, integritas, dan bertanggungjawab,  Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun, Berpendidikan paling rendah SMA/Sederajat, Bersedia untuk bekerja penuh waktu, Tidak merangkap jabatan sebagai pengurus dan/atau pengelola zakat lain, BUMN/BUMD dan Lembaga lainnya, selama masa keanggotaan apabila terpilih,  Memiliki visi, misi dan program kerja.

Pendaftaran sebagai Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Bima dimulai pada tanggal 20 Oktober  samapai dengan 3 November 2025, Berkas/dokumen persyaratan Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Bima dikirim melalui pos yang ditujukan kepada Sekretariat Tim Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS  Kabupaten Bima pada Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Kantor Bupati Bima Jalan Soekarno Hatta No. 1 Woha-Bima,  Semua dokumen persyaratan dalam bentuk asli, ditanda tangani dan bermaterai  Cukup

Ketua tim seleksi yang juga Sekda Kabupaten Bima ini menjelaskan, terkait pelaksanaan Seleksi, Tim Seleksi melakukan seleksi administrasi dan mengumumkan Calon Pimpinan  BAZNAS yang lolos seleksi administrasi. Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bima yang lolos seleksi administrasi berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya yang mencakup  Tes Pengetahuan Dasar, Penulisan makalah mengenai fiqih zakat, kebijakan pengelolaan zakat, wawasan kebangsaan dan moderasi beragama dan Wawancara. 

Selanjutnya, tim seleksi akan mengumumkan 10 nama calon pimpinan BAZNAS Kab. Bima hasil seleksi secara terbuka melalui media cetak, elektronik dan /atau website resmi Pemerintah Kabupaten Bima.

Secara keseluruhan, tahapan Seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bima yaitu Pengumuman pendaftaran dan  Pengumpulan berkas pendaftaran tanggal 20 Oktober – 3 November 2025,  Seleksi Administrasi 4 - 19 November 2025, Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi 19 - 21 November 2025, Pelaksanaan Seleksi Kompetensi dan wawancara 24 - 26 November 2025, Penyampaian Hasil Seleksi kepada Bupati Bima dan usulan permohonan pertimbangan/rekomendasi kepada BAZNAS RI Desember 2025 sampai dengan Januari 2026. (Red)





 

Wabup Bima dr. H. Irfan


WARTA BIMA,- Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy melakukan  Peresmian Masjid "Abdurachman" berlantai dua seluas 10 x 12 meter yang dirangkaikan dengan kegiatan Jumat Khusyu di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ukhwatul Ummat di So Nara Desa Karumbu Kecamatan Langgudu, Jum,at (17/10).

Wabup H. Irfan dalam sambutannya mengatakan, pembangunan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Uhwatul Ummah dan Masjid Abdurachman merupakan ikhtiar untuk memperkuat hubungan dengan Allah. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat agar merasa memiliki Pondok ini yang bukan hanya milik Pembina Yayasan dan keluarganya, tapi merupakan milik semua.

"Hari ini, kita meresmikan dimulainya penggunaan "Masjid Abdurachman" untuk  kegiatan ibadah  dan sosial, tetapi tugas kita yang lebih penting adalah memakmurkannya" ujarnya.

Usai peresmian bangunan masjid, Wakil Bupati beserta masyarakat melakukan Shalat Jumat di Masjid tersebut. Wabup dr. H. Irfan yang bertindak sebagai Khatib dalam khutbahnya menekankan pentingnya menjadi hamba yang bersyukur  dan memuji Allah dalam situasi  apapun. Bentuk syukur paling tinggi adalah taat kepadanya dengan menjalankan  semua perintah serta sabar atas musibah.


Sebelumnya, Pembina Yayasan Darwis Yusra dalam pengantarnya mengatakan, Pondok Pesantren didirikan diatas lahan yang dihibahkan oleh keluarga dan saat ini Ponpes merupakan milik masyarakat Karumbu. Oleh karena itu pihaknya sangat mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat dan bantuan dari pemerintah daerah Bagi keberlanjutan pembangunan fasilitas pondok.

Ustadz Darwis juga mengungkapkan rasa terima kasih atas sumbangsih semua pihak sehingga pendirian pondok pesantren dan masjid dapat direalisasikan. "Mudah-mudahan amal ibadah kita mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Allah SWT," tutupnya.

Peresmian penggunaan Masjid dan Ponpes ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Bima pada pintu masuk Masjid tersebut. (Red)





WARTA BIMA,- Kekeringan yang disebabkan oleh kemarau panjang tahun ini mengakibatkan 1.372 jiwa yang terdiri dari 245 KK pada dua kecamatan di Kabupaten Bima yakni, Kecamatan Belo dan Soromandi mengalami krisis air bersih.  

Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima Drs. H. Isyrah merilis laporan Pusdalops BPBD menjelaskan, untuk menangani masalah tersebut pihaknya telah melakukan distribusi air pada dua kecamatan tersebut pada Kamis kemarin.

Pemerintah Kabupaten Bima melalui Tim Tanggap Bencana kekeringan BPBD telah melakukan distribusi sebanyak 10 ribu liter air bersih untuk kebutuhan 1.200 jiwa pada 180 KK di Dusun Ndano Ndere dan Dusun Rasabou Desa Bajo - Soromandi yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih akibat kerusakan mesin pompa air yang selama ini menjadi sumber air bersih. 

Selain itu, pada hari yang sama, Tim Tanggap Bencana kekeringan BPBD juga melakukan penyaluran 5.000 liter air bersih  untuk kebutuhan 172 jiwa atau 65 KK warga RT.005 Desa Nata Kecamatan Palibelo yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih akibat sumber mata air berkurang.  Sehingga total distribusi air bersih di kedua Kecamatan tersebut sebanyak  15.000 liter.

‎"Untuk memperlancar proses pendistribusian air bersih,  Tim BPBD melakukan koordinasi  dengan Camat, Kapolsek, Koramil dan Kades setempat terkait terdampak dan  melakukan pengamatan, pendataan dan kaji cepat serta penanganan darurat bencana terhadap daerah terdampak," ujar H. Isyrah.

Mantan Camat Tambora ini menambahkan, pihak BPBD beserta perangkat daerah terkait akan terus berupaya dan komitmen menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat yang terdampak diberbagai wilayah Kabupaten Bima. Disamping itu, untuk mengantisipasi dampak kekeringan, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat menggunakan air secara bijak, efektif dan efisien. 

"Masyarakat juga dihimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan bencana yang terjadi seperti banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor dan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan," pungkas H. Isyrah. (Red)







WARTA BIMA,- Atraksi Ntumbu Tuta (Adu Kepala) yang diperagakan oleh masyarakat Wawo, khususnya warga Desa Ntori, bukan hanya sekedar pertunjukan budaya, melainkan warisan budaya yang penuh makna. Tradisi ini menyimpan nilai-nilai luhur, seperti keberanian, kehormatan, solidaritas dan semangat kebersamaan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Bima yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda, Fatahullah, S.Pd, saat membuka secara resmi Event Ntumbu Tuta Tahun 2025 yang digelar di kawasan wisata alam Ina Hami Desa Ntori, Kecamatan Wawo, Jum'at (17/10).

Menurut Fatahullah, warisan budaya yang telah dijaga dan dilestarikan secara turun temurun oleh masyarakat Desa Ntori tersebut, memiliki peran penting sebagai jati diri sebuah daerah. "Saya percaya bahwa acara budaya seperti ini memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga identitas dan jati diri masyarakat Bima, sekaligus sebagai sarana mempererat hubungan sosial di tengah  masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Event Ntumbu Tuta, Muhammad Putra dalam laporannya mengatakan, event Ntumbu Tuta akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari tanggal 17 hingga 19 Oktober 2025 di kawasan wisata Ina Hami. Kegiatan ini diprakarsai oleh Persatuan Pemuda Desa Ntori Kecamatan Wawo.

M. Putra mengaku, beragam kegiatan akan dilaksanakan dalam event budaya ini. Diantaranya, lomba memakai rimpu, lomba mewarnai dan kegiatan sosial seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan. "Kami seluruh panitia dan masyarakat Wawo sangat berharap, event yang diinisiasi oleh para pemuda ini dapat menjadi bagian dari event tahunan Dinas Pariwisata Kabupaten Bima," tandas Putra.


Acara ditutup dengan pementasan seni tari Mpa'a Manca, Buja Kadanda dan atraksi Ntumbu Tuta.

Pembukaan kegiatan Ntumbu Tuta yang menggusung tema "Masyarakat Berdaya dengan Budaya" tersebut turut dihadiri pula oleh Ketua DPRD Kabupaten Bima, Diah Citra Pravitasari, Jenateke Kesultanan Bima, M.Putera Ferryandi, S.IP, M.IP, Camat Wawo, Syafrudin Bahsyar S.Sos, Kades Ntori Algi Syarif, S.Sos, Perwakilan Polres Bima Kota, tokoh masyarakat, tokoh adat dan unsur masyarakat lainnya yang tersebar di wilayah Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. (WB-01)




WARTA BIMA,- Setelah menyerap aspirasi warga bagi percepatan pemerataan akses listrik di daerah terpencil dan pedesaan di Kabupaten Bima, khususnya di Kecamatan Sape dan Lambu, Wakil Bupati Bima dr.H.Irfan Zubaidy melakukan kunjungan  ke kantor PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sape, Rabu (15/10).

Dalam kunjungannya yang diterima langsung oleh Manager PLN ULP Sape Mei Priyanto tersebut, Wakil Bupati Bima didampingi Camat Sape Muhammad Akbar, SP.,M.Si dan perangkat Kecamatan Lambu mengatakan, silaturahmi dengan jajaran PLN ULP Sape ini memiliki arti penting dalam mendorong peningkatan akses dan kualitas layanan listrik, sehingga warga desa dapat menikmati listrik yang stabil dan handal untuk kebutuhan sehari-hari, meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat setempat. Juga pada saat yang sama mendukung program Ketahanan Energi Nasional serta mendukung digitalisasi pendidikan.

Wabub H. Irfan mengaku, silaturahmi itu juga penting untuk meningkatkan sinergi dan kerjasama yang lebih optimal dengan jajaran PLN, sehingga pembangunan infrastruktur listrik di wilayah terpencil dapat di diprioritaskan dan memastikan beberapa dusun di Kecamatan Lambu dan seluruh desa dapat teraliri listrik.

Sementara itu, Manager PT. PLN ULP Sape, Mei Priyanto menegaskan komitmennya dalam menyukseskan program pemerintah di bidang pelayanan listrik di 6 kecamatan diantaranya Ambalawi, Lambu, Langgudu, Sape, Wera dan Wawo. 

Menurutnya, komitmen ini tidak hanya untuk memastikan setiap rumah tangga teraliri listrik, tetapi juga  diperluas pada sektor pertanian melalui inisiatif Electrifying Agriculture. Saat ini PLN Sape melayani 55.823 pelanggan dengan penambahan pelanggan selama periode tahun 2025 sebesar 956 pelanggan tersambung listrik baru. PLN terus berupaya untuk memberikan akses energi yang andal dan tangguh untuk masyarakat luas.

"Kami berkomitmen penuh mendukung program pemerintah, baik dalam penyediaan listrik untuk Pelanggan Umum (Rumah Tangga Berlistrik), memastikan tidak ada lagi rumah yang gelap dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Mei Priyanto menambahkan, sebagai bentuk komitmen tersebut, PLN Sape siap melayani kebutuhan listrik bagi petani di 6 kecamatan, khususnya para petani bawang, padi dan jagung. "Listrik dimanfaatkan masyarakat untuk pengairan, penggilingan, atau penerangan terbukti mampu menekan biaya operasional dan meningkatkan hasil panen," pungkasnya. (Red)





MATARAM, - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB mengecam keras dan mengutuk aksi intimidasi terhadap wartawan Gatra NTB  Surya Widi Alam yang dilakukan oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Lombok Tengah. 

Ketua PWI NTB Ahmad Ikliludin menegaskan bahwa kekerasan terhadap wartawan adalah pelanggaran serius yang merusak sendi-sendi demokrasi.  "Tekanan, ancaman dan kekerasan fisik tidak hanya bisa melukai fisik tetapi juga  merupakan serangan terhadap kemerdekaan pers. Kami kecam keras tindakan intimidasi oknum LSM pada wartawan di Loteng," tegas Ikliludin dalam pesan tertulisnya, Rabu (15/10).

Jurnalis senior Radar Lombok ini mengatakan bahwa tindakan intimidasi dan bahkan penganiayaan pada jurnalis yang tengah bertugas, merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-undang  Nomor 40 Tahun 1999. Mengingat, kerja jurnalis di lapangan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, sudah jelas dijamin dan diberi perlindungan hukum. 

"Kekerasan terhadap wartawan adalah kejahatan  terhadap publik karena menghambat hak masyarakat untuk memperoleh informasi," kata Ikliludin lantang.

Ia menyebut, jika ada yang merasa dirugikan dengan pemberitaan yang ada, maka ada mekanisme yang bisa ditempuh seperti menggunakan hak jawab atau hak koreksinya. Oleh karena itu, PWI NTB mendesak Kepolisian Resort (Polres) Lombok Tengah untuk segera mengusut tuntas kasus ini. "Oknum pelaku harus ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Keadilan harus ditegakkan untuk memberikan efek jera dan rasa aman bagi para jurnalis," imbuhnya. 

Ikliludin menyerukan agar seluruh jurnalis di NTB tidak gentar dengan segala bentuk teror dan intimidasi. Selain itu, para Jurnalis di NTB diimbau agar terus konsisten menjalankan fungsi pers sebagai pilar demokrasi keempat yakni, menyampaikan informasi yang akurat, berimbang dan bertanggung jawab sesuai kaidah Kode Etik Jurnalistik (KEJ) untuk kepentingan masyarakat luas.

"Kami PWI NTB meminta dukungan masyarakat dan stakehokder lainnya untuk bersama-sama menciptakan ekosistem pers yang sehat, aman dan kondusif di NTB. Karena bagaimanapun kebebasan pers adalah indikator kemajuan demokrasi sebuah bangsa," tandas Ikliludin. 

Diketahui, Oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) dilaporkan ke Polres Lombok Tengah (Loteng), buntut dugaan intimidasi terhadap wartawan gatrantb.com bernama Y. Surya Widialam atau Widi. Kejadian berlangsung di Kantor Bupati Lombok Tengah usai perayaan HUT Lombok Tengah, pada Rabu 15 Oktober 2025. 

Widi mengaku tidak terima atas intimidasi oknum LSM di Kantor Bupati Lombok Tengah saat dirinya melakukan liputan atau kerja jurnalistik. "Saya digeret menuju baseman. Di sana, saya dikerumuni dan diminta hapus berita. Saya juga ditampar," ujar Widi.

Widi menuturkan, berita yang dimaksud adalah soal pemberitaan batal demo di PDAM Lombok Tengah beberapa waktu lalu. Oknum LSM tersebut merasa keberatan lantaran dianggap menjadi massa tandingan demo. Mereka mengaku hanya datang untuk ngopi saja.

Widi menyayangkan adanya intimidasi. Terlebih lagi, kata-kata kotor dilontarkan tepat di depan telinganya dan menantang berkelahi. "Psikis saya terganggu atas peristiwa memilukan itu," tegasnya. 

Widi sendiri telah melaporkan insiden dugaan intimidasinya ke Polres Lombok Tengah sekitar pukul 14.00 Wita 

Ditempat terpisah, KBO Sat Reskrim Polres Lombok Tengah Ipda Samsul Hakim membenarkan terkait laporan yang masuk ke Polres Lombok Tengah. "Iya, iya, kami sudah terima laporan tersebut," pungkas Ipda Samsul singkat pada wartawan. (Red)




 


WARTA BIMA,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima menggelar Rapat Koordinasi Kerjasama Antar Lembaga Dalam Menghadapi Bencana Hidrometeorologi (Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan) serta Persiapan Musim Hujan 2025, Rabu (15/10).

Rakor yang berlangsung di Ruang Pusdalops BPBD Kabupaten Bima tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Bima Drs. H. Isyrah. Hadir dalam rakor ini antara lain Kabag Operasional Polres Bima, Perwakilan Kodim 1608/Bima, OPD terkait, BMKG, BBWS Nusa Tenggara  I, Baznas, PMI, Orari, MDMC, KPH Maria Donggo Masa, KPH, Marowa dan beberapa instansi mitra BPBD. 

"Rakor ditujukan  untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh  dan pada saat yang sama menentukan langkah-langkah tindak lanjut," ujar H. Isyrah

Menurutnya, untuk mengantisipasi potensi dampak bencana yang terjadi kedepan, perlu kolaborasi guna menghitung secara cepat dampak kerugian dan kerusakan. Oleh karenanya, seluruh OPD teknis diminta untuk  berkolaborasi lebih secara lebih intensif saat pra dan pasca bencana.

Sementara itu, Fungsional Kebencanaan BMKG Bandara M. Salahudin Bima Laksita W, memaparkan, dari hasil prediksi  "ancaman" bencana di Kabupaten Bima akan mengalami peningkatan secara progresif dari bulan November, kemudian memasuki level siaga di bulan Desember serta mencapai puncaknya pada Januari 2026.

"Secara keseluruhan, setelah mencapai puncaknya pada Januari-Februari, intensitas curah hujan di Kabupaten Bima akan menurun secara bertahap  pada bulan Maret dan April 2026, ungkapnya. 

Pertemuan tersebut merekomendasikan agar masyarakat dihimbau untuk segera  melakukan aksi kolektif membersihkan seluruh saluran air, mulai dari selokan hingga sungai,  guna memastikan aliran  air lancar. Juga membagikan informasi peringatan dini kepada seluruh elemen masyarakat baik melalui beragam platform media sosial.

Aspek lainnya yaitu, pentingnya secara terus menerus mitigasi pra bencana sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing. Kesadaran bersama seluruh komponen masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana bahwa semua orang bertanggungjawab terhadap bencana merupakan aspek kunci. (Red)




 

H. Ibnu Zubair didampingi tim dari Dikes dan petugas Gizi

WARTA BIMA,- Untuk mengantisipasi keracunan massal yang disebabkan oleh Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pihak Pemerintah melalui Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima mengadakan Kursus Higiene Sanitasi Pangan di Dapur SPPG Yayasan Peduli Umat Mbojo Desa Kambilo Kecamatan Wawo, Ahad (12/10).

Kegiatan kursus ini diikuti oleh seluruh juru masak dan karyawan lainya yang bekerja pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik H. Kasnun Ahmad tersebut.

Ketua tim kerja kesehatan lingkungan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, H. Ibnu Zubair, S.Kep.Ns mengatakan, kursus tersebut diprioritaskan untuk seluruh tukang masak ataupun para penjamah makanan di SPPG, agar dapat memahami cara pengolahan dan kebersihan makanan yang disajikan. Karena peningkatan mutu makanan tidak terlepas dari peran penjamah makanan yang terlibat langsung dalam proses pengolahan makanan yang dikonsumsi oleh para konsumen, khususnya dalam program MBG.

Menurutnya, penyelenggaraan makanan yang higiene dan sehat menjadi prinsip dasar penyelenggaraan makanan institusi. Makanan yang tidak dikelola dengan baik dan benar oleh penjamah makanan dapat menimbulkan dampak negatif seperti penyakit dan keracunan akibat bahan kimia, mikroorganisme, tumbuhan atau hewan, serta dapat pula menimbulkan alergi. 

Selain itu, faktor kebersihan penjamah atau pengelola makanan yang biasa disebut higiene personal merupakan prosedur menjaga kebersihan dan pengelolaan makanan yang aman dan sehat.


Ibnu Zubair menyebut, tujuan dari kegiatan kursus Higiene Sanitasi Pangan tersebut adalah, untuk menambah pengetahuan dan kemampuan penjamah makanan sebagai persyaratan sanitasi tempat pengelolaan makanan (TPP) dan mampu menerapkan persyaratan dan teknik pembersihan atau pemeliharaan di ruangan TPP agar terhindar dari resiko pencemaran.

Setelah mengikuti kursus ini, para peserta terutama para penjamah makanan di SPPG Yayasan Peduli Umat Mbojo diharapkan dapat memahami kebijakan keamanan pangan siap saji, cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan, pemeliharaan lingkungan kerja serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit.

"Disamping itu, pembersihan dan sanitasi peralatan, higiene perorangan serta tahapan proses produksi pangan siap saji wajib dipahami oleh seluruh penjamah makanan," jelas Ibnu Zubair.


Pria kelahiran Wawo yang akrab disapa Aji Ibeng ini menambahkan, materi yang disampaikan dalam kegiatan kursus tersebut antara lain, kebijakan keamanan pangan siap saji, cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan, pemeliharaan lingkungan kerja, pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit, pembersihan dan sanitasi peralatan, higiene perorangan serta tahapan proses produksi pangan siap saji. 

"Kegiatan kursus seperti ini sudah kita lakukan pada 10 Dapur SPPG yang tersebar diberbagai wilayah Kabupaten Bima. Termasuk di SPPG Yayasan Peduli Umat Mbojo Desa Kambilo Kecamatan Wawo ini," pungkasnya. (WB-01)





Proses Hotmik ruas jalan


WARTA BIMA,- Sebagai wujud kepedulian dan komitmen Pemerintah untuk menangani kerusakan sejumlah ruas jalan diberbagai pelosok wilayah Kabupaten Bima. Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy (Ady-Irfan) pada tahun anggaran 2025 ini telah merealisasikan pekerjaan rekonstruksi berupa Hotmik pada 9 ruas jalan di Kabupaten Bima.

Bupati Bima melalui Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR Kabupaten Bima, M. Farid Wajdi, ST mengungkapkan, saat ini terdapat 9 ruas jalan yang ditangani melalui sumber dana APBD Kabupaten Bima tahun 2025. Sejumlah ruas jalan yang dihotmik tersebut antara lain, Jalan Sape-Riamau dengan pagu anggaran senilai, Rp. 3 milyar, Ruas Roka - Kuta Kecamatan Lambitu dengan pagu anggaran sebesar Rp. 2,150 milyar dan ruas Dumu-Kangga Langgudu dengan pagu, Rp. 1 milyar.

Ruas jalan lainnya yang ditangani yaitu ruas Nata-Cenggu dengan pagu sebesar Rp. 6 milyar, ruas Tente-Godo Rp. 2,350 milyar,  ruas Rasabou Kananga Kecamatan Bolo Rp. 600 juta, ruas Sarita-Wadukopa Rp. 1 milyar, ruas Sarita-Sp. O'o senilai Rp. 600 juta dan ruas Kore-TPI Kecamatan Sanggar dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1,5 milyar.

"Untuk panjang penanganan di tiap ruas jalan disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia pada tiap-tiap ruas," ujarnya.


M. Farid menyebut, ditilik dari progres pengerjaannya, ruas Sarita - Wadukopa dengan anggaran Rp. 1 milyar dan ruas Sarita - Sp. O'o sebesar Rp. 600 saat ini sudah diaspal full, sementara untuk ruas Kore-TPI juga sedang dilakukan pemasangan Talud badan jalan dan drainase jalan. Sedangkan untuk ruas Rasabou Kananga sudah dilakukan tahapan Lapisan Pondasi Atas (LPA) dan akan segera dilakukan pengaspalan. Begitupun juga dengan ruas Nata Cenggu sudah pada tahapan Lapisan Pondasi Bawah (LPB) dan LPA sebagian dan dalam proses pemadatan serta sedang dilakukan penggalian  saluran untuk drainase jalan.

Farid berharap, setelah dilakukan pengerjaan sejumlah ruas jalan tersebut dengan sendirinya bisa memperlancar arus transportasi, berdampak positif bagi sektor ekonomi di kecamatan dan desa melalui meningkatkan aksesibilitas transportasi  hasil pertanian dan beragam kegiatan ekonomi masyarakat yang ada di wilayahnya masing-masing. (Red)






Kapolda NTB didampingi pengurus PWI


MATARAM,- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi NTB menggelar silaturahmi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan di Rumah Dinas Kapolda pada Jumat 10 Oktober 2025. 

Pertemuan ini berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara insan pers dengan aparat kepolisian. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah topik strategis dibahas, mulai dari peluang kolaborasi penyelenggaraan pelatihan jurnalistik dan UKW hingga peran media dalam menjaga kondusifitas daerah.

Kapolda NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan, menegaskan bahwa pers memiliki posisi penting sebagai pilar demokrasi dan mitra strategis kepolisian dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. “Media berperan besar dalam mencerdaskan publik, sekaligus menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. Karena itu, kami berharap sinergi dengan PWI NTB bisa semakin erat,” ujarnya. 

Kapolda menegaskan sebagai putra daerah, dirinya berkeinginan agar rakyat NTB dapat makmur dan sejahtera. Oleh karena itu, Eks Koorsahli Kapolri ini, menggagas penambangan rakyat yang dikelola ilegal selama ini di Pulau Lombok dan Sumbawa menjadi legal melalui  izin pertambangan rakyat (IPR) untuk koperasi tambang lokal.

"Tentu, dengan adanya IPR, maka penambangan ilegal itu bisa kita kontrol melalui pembinaan dan pengawasan. Jika ini bisa dilakukan, maka potensi sumber daya alam yang dimiliki Provinsi NTB akan bisa menyejahterakan rakyat," tegas Hadi Gunawan. 

Menurutnya, IPR yang sudah dipersiapkannya, adalah praktik pertambangan yang legal, bersih, dan berpihak kepada masyarakat lokal. Selain itu, koperasi yang akan mengelolanya pun bukan sekadar badan usaha, tetapi sebuah gerakan sosial yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, dan kekeluargaan, nilai-nilai yang sangat sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.

Sejarah membuktikan, koperasi terbukti mampu menjadi penyangga ekonomi nasional, khususnya di tengah tantangan global saat ini. Maka, dengan iklim usaha yang aman dan kondusif, kami dukung koperasi menjadi pilihan utama untuk membangun kemandirian ekonomi. "Saya minta para jurnalis di NTB agar juga berkontribusi dalam IPR dengan menyajikan berita yang sejuk dan mencerdaskan, sehingga rakyat tercerdaskan soal IPR ini," imbuhnya, Hadi Gunawan. 

Lebih lanjut Hadi Gunawan menegaskan bahwa Polisi adalah pelayan masyarakat. Karena itu, setiap personel dituntut siap melayani masyarakat kapan saja dibutuhkan, untuk itu pihaknya juga saat ini tengah membuat aplikasi dalam rangka menekan kecelakaan lalu lintas dengan cara-cara humanis. Aplikasi ini bukan memberi tindakan, tapi lebih pada edukasi ke polisi, dan untuk masyarakat mereka akan kelacak jika pernah melanggar di semua wilayah NTB tapi tidak akan dihukum hanya untuk menghimbau dan beri bimbingan agar tidak melanggar lagi. "Mohon doanya, Insya Allah dalam waktu dekat ini, aplikasi ramah berlalu lintas ini akan kita luncurkan," pungkas Kapolda NTB Hadi Gunawan.

Sementara itu Ketua PWI NTB Ahmad Ikliludin, menyampaikan apresiasi atas sambutan Kapolda dan jajarannya. Menurut jurnalis senior Radar Lombok ini, pihaknya siap berkolaborasi dalam program pelatihan maupun kegiatan bersama yang bertujuan meningkatkan kapasitas wartawan. Hal ini, sekaligus mendukung terciptanya situasi yang kondusif di Provinsi NTB.

“Kami berkomitmen menjaga independensi pers, namun juga tetap bersinergi dengan semua pihak, termasuk kepolisian, agar informasi yang disajikan selalu berimbang, menyejukkan, dan mendorong pembangunan daerah,” kata Iklil.

Lebih lanjut dikatakanya bahwa silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kemitraan PWI dan Polda NTB, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital, dinamika politik, hingga isu-isu strategis lainnya yang membutuhkan kerja sama erat antara media dan aparat keamanan. "Kami mengatensi jajaran Polda melalui Bagian Humas yang selalu responsif selama ini," ujar Kapolda. 

Ketua PWI NTB berharap agar kasus pemanggilan jurnalis oleh kepolisian karena pemberitaan agar tidak ada lagi. Mengingat, pemanggilan jurnalis baik sebagai pihak terlapor maupun saksi terhadap laporan kasus pemberitaan yang bersumber dari hasil liputan, berpotensi melanggar Pasal 8 UU Pers, yakni, jurnalis mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya. "Kami harap langkah Polres Sumbawa yang telah melakukan pemanggilan klarifikasi kembali pada tujuh media agar bisa dihentikan. Ini karena pemberitaaann para jurnalis, sejauh ini telah sesuai Undang-undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan telah memenuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang menjadi pedoman perilaku dan tanggung jawab bagi para jurnalistik dalam melaksanakan tugasnya," jelas Iklil. 

Menjawab hal itu, Kapolda Hadi Gunawan memerintahkan Kabid Humas Polda NTB AKBP Mohammad Kholid untuk berkoordinasi dengan Kaplres Sumbawa. "Pak Kabid Humas, segera dikoordinasikan dengan Pak Kapolres agar penyidik paham akan UU Pers," tandas Kapolda.

Pertemuan silaturahmi ini dihadiri Sekretaris PWI NTB Fahrul Mustofa, dan tiga orang  pengurus PWI setempat. Sementara, Kapolda ditemani oleh Kabid Humas Polda NTB AKBP Mohammad Kholid. (Red)




Hj. Mahdalena didampingi Kepala MTsN 1 Bima saat sosialisasi PIP


WARTA BIMA,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hj. Mahdalena, S.S.,MM menggelar Sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) di Aula Gedung MTsN 1 Bima Desa Maria Kecamatan Wawo, Sabtu (11/10).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Ngobrol Pendidikan Agama Islam (Ngopi) bersama tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala Madrasah di Kecamatan Wawo, dewan guru dan para wali murid yang tersebar pada Madrasah masing-masing. Forum ini juga menghadirkan pemateri dari UIN Mataram dan Imran, S.PdI staf ahli anggota DPR RI.

Legislator RI Dapil Pulau Sumbawa, Hj. Mahdalena, S.S.,MM dalam arahannya mengungkapkan, sosialisasi PIP bertujuan untuk menyampaikan informasi, sekaligus menjaring aspirasi para kepala Madrasah, guru-guru, orang tua siswa dan masyarakat umum, terkait pelaksanaan pendidikan agama Islam dan pengelolaan program bantuan pemerintah seperti dana PIP, khususnya di lingkungan Madrasah.

Duta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Senayan ini mengaku, berdasarkan hasil koordinasinya dengan pihak Kementerian Agama RI terkait progres pencairan dana PIP, terutama untuk siswa siswi ditingkat Madrasah memang sempat tertunda. Hal ini disebabkan terdapat sekitar 1.789 data siswa yang tidak valid akibat munculnya data ganda dan kesalahan input oleh operator di sekolah-sekolah ataupun madrasah yang bersangkutan.

"Dari ribuan data siswa yang tidak valid ini, ada sekitar 70 orang yang telah berhasil diperbaiki dan dikembalikan ke sistem, sehingga pencairan bantuan PIPnya kita harapkan segera terealisasi sesuai jadwal terbaru," ungkap Hj. Mahdalena.

Hj. Mahdalena membagikan air zam-zam pada peserta sosialisasi


Mantan anggota DPRD Kabupaten Bima periode 2019-2024 ini menambahkan, Program Indonesia Pintar (PIP) bertujuan untuk membantu peserta didik agar tidak putus sekolah lantaran kendala biaya. Sementara untuk jumlah keseluruhan siswa-siswi di Indonesia yang penerima bantuan PIP ini mencapai sekitar 2,2 juta orang, dengan anggaran yang digelontorkan oleh Pemerintah sebesar,Rp  1,7 triliun. 

"Saya berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, koordinasi antar Madrasah bisa semakin kuat dan pelaksanaan program dapat berjalan efektif guna mendukung peningkatan mutu pendidikan Islam, khususnya di Daerah Bima, Dompu, Sumbawa dan Propinsi NTB pada umumnya," pungkas Umi Mahdalena.

Imran, S.PdI saat menyampaikan materi


Pada momen yang cukup istimewa tersebut, Kepala MTsN 1 Bima, Najamuddin, S. Ag bersama guru, wali murid dan masyarakat umum menyuarakan berbagai aspirasi dan permintaan kepada anggota DPR RI Hj. Mahdalena. Diantaranya, Kepala MTsN 1 Bima meminta penambahan fasilitas, sarana dan prasarana untuk menunjang kelancaran program Boarding School, terutama pembangunan gedung asrama dan ruang belajar untuk KBM para siswa (Santri).

Menurut Najamudin, dengan adanya asrama tersebut, para siswa bisa lebih nyaman mengikuti berbagai pelajaran dalam program Boarding School seperti, studi agama (tahfidz Al-Qur,an, seminar, kegiatan kepemimpinan organisasi, diskusi kelas, pelatihan keterampilan dan berbagai kegiatan lainnya.

Pada kesempatan itu, seorang warga meminta perhatian dari anggota DPR RI, agar bisa memberikan bantuan PIP juga kepada anak-anak yang berprestasi dibidang keagamaan seperti dalam hal membaca dan menghafal Al-Qur,an. Sementara dilain pihak, salah seorang wali murid secara mengejutkan tiba-tiba mengeluhkan nasib anaknya yang sudah keluar nama untuk menerima dana PIP, tapi uangnya tidak ada sama sekali. Kasus ini terjadi di SDN 3 Maria Kecamatan Wawo.

Bersama siswi MTsN 1 Bima


Menanggapi permintaan masyarakat tersebut, Hj. Mahdalena yang juga anggota Komisi VIII DPR RI ini berjanji akan berupaya maksimal untuk memperjuangkan berbagai usulan, sekaligus mencarikan solusi terbaiknya terkait permintaan dan keluhan yang disampaikan oleh Kepala MTsN 1 Bima, masyarakat umum dan orang tua siswa dalam forum tersebut.

"Semua permintaan ini, saya akan perjuangkan di lembaga legislatif sesuai bidang saya di komisi VIII DPR RI," tandas Hj. Mahdalena. (WB-01)




MARI themes

Diberdayakan oleh Blogger.